Edisi 08-10-2018
Bangkitkan Semangat Siswa dengan Drumband


KONDISI pascagempa, tsunami, dan likuefaksi di Palu masih menyisakan trauma bagi masyarakat. Bahkan kegiatan persekolahan pun lumpuh total karena gedung sekolah yang roboh.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Ke mendik bud) mencatat ada 2.700 sekolah yang roboh. Kini sedang dibangun sekolah da - rurat dengan terpal agar anak bisa segera belajar kembali. Kepala Sekolah SMK 7 Palu Ashar Nuril mengungkapkan, rutinitas di pengungsian pun akan membuat bosan siswa sehingga makin membuat mereka teringat akan kejadian bencana. Ashar me minta bantuan per alatan drumband ke sekolahnya. Alasannya, suara drumband akan mem bangkitkan semangat siswanya agar mau kembali ke sekolah. Ashar menuturkan cerita tragis dibalik permintaan alat drumband itu. Jumat sore (28/9) kegiatan terakhir per se - kolahan diisi dengan latihan ekskul drumband oleh sekitar 20 siswa.

Me reka rencananya mau latih an sampai malam. Tapi sang pelatih menghen - tikan latihan pada pukul 17.00 karena ada Festival Pesona Palu Nomoni yang digelar di sepanjang pesisir Palu. Beruntung sekali, sebab tak lama setelah ituterjadi gempa bumi dahsyat. Sebetulnya gempa sudah terjadi sejak siang. Namun pada pukul 17.00 gem pa gelombang kedua terjadi lagi dan menyebabkan tsunami. Siswa-siswanya pun berlarian ke luar sekolah saat hari men - jelang petang itu. Tsunami pun datang setelah itu. Beruntung SMKN 7 Palu yang dibangun sejak 1985 ini berdiri di be - lakang tembok reklamasi. Tembok yang berdiri kokoh itu pun yang menjadi penyelamat siswa-siswinya saat berlarian keluar pagar sekolah.

“Ketika mau mengamankan diri ke de - pan, tembok belakang sekolah roboh karena menahan air tsu - nami. Kalau tidak anak-anak sa - ya pun hanyut terbawa air,” ka - tanya. Ashar menuturkan, gedung sekolahnya kini rusak berat. Tak hanya itu, sekolahnya pun ter - tutup sampah yang datang dari arah utara dan selatan. Begitu pula tumpukan mayat yang ter - hanyut air menjadi pe man - dang a n pascatsunami. Se ba - nyak 20 jenazah dievakuasi dari halaman sekolahnya. Saat ini alat berat juga sedang mem - bersihkan sekolahnya dari ba - tang pohon dan sisa reruntuhan bangunan lain. Ashar menuturkan, ta buh - an drumband yang nanti akan bersuara kembali pasti akan menggugah siswanya untuk kembali bersekolah. Sebab ek skul drumband adalah ke bang - gaan SMK maritim yang juga sekolah favorit di Palu tersebut.

“Drumband adalah ikon sekolah kami,”katanya. Kepala Sekolah SMA 8 Palu Salim juga menuturkan bahwa anak didiknya masih dalam kondisi ketakutan sehingga ti - dak mau melihat sekolah. Diapun berharap ada bantuan relawan yang akan memulihkan kondisi psikologis anak.

Kaji Perpanjangan Masa Darurat

Badan Nasional Penang gu - lang an Bencana (BNPB) mencatat sudah 1.763 orang me - ninggal dunia akibat bencana gempa bumi dan tsunami ini. Selain itu 2.632 orang yang meng alami luka berat. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengung kap - kan, pencarian korban akan dihentikan pada 10 Oktober 2018 mendatang. “Disam paikan bahwa evakuasi korban (bukan evakuasi masyarakat yang ingin keluar dari Palu) akan berhenti tanggal 11 Ok - tober 2018. Kalau tidak ditemukan, ya dinyatakan se - bagai hilang,” katanya.

Meski demikian proses eva - kuasi korban terus berjalan dan tidak dihentikan. Menurutnya, petugas di lapangan akan tetap mencari korban yang masih tertimbun bangunan meski de - ngan jumlah yang terbatas. “Ti dak seperti sekarang dengan per sonel banyak. Nanti per so nel akan dikurangi, termasuk per alat an yang digunakan,” se but nya. Sutopo mengatakan, masa 14 hari itu berdasarkan per - timbangan dari hasil rapat koordinasi kementerian atau lembaga yang menangani gempa Palu-Donggala. Penetap an ini juga berdasarkan per timbangan bahwa korban sudah dipastikan meninggal dunia dalam jangka waktu 14 hari.

“Kalau ditemukan, korban pasti sudah tidak utuh, maka di nya - takan hilang. Nantinya petugas di lapangan akan fokus pada proses perbaikan dan pem bersihan puing-puing bangunan,” ucapnya. Dia juga menegaskan bahwa penetapan masa evakuasi itu masih bisa diperpanjang sesuai kebutuhan. “Masih dikaji lagi untuk masa perpanjangan m asa darurat. Untuk menyatakan masa darurat tadi juga akan dibahas lagi dalam rakor. Jadi masa darurat hanya untuk ad - ministrasi, memudahkan kita dalam penanganan,” tuturnya.

Neneng zubaidah/ binti mufarida