Edisi 08-10-2018
Pembebasan Lahan Normalisasi Harus Dikebut


JAKARTA - Normalisasi sungai di Ciliwung, Pesanggrahan, dan Sunter pada tahun ini terhenti karena pembebasan lahan belum dapat di-se lesaikan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta.

Maka itu DPRD setempat meminta Pem prov DKI membentuk gugus tugas agar pembebasan lahan rampung akhir tahun ini. Wakil Ketua DPRD DKI Ja - karta Triwisaksana berharap SDA dapat membebaskan lahan di bantaran Kali Ciliwung sehingga pembangunan trasen ya segera dilaksanakan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC). “Kita minta segera. Kalau bisa dibentuk semacam gugus tugas untuk mengecek sejauh ma na penyerapannya. Kendala nya apa, sudah sampai titik mana? Itu yang perlu disegerakan,” ujar Sani—pang - gil an akrab Triwisaksana—di Gedung DPRD DKI Jakarta beberapa waktu lalu.

Pada 2018 ini Dinas SDA menganggarkan kegiatan pem bebasan lahan untuk tiga sungai, yakni Ciliwung, Pesang grahan, serta Sunter. N a - mun hingga 10 kali di per ta - nyakan prosesnya, Dinas SDA hanya menjawab siap dan prak tik di lapangan anggaran belum juga terserap. Politikus PKS itu khawatir bila BBWSCC tidak bisa meng - anggarkan kegiatan nor ma - lisasi sungai pada 2019 lan tar - an pembebasan lahannya be - lum rampung. Akibatnya, pe - nanganan banjir terhambat. “Gubernur DKI Anies Bas we - dan sudah pastikan mem ben - tuk tim untuk mempercepat penyerapan. Jadi kita bisa op ti - mistis sampai akhir tahun,” ucapnya.

Kepala Dinas SDA DKI Ja - karta Teguh Hendrawan op ti - mistis pembebasan lahan nor - malisasi sungai selesai akhir tahun ini sehingga penyerapan anggaran di perangkatnya men capai di atas 80%. Saat ini penyerapan dengan kegiatan total SDA baru 25% dari total anggaran Rp4,5 triliun. Menurutnya, pembebasan lahan dengan alokasi sebesar Rp1,3 triliun menjadi penye - bab utama belum mak si mal - nya serapan anggaran. Saat ini pembebasan lahan dalam ta - hap proses inventarisasi. Un - tuk progres pembebasan lahan diperlukan ekstra hati-hati dalam hal pembayarannya. Ja - ngan sampai overload , tumpang tindih, apalagi gugatangugatan lain yang berdampak pada dirinya maupun instansi nya.

“Kemarin saat rapat deng - an pihak balai besar me nanya - kan progres normalisasi ya kami perlu waktu untuk me - lengkapi administrasinya,” ucap nya. Pembebasan lahan itu fokus di tiga lokasi yakni Pesanggrahan, Sunter, dan Ci liwung. Dia berharap program strategis nasional terkait masalah pembebasan lahan di tiga lokasi itu bisa dimaksimalkan hingga Desember mendatang. “Kepala Balai Besar Pak Bam - bang sudah menanyakan ke gubernur perihal progres itu. Pembebasan lahan tetap ber - jalan,” kata Teguh.

Sementara itu pengamat per kotaan Universitas Trisakti Nirwono Joga menuturkan, persiapan Pemprov DKI meng - hadapi banjir secara umum baru akan teruji saat musim hu jan tiba. Berdasarkan peng amatan - nya, terdapat tiga hal yang perlu dicatat. Pertama, seluruh sa - luran air/drainase di kota Ja - karta belum sepe nuh nya bebas dari lumpur dan sam pah se - hingga besar ke mungkinan tetap ada ge nang an terutama di jalan dan per simpangan jalan serta under pass . Kedua, pengerukan sungai juga baru terbatas di beberapa sungai, sementara proses pe m - bebasan lahan untuk pe le bar an sungai terhenti sehingga permukiman yang berbatasan sungai dipastikan akan terkena banjir kembali.

“Ketiga, pengerukan dan penataan danau / - waduk/situ (daerah tampungan air) belum maksimal sehingga kapasitas masih terbatas dan tidak banyak membantu me - ngu rangi banjir,” ujar Nirwono.

Bima setiyadi