Edisi 08-10-2018
Penerapan ETLE Belum Optimal


JAKARTA –Penerapan sistem electronic traffic law enforcement(ETLE) di kawasan Sudirman- Thamrin masih mengalami kendala.

Akibatnya, penegakan hukum terhadap para pelanggar masih belum optimal. Masih banyak kendaraan yang belum terekam atau tercapture saat melakukan pe langgaran lantaran ada gangguan pada kamera perekam closed circuit television (CCTV) yang terpasang di sejumlah persimpangan. Selain itu, padatnya lalu lin tas juga memperburuk re kaman. Rapatnya kendaraan saat melintas di ruas jalan tersebut mem buat alat tidak dapat me rekam dengan baik pengendara yang melanggar. “Sem pat gangguan, ada juga ka re na kondisi kendaraan yang pa dat. Ini masih di evaluasi. Nan ti kita carikan formulanya,” kata Dir lantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf. Untuk meningkatkan kualitas penerapan sistem ETLE, Ditlantas Polda Metro Jaya men datangkan alat perekam CCTV dari China.

Peralatan yang dibeli dengan harga Rp1,2 miliar setiap unitnya ini dinilai mampu melakukan perekaman cukup jelas dan meng-capture kecepatan kendaraan hingga 300 km/jam. Meskipun dinilai cu kup canggih, hingga hari keem p at uji coba ETLE masih ada sejumlah kendaraan yang be - lum terekam. Dia menyebutkan, hingga ki ni total ada 101 kendaraan yang tidak terekam. Rincian - nya, 60 kendaraan di hari per - tama ETLE, kemudian 23 ken - daraan pada hari kedua, dan 18 kendaraan di hari keempat. Yusuf menambahkan, pada hari keempat uji coba tercatat ada tujuh kendaraan dinas yang me langgar. Jumlah ini meng - alami kenaikan dibandingkan uji co ba pada hari ketiga, yakni enam kendaraan dinas.

Se dang - kan hari kedua sebanyak tiga mo - bil dinas, pelanggar ter ting gi ter - jadi pada hari pertama pe ne rap - an ETLE yakni 22 ken daraan. Yusuf menyebut, tujuh ken - daraan yang melanggar sistem ETLE pada hari keempat terdiri atas mobil pelat merah empat kendaraan, dua kendaraan mi - lik TNI/Polri, dan satu ken da ra - an kedutaan. “Total kese lu ruh - an kendaraan ada 93 kendaraan yang tercatat melanggar di hari keempat,” ucap Yusuf. Selain mobil dinas, sambung Yusuf, beberapa kendaraan yang melanggar yakni 46 ken - daraan pelat hitam; 14 ken dara - an pelat kuning, 8 kendaraan di - nas dari luar Jabodetabek, dan ti dak ter-capture 18 kendaraan. Sementara waktu pe lang - gar an paling banyak, kata Yu - suf, terjadi pada pukul 12.00 - 18.00 WIB yakni 50 kendaraan.

Kedua, pada pukul 06.00-12.00 WIB sebanyak 31 kendaraan. “Pelang gar an masih di do mi na - si me ne robos traffic light hingga marka jalan,” tuturnya. Meski demikian, dibanding - kan hari ketiga, Yusuf mencatat pelanggaran alami penurunan se besar 11% dari hari ketiga se - banyak 104 kendaraan. Pengamat transportasi Uni - versitas Trisakti, Nirwono Joga menyarankan agar penerapan ETLE ditunda. Alat perekam yang mengalami masalah me - nan dakan sistem itu belum siap. Dia mengaku telah me - nyam paikan kepada Dirlantas. Perlunya penundaan ETLE lantaran sistem yang be lum siap dan berfungsi dengan baik, termasuk sistem website un tuk mendukung ETLE.

”Harus dilakukan perbaikan se gera bila tetap ingin mene rap kan sistem ini. CCTV yang be lum bisa merekam dengan baik harus segera diperbaiki atau di ganti serta teknologinya. Yang jelas, ETLE belum siap dilak sa na kan saat ini, sebaiknya ditun da sam - pai alatnya siap,” tutup nya.

Yan yusuf