Edisi 08-10-2018
Perusahaan Raksasa dengan Asal Usul Tak Terduga


Nama perusahaan biasanya identik dengan produk mereka. Misalnya Coca-Cola identik dengan minuman, Adidas dengan produk olahraga dan Sony dengan produk elektroniknya.

Namun sejumlah perusahaan terkenal di bawah ini tidak dimulai dari bidang usaha seperti dikenal sekarang. Dengan kata lain namanya telah melenceng dari bidang usaha saat awal didirikan. Berikut 10 perusahaan kakap dunia dengan asal usul tak terduga.

3M/MINNESOTA MINING AND MANUFACTURING (awalnya tambang korundum)
Pada 1902, lima pengusaha kaya Amerika Serikat (AS) mendirikan 3M. Awalnya mereka tidak puas dengan produksi perusahaan yang tidak mencapai target 50.000 barang per hari . Sebenarnya mereka mendirikannya perusahaan ini untuk menambang korundum yang akan diproses menjadi ampelas atau kertas pasir. Itulah alasan kenapa nama perusahaan ini awalnya dinamai “Minnesota Mining and Manufacturing Company”. Pada 1905, 3M di ambang kebangkrutan. Seorang pengusaha St. Paul dan Lucius Pond Ordway menyuntikkan dana segar USD25.000 dengan imbalan 60% kepemilikan saham.Setelah memperoleh dana segar, perusahaan ini mulai berbenah dan memperluas bisnisnya dengan memproduksi isolasi, catatan tempel, dan floppy disk (disket) yang sukses di pasaran. Hingga saat ini, 3M aktif di beberapa industri, termasuk telekomunikasi, perlengkapan kantor, peralatan medis, peralatan keamanan dan transportasi.

ROYAL DUTCH SHELL (awalnya importir kerang)
Royal Dutch Shell didirikan 1833 saat seorang pemilik toko di London bernama Marcus Samuel mulai mengimpor kerang dari China, Jepang dan Korea untuk digunakan sebagai bahan mendesain interior. Pada 1886, bisnis itu dikelola kedua anaknya, Sam dan Marcus Samuel Jr yang kemudian mulai mengekspor mesin dan tekstil ke negara-negara Asia. Uang hasil penjualan itu digunakan membeli gandum, gula, dan tepung. Sam dan Marcus Samuel Jr mengembangkan usaha itu ke bidang perdagangan minyak dan menjadi perusahaan pertama yang mengangkut minyak dengan kapal tanker dan memberi nama perusahaan itu "The Tank Syndicate," yang kemudian diubah menjadi “Shell Transport and Trading Company” pada 1897. Bersama perusahaan minyak Royal Dutch, Shell Transport and Trading Company membentuk perusahaan minyak bernama “Asiatic Petroleum Company”. Pada 1907, Asiatic Petroleum Company berubah menjadi Royal Dutch Shell

SAMSUNG (awalnya toko kelontong)
Maret 1938, Lee Byung-chull dengan modal awal hanya USD27 membuka toko kelontong dan perusahaan kecil di Taegu, Korea Selatan (Korsel). Perusahaan itu disebut Samsung dan fokus pada impor-ekspor ikan kering, nabati, dan mi. Kemudian ia beralih ke penyulingan gula, asuransi, keamanan, dan tekstil hingga akhirnya Samsung memiliki pabrik tekstil terbesar di Korsel. Pada 1960 Samsung memproduksi peralatan elektronik. Hingga di 1987, Samsung membentuk beberapa anak perusahaan, yaitu Samsung Electronics, Shinsegae Group, CJ Group, dan Hansol Group. Untuk Samsung Electronics memfokuskan usahanya pada bidang elektronik, konstruksi, rekayasa teknik, dan teknologi, sementara anak perusahaan lain ke bidang ritel, kimia, makanan, logistik, dan hiburan. Tahun 1993 Samsung menjual beberapa anak perusahaan untuk fokus pada bidang elektronika, teknik, dan bahan kimia.

NOKIA (awalnya pabrik kertas)
Sejarah Nokia dimulai sejak 1865, saat insinyur Fredrik Idestam membuka pabrik kertas di Tammerkoski Rapids, Finlandia. 6 tahun kemudian, dia membuka pabrik kertas lainnya di tepi Sungai Nokianvirta Finlandia yang kemudian menginspirasinya menamai perusahaan Nokia Ab. Seiring waktu, Nokia Ab mulai berkecimpung di dunia pembangkit listrik dan diakuisisi Finnish Rubber Works yang sebelumnya telah mengakusisi Finnish Cable pada 1922. Ketiga perusahaan itu beroperasi di bidang usaha berbeda sampai akhirnya tahun 1967 mereka bergabung membentuk Nokia Corporation, yang berfokus pada produksi kertas toilet, ban mobil, sepatu, sepeda, dan komputer. Nokia mulai terjun ke dalam produksi ponsel pada 1979, ketika bermitra dengan Salora dan membentuk Mobira Oy. Nokia Corporation kemudian mengakuisisi Solora pada 1984 dan 3 tahun kemudian meluncurkan Mobira Cityman 900, ponsel pertama di dunia.

TOYOTA (awalnya memproduksi mesin tenun)
Berdirinya Toyota adalah gagasan dari insinyur Jepang Sakichi Toyoda, yang membuat mesin tenun mekanik pertama di Jepang pada 1897. Toyoda memperoleh hak paten atas penemuannya dan pada 1918, ia menciptakan Toyoda Spinning and Weaving yaitu sebuah mesin menggulung benang. Tahun 1926, melalui perusahaannya Loom Works, ia menciptakan mesin tenun bernama Toyota Automatic Loom Works dan 1927 ia memulai produksi massal mesin tenun Type G. Dua tahun kemudian, dia menjual hak paten mesin Type G. Hasil penjualannya dari Platt Brothers of Britain seharga 100.000 Yen dia berikan kepada anaknya, Kiichiro, yang kemudian mengunakan dana itu untuk penelitian mobil. Tahun 1935, divisi mobil di bawah bendera Loom Works berhasil membuat mobil pertamanya. Pada 1937, Toyota Motor Corporation resmi terbentuk dan memisahkan diri dari Loom Works untuk fokus pada produksi mobil, sementara Loom Works tetap dalam bisnis mesin tenun, kompresor AC, dan forklift.

NINTENDO (awalnya membuat permainan kartu)
Nintendo didirikan pada 1889 yang kemudian dikenal sebagai Nintendo Koppai dan produk utamanya adalah bisnis permainan kartu. Kartu permainan Nintendo Koppai menjadi hit di Jepang. Karena merasa permainan kartu kurang meyakinkan di masa depan, Nintendo mencoba mencari sumber penghasilan lain. Mereka membuat perusahaan taksi dan perhotelan. Nintendo juga memproduksi beras cepat saji dan penyedot debu, namun semuanya gagal. Ketika di ambang kebangkrutan, Nintendo diselamatkan oleh mainan Ultra Hand yang sangat sukses di pasaran. Nintendo kemudian menaruh minat pada industri game saat menjadi distributor resmi Magnavox Odyssey di Jepang, konsol game pertama di dunia. Nitendo kemudian fokus membuat game konsol hingga pada 1983 merilis game konsol pertamanya Family Computer (Famicom), yang kemudian diganti namanya menjadi Nintendo Entertainment System (NES).

HASBRO Inc (awalnya memproduksi pensil)
Hasbro adalah perusahaan pembuat mainan terbesar kedua di dunia setelah Mattel Inc. Didirikan Hassenfled bersaudara pada 1923 dengan nama Hassenfeld Brothers Incorporated. Mereka mendaur ulang barang bekas untuk membuat kotak pensil yang kemudian dijual bersama pensil. Pada 1930, pesaing mereka mulai membuat kotak pensil dan menjualnya dengan harga lebih rendah. Tidak ingin terlempar dari bisnis ini, Hassenfeld mulai membuat pensil dan mainan yang mereka anggap sebagai bagian dari perlengkapan sekolah. Pada 1968, mereka mengubah nama menjadi Hasbro Industries dan memecah perusahaannya menjadi dua unit usaha. Yang satu berfokus pada pembuatan mainan, sementara unit lain fokus pada pembuatan pensil. Hasbro juga pernah merambah ke bidang peralatan masak namun tidak menguntungkan sampai akhirnya menjual unit usaha pembuatan pensil dan berkonsentrasi penuh pada bidang pembuatan mainan.

PEUGEOT (awalnya pabrik tepung terigu)
Pada 1810, dua bersaudara Jean Pierre dan Jean Federic Peugeot mengubah pabrik tepung terigu menjadi pabrik baja untuk membuat gergaji, penggiling kopi, dan penggiling lada. Produk inilah yang menginspirasi lahirnya logo khas mereka singa dengan rahang terbuka yang melambangkan kekuatan dari penggilingnya. Kemudian mereka membuat bingkai payung, roda, sepeda, crinolines (rangka besi untuk mengembangkan gaun wanita) dan juga membuat kendaraan. Tahun 1882 Peugeot membuat sepeda Le Grand Bi dan di 1889 mulai membuat mobil pertamanya. Seiring berjalannya waktu, Peugeot terbagi menjadi dua divisi. Divisi yang satu masih berfokus pada bidang usaha sebelumnya, sementara satu lagi fokus pada pembuatan mobil dan sepeda. Hingga akhirnya kedua divisi ini bergabung dan berkonsentrasi pada produksi mobil dan sepeda.

WRIGLEY (awalnya pembuat sabun)
Nama Wrigley terkenal dengan permen karetnya. Wrigley didirikan oleh William Wrigley Jr pada 1909. Sebelumnya, dia bekerja sebagai salesman untuk bisnis sabun milik ayahnya. Wrigley Jr memberi hadiah payung gratis kepada siapa pun yang membeli sabunnya. Tapi payung itu memudar jika terkena air hujan, jadi dia beralih untuk memberikan Baking Powder gratis. Baking powder (tepung pengembang kue) ternyata lebih populer dari pada sabun, kemudian dia mengabaikan sabun dan menjual baking powder. Ketika menjual baking powder, dia memberikan permen karet sebagai hadiah bagi pembeli. Kejadian sama pun terulang di mana permen karet lebih populer dibandingkan baking powder. Wrigley melihat bisnis permen karet lebih menjanjikan sehingga pada 1909 ia membeli Zeno Manufacturing dan mulai memproduksi massal permen karet.

SUZUKI (awalnya memproduksi mesin tenun)
Suzuki mengawali debutnya pada 1909 karya Michio Suzuki. Sama seperti pendahulunya Toyota, Suzuki juga membuat mesin tenun dan dinamakan Suzuki Loom Works kemudian berganti nama Suzuki Loom Manufacturing Company pada 1920. Karena berhasil membuat mesin tenun, Suzuki mulai merambah ke pembuatan mobil. Suzuki membuat mobil prototipe pertamanya pada 1937. Tahun 1951 pasar mesin tenun anjlok dan Suzuki berada di ambang kebangkrutan. Pada 1952 Suzuki akhirnya meluncurkan sepeda motor pertama mereka dan sukses besar di pasaran. Melihat hal itu, pada 1954 pemerintah memberikan subsidi kepada Suzuki untuk memproduksi massal sepeda motor. Hal ini pula menjadi tonggak awal berdirinya Suzuki Motor Corporation.

PRODUK GAGAL PERUSAHAAN BESAR DUNIA

Perusahaan besar identik dengan produk mumpuni. Produk dari perusahaan itu biasanya hampir selalu menarik perhatian publik. Namun siapa sangka di balik kesuksesan tersebut tak jarang perusahaan merilis produk yang menuai respons negatif bahkan mengalami kegagalan.

New Coke
Jangan kira perusahaan sebesar Coca Cola tidak pernah mengalami kegagalan dalam membuat produk. Pada 1983, pangsa pasar untuk Coca-Cola ada jauh di bawah 24%. Angka itu tentu saja jelek buat perusahaan sekelas Coca Cola. Buat meningkatkan penjualan akhirnya dibuatlah 'New Coke'. Ini adalah minuman soda yang dibuat pakai formula baru. Sialnya, minuman itu malah dibenci banyak orang.

RJ Reynolds smokeless cigarettes
Pada 1988 semua orang mulai memahami bahaya merokok bagi kesehatan mereka. RJ Reynolds, menanggapi momen ini dengan merilis sebuah merek rokok tanpa asap. Rokok ini digembar-gemborkan sebagai rokok versi sehat. Sayangnya rokok ini malah dianggap ‘terasa seperti kotoran’.

Apple Newton
Jauh sebelum memperkenalkan iPhone, Apple pernah lebih dulu memperkenalkan perangkat bernama Apple MessagePad. Perangkat ini menggunakan personal assistants OS bernama Newton. Perangkat ini disematkan beberapa aplikasi seperti Notes, Names, dan Dates. Namun, penjualan MessagePad dinilai gagal dan hanya bertahan 5 tahun. Akan tetapi, perangkat ini disebut-sebut jadi cikal bakal gagasan Apple menciptakan iPhone dan iPad.

McDonald’s Arch Deluxe
The Arch Deluxe adalah salah satu produk dari restoran cepat saji, McDonalds. Pada 1996, McDonald akhirnya memperkenal produk ini. Setelah menghabiskan USD300 juta untuk penelitian demi menciptakan produk ini, McD harus menerima nasib buruk karena ternyata produk ini dibenci banyak orang

Microsoft Zune
Meskipun dikenal sebagai perusahaan software, Microsoft nyatanya pernah bersaing dengan Apple dalam hal produk pemutar musik digital. Untuk menyaingi iPod, Microsoft merilis Zune pada 2006. Namun sambutan pasar ternyata tak positif. Salah satunya karena bug yang kerap ditemui pengguna pada perangkat itu. Keputusan Apple untuk merilis iPhone kian menutup potensi Zune. Akhirnya, pada 2012 Microsoft resmi memberhentikan seluruh layanan Zune.

HP Touchpad
Dianggap sebagai saingan Ipad, namun sayangnya banyak yang mengatakan kalau spesifikasi produk ini kurang mumpuni. Padahal desain juga sudah sebaik mungkin dan mengusung teknologi terkini. Namun, pasar tidak merespons baik. Selain spesifikasi biasa saja, harganya juga mahal.