Edisi 08-10-2018
Sekolah di Palu Harus Segera Bangkit


PALU - Pemerintah memprioritaskan kegiatan belajar mengajar di Palu, Donggala, Sigi, Parigi Mautong, Sulawesi Tengah yang terganggu akibat gempa bumi dan tsunami bisa segera normal kembali.

Pemulihan psikologis siswa dan guru pun dilakukan seiring dengan pendirian sekolah darurat. Pemulihan proses belajar mengajar jika tidak segera dimulai se ka rang dikhawatirkan akan semakin sulit mengajak siswa bersekolah. “Sis wa apa pun kondisinya harus berusaha dibangkitkan kembali. Karena mereka tumpuan kita ke depan untuk membangun Palu dan Dong gala,”ujar Menteri Pen di dikan dan Kebudayaan (Men dikbud) Muha djir Ef fen dy saat rapat koordinasi (rakor) dengan Dinas Pen didikan dan LPMP Su lawesi Tengah di Kantor Lem baga Penjamin Mutu Pen di dikan (LPMP), Palu, kemarin.

Mendikbud mengaku langsung meninjau lokasi gempa karena ingin memiliki gambaran utuh tentang perbaikan dan bantuan apa yang akan diberikan dari pusat. Tujuannya adalah untuk segera mempercepat nor malisasi kegiatan belajar me ngajar. “De - ngan melihat lan g sung maka kita a d a gambaran konkret seperti apa penanganan di sektor pend idi kan,” katanya. Dari hasil evaluasi di la pang - an, langkah pertama yang akan dilakukan adalah pemulihan kondisi mental guru dan kepala se kolah serta pemulihan siswa - nya agar bisa belajar. Ke men - dikbud juga akan mengirim kon - selor terlatih untuk melakukan penyembuhan trauma kepada siswa serta guru korban gempa dan tsunami dengan jumlah se - suai yang diminta Dinas Pen di - dikan dan LPMP.

Muhajir menjelaskan, pen da - taan guru dan siswa yang menjadi korban memang ter - ken dala ka rena ter se - barnya mereka di be berapa titik lokasi posko pe ng - ungsian. Oleh karena itu pe - merintah membuat ke bi - jakan bahwa anak korban bencana Palu bisa pindah dan diterima di se kolah mana saja di Indonesia. “Ti - dak hanya di Sulawesi, di mana saja mereka berada saya minta sekolah menerima anak-anak yang mengungsi. Intinya semua anak harus ber se kolah dan tidak bisa ditunda,”katanya. Muhadjir me nga tak an, siswa cukup lapor ke sekolah yang di tuju. Selanjutnya sekolah yang akan melapor ke Dinas Pen di dikan bahwa mereka akan me nampung siswa korban bencana. Proses berikutnya, data siswa akan langsung masuk ke Data Pokok Pendidikan (Da po - dik) un tuk memudahkan administrasi.

Kebijakan ini tidak hanya untuk sekolah negeri, tetapi juga se ko lah swasta, antara lain sekolah Mu hammadiyah sudah menya ta kan mau menampung siswa dari da erah bencana. Mendikbud men je las - kan, saat ini kelas darurat sudah di di rikan di lo - kasi pengungsian. K e - mendik bud akan terus mem bangun se kolah darurat dengan bahan-bahan yang ada di ling kungan sekitar dan beratap terpal. Sekolah sementara ini bisa bertahan hing ga satu tahun. “Sekolah darurat ini sudah kita bangun di Lombok, Nusa Teng ga ra Barat (yang se belumnya juga mengalami mu si bah gempa bu mi). Targetnya yang penting anak-anak masuk sekolah dulu,” katanya.

Untuk jangka panjang, Ke - menterian Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nantinya yang akan membangun sekolah permanen. Saat ini ada sekitar 2.700 sekolah yang ter - data di Palu dan 300 di antaranya dalam keadaan rusak berat. Se - kolah permanen yang di bangun akan menggantikan se kolah yang hancur tersebut. Pem bangunan sekolah permanen ini d i per ki - rakan akan memakan wa ktu dua tahun. Mendikbud sangat berharap, ujian dari Tuhan ini tidak membuat warga Palu semakin ter pu - ruk, tetapi malah lebih kuat untuk menghadapi masa depan. Dia men contohkan negara Jepang yang saat ini terbilang tangguh di segala bidang karena Jepang sering dilanda bencana alam.

“Kita harus bisa menatap ke de pan. Segera bangkit baik fisik maupun mental untuk mem ba ngun kem bali,”tandasnya. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah Irwan Lahace mengatakan, dari data sementara ada 18 siswa yang dinyatakan meninggal dunia dan 32 masih hilang. Pendataan ini masih sementara karena banyak yang mengungsi ke gunung yang belum terjangkau petugas. Selain itu banyak keluarga yang me ngungsi ke kerabatnya di luar Pulau Sulawesi. Irwan mengatakan, Pemprov sudah berkirim surat un - tuk pem berian dispensasi bagi siswa yang mengungsi di lokasi lain agar bisa diterima sekolah.

Selain itu para pegawai negeri juga sudah di pe rin tahkan pada hari ini sudah berada di Palu agar aktivitas pe merintahan bisa berangsur nor mal. “Apa ratur Sipil Negra (ASN) terutama guru dan kepala seko lah juga diminta tanggal 8 sudah ber ada di Palu,” katanya.

Neneng zubaidah