Edisi 08-10-2018
Budaya Etnik Warnai Kirab Jarwana


SOLO – Suasana Bhinneka Tung gal Ika mewarnai Kirab Bu daya dan Pesta Jajanan Tradisional Jarwana, Kelurahan Jayengan, Kecamatan Serengan, Solo, Jawa Tengah, ke marin.

Budaya tradisional tiga etnik yang dalam sejarahnya menghuni wilayah itu di tam pilkan dalam bingkai persa tuan dan kesatuan. Kebudayaan tiga etnik yang ditampilkan adalah dari etnik Banjar, Jawa, dan China atau biasa dikenal sebagai Jarwana, dari Banjar-Jawa-China. Kirab multietnis di perkampungan yang memiliki banyak keunik an itu merupakan event yang ke - dua dan pengembangan ge laran pertama pada 2017. “Wi layah Jayengan pada masa Ke raton Kasunanan Surakarta me ru pa kan tempat tinggal pra jurit ke raton yang ber nama Ja yengastro,” kata Ke - tua Pa nitia Kirab Bu daya dan Pesta Ja janan Jar wana, Krisno Jat miko, kemarin.

Dalam perkembangannya, per kampungan Jayengan di hu - ni warga tiga etnik, yakni etnik Banjar dari Kalimantan, warga keturunan Tionghoa atau Chi - na, dan masyarakat Jawa sen - diri. Keturunan keti ga etnik yang populasinya ham pir sama banyak tersebut selama ini hi - dup harmonis dalam tradisi ma - sing-masing. Mereka dapat hidup ber - dampingan secara da mai tan - pa ada konflik. Bahkan pada 1960 muncul istilah Jar wana, sing katan dari Banjar, Jawa, China. Masyarakat Jarwana yang hidup rukun dan saling meng - har gai merupakan budaya adi - lu hung yang menginspirasi ki - rab budaya dan pesta kuliner tra disi khas ketiga etnik.

Bu da ya Jarwana tersebut perlu di ang kat sebagai pem - belajaran ma syarakat tentang penting nya hidup rukun dalam kera gaman. Dalam Kirab Budaya Jar - wana, tiap etnik menampilkan ciri khas budayanya. Mi sal nya masyarakat Banjar menampilkan prosesi pengantin Ban jar, Jawa dengan prosesi pe ngan tin Jawa, China dengan tra disi adat kesempurnaan. Prajurit Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo asal Kampung Jayengan yang di namakan Prajurit Jayeng as - tro juga ikut kirab. Sebanyak 1.200 peserta dari 36 kelompok peserta mengikuti kirab keliling wilayah Kelurahan Jayengan yang sebagian besar kawasan pertokoan.

Setelah kirab bu da ya, para peserta menikmati Pes ta Ja jan - an Tradisional Jarwana berupa kuliner khas ketiga et nik. Se - banyak 1.500 porsi ma kan an khas masyarakat Jar wana disaji kan dalam pesta rakyat. Warga Banjar menyajikan kue lumpur banjar, bubur sa - min, roti pisang banjar, roti pu - tih, ontok-ontok, lepet, putu ma yang, dan apem banjar yang bia sanya ramai dijual pada bu - lan Ramadan. Adapun etnik Jawa me nya - jikan kuliner tra di sional n ogosari, awuk-awuk, ti mus, kue lapis beras, kue serabi, lemet, dan putu ayu. Kue serabi di Kelurahan Jayengan meru pakan salah satu ikon kuliner yang sangat populer dengan nama Serabi Notosuman.

Adapun warga China menyajikan kue koe, kue moho, kue mangkuk, komplang, wajik china, pia pia, seng kho lo, bak pia, dan bak cang.

Ary wahyu wibowo