Edisi 08-10-2018
Gempa Guncang Haiti, 11 Orang Tewas


PORT-AU-PRINCE - Gempa bumi mengguncang Haiti Utara pada Sabtu (6/10) dan menewaskan 11 orang. Kepolisian menyatakan lebih dari 100 orang terluka di Port-de-Paix, pan tai utara dekat pusat gempa berkekuatan 5,9 skala richter (SR).

“Pusat gempa berada di ke - da laman 11,7 km,” kata per - nya ta an US Geological Survey (USGS) dikutip kantor berita Reuters , kemarin. Tujuh orang tewas di Portde- Paix dan empat orang tewas di wilayah sekitar Gros-Morne menurut keterangan otoritas lokal. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk membantu para korban yang masih trauma dengan gempa bumi se - belumnya pada 2010. “Port-de-Paix, Gros-Morne, kota Chansolme dan pulau Tor - tuga menjadi beberapa wilayah yang paling parah terkena gempa,” kata pernyataan ba - dan perlindungan sipil Haiti. “Guncangan itu terasa di seluruh wilayah negeri, me mi - cu kepanikan di beberapa kota,” ungkap badan per lin - dungan sipil Haiti.

Presiden Haiti Jovenel Moise meminta warganya te - tap tenang. Dia telah me me rin - tahkan semua sumber daya ne - gara untuk membantu proses pemulihan bencana. Beberapa rumah di wilayah gempa han - cur akibat guncangan keras. Puluhan orang yang terluka segera dibawa ke beberapa ru - mah sakit. Penilaian kerusakan akibat gempa segera dilakukan sejak kemarin pagi. Badan perlindungan sipil menyatakan sebanyak 135 orang dirawat karena meng - alami luka. “Beberapa gedung yang rusak antara lain satu ge - reja di kota Plaisance,” kata per - nyataan badan sipil itu.

Guncangan kali ini me ru pa - kan salah satu terbesar di Haiti sejak gempa 7,0 SR yang me - ner jang Port-au-Prince pada 2010 hingga menewaskan pu - luhan ribu orang. Gempa pada Sabtu (6/10) juta terasa di Portau- Prince, tapi laporan awal menyatakan gempa itu tidak mengakibatkan kerusakan besar. Surat kabar lokal Le Nou ve - lliste menyatakan satu orang tewas saat auditorium roboh di Gros-Morne. Selain itu, para ta - hanan dikeluarkan dari kompleks penjara kepolisian yang rusak akibat gempa.

Syarifudin