Edisi 11-10-2018
Hari Ini Pencarian Korban Dihentikan


JAKARTA- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan pencarian atau evakuasi korban jiwa resmi dihentikan pada 11 Oktober 2018.

Penghentian ini ditandai dengan pernyataan pemerintah sekaligus doa bersama. Rencananya, pro ses ini akan digelar di Bala roa, Petobo, dan Jono Oge. Tiga lo kasi ini bakal ditutup dan dijadikan Ruang Terbuka Hijau, tempat ber se ja rah dengan pem ba ngunan mo numen. Walaupun pemerintah res mi meng hentikan pencarian, ma sya ra kat dan relawan masih di per bolehkan melakukan penca ri an. Hal ini sejalan dengan pem bersihan oleh peme rin tah. Jika masih ditemukan korban, BNPB akan tetap meng-update data ber dasar perkembangan di lapangan.

Hingga kemarin korban meninggal du nia akibat gempa dan tsunami di Sul teng mencapai 2.045 jiwa. BNPB memas tikan seluruh korban yang di te mu kan telah dimakamkan dengan perincian pemakaman massal 969 jenazah dan pemakaman keluarga 1.079 jenazah. “Evakuasi atau pencarian kor ban jiwa akan dihentikan 11 Oktober 2018. Namun untuk masa tanggap da rurat akan dibahas lebih lanjut.” “La yanan ke bu tuhan dasar bagi pe ngungsi, layanan kesehatan, dis tri busi logistik, layanan sekolah daru rat, pem bangunan huntara (hunian sementara) dan lainnya dilan jutkan hing ga akhir Ok to ber 2018,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Hu mas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor nya, Jakarta, kemarin.

Selain korban meninggal, BNPB juga mencatat sebanyak 2.549 orang ter kena luka berat dan 8.130 meng alami luka ringan. Korban yang hilang ber - da sarkan laporan sebanyak 671 orang. Sutopo menjelaskan, jum lah pengungsi yang berada di Sulawesi Te ngah sebanyak 74.044 orang dan ter bagi di 112 titik. Kemudian, pe ngung si yang keluar dari Sulawesi Tengah mencapai 8.731 orang. Mengenai proses re lo kasi, Sekretaris Badan Geo logi Kemen terian ESDM Anto nius Ratdo mo purbo mengungkapkan pihaknya terus melakukan upaya untuk men cari tempat yang layak relokasi korban gempa dan tsunami yang minim terdampak proses likuifaksi atau fe no me na mencairnya sedimen bawah tanah akibat gempa.

“Saat ini kami masih melaku kan penelitian agar segera direkomendasikan kepada pemerintah daerah setempat agar pro ses relokasi bisa segera dilak sanakan,” ungkapnya di kantor BNPB, Jakarta, kemarin. Antonius juga mencatat ada 2 kota di Indonesia telah memiliki peta bencana likuifaksi Peta ter sebut disusun oleh Badan Geo lo gi Kementerian ESDM. “Sejauh ini 2 kota yang su dah memiliki peta likuifaksi. Se bagian besar kota besar yang berada di daerah rawan gempa. Kota Padang, Ma taram dan Yog yakarta sudah me miliki peta bencana likuifaksi. Peneliti an likuifaksi telah dila ku kan Ba dan Geologi Kementerian ESDM sejak gempa Padang di ta hun 2012.”

Antonius menambahkan, karakteristik likuifaksi di setiap daerah berbeda-beda. Misalnya di bencana gempa Yogyakarta tahun 2006, di satu kawasan hanya satu rumah tenggelam oleh lumpur. “Tidak semua likue faksi itu sama. Pada gempa Yog yakarta hanya 1 rumah yang tengge lam, sebelahnya tidak. Jadi pe ta ini untuk melihat seberapa besar peluang terjadi likuefaksi. Seperti likuifaksi yang terjadi di Sulawesi Tengah. Likuifaksi itu terjadi di Perumnas Balaroa, Petobo (Kota Palu), dan Desa Jono Oge (Kabupaten Sigi).” Sementara itu proses re ha bi - litasi dan rekonstruksi pasca - ben cana Sulteng yang dila ku - kan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) berjalan cepat. Kinerja ini di antaranya ditunjuk kan PT Telkom dan PT PLN (Persero). Telkom, misalnya, men catat pemulihan situs BTS sudah mencapai 91%, sedang - kan layanan Telkom Backbone & Metro sudah 100%.

Adapun PLN berhasil memu lihkan aliran di Palu hingga 100%. Tujuh gardu induk yang ada telah beroperasi 100%, yang didukung dengan 1.533 gar du distribusi yang telah ber - operasi.Selain itu, sebanyak 45 penyulang/listrik telah pulih 100%, yaitu dan sebesar 101,2 MW daya tersedia untuk Palu. Saat ini beban puncak sistem Sulteng sebesar tercatat 54,14 MW. PLN juga mengerahkan sebanyak 66 unit genset dan didistribusikan ke daerah Palu, Donggala dan Sigi. “Saya sangat bangga dan se - nang, BUMN-BUMN telah be - kerja keras dan bersinergi men - dukung upaya pemulihan Palu seusai gempa dan tsunami. Listrik sudah pulih, layanan tele - komunikasi, perbankan dan penyaluran bantuan logistik juga sudah berjalan baik.

Ini tentunya kerja keras BUMN, untuk terus memberikan pela - yanan terbaik bagi masyarakat khususnya bagi korban ben cana, “ ujar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini M Soemarno, di sela-sela kunjungan nya ke kota Palu dan Sigi kemarin. Langkah cepat juga ditu njuk kan BUMN perbankan. Bank BNI, misalmya, telah meng operasikan dua kantor cabang dan 7 kantor cabang pembantu. Sebanyak 56 ATM (dari total 100) telah beroperasi dan 3 unit kas keliling (BNI O-Branck) di Parigi, Palu dan sekitarnya. Adapun Bank Mandiri mengope rasikan 6 kantor cabang reguler dan tiga cabang mikro telah beroperasi, dengan didukung sebanyak 31 ATM yang sudah kembali online.

Sedangkan Bank BTN telah mengoperasikan 6 gerai dan didukung 8 ATM yang online . Bank BRI mengoperasikan seba nyak 33 (dari total 39) jaringan dan diidukung 79 ATM (da ri total 106 ATM) yang sudah kem bali pulih. Pemulihan opera sional dan layanan nasabah di dukung jaringan BRISat, 1 EBuzz serta 13 Teras Keliling. Dalam layanan energi dan bahan bakar minyak (BBM), PT Pertamina mengoperasikan 1 SPBU di Sigi, 7 SPBU di Parigi Moutong, 3 SPBU di Mamuju Tengah dan 3 SPBU di Mamuju Utara.

Terdapat 3 SPBU yang rusak parah dan perlu perbaikan hingga 6 bulan.Di sisi lain 2 Stasiun Pengisian Bahan Ba kar Elpiji (SPBE) di Palu sudah beroperasi normal, sementara 11 dari 12 Agen juga sudah beroperasi normal.

Miftahul chusna/ binti mufarida

Berita Lainnya...