Edisi 11-10-2018
Amien Rais Dicecar 30 Pertanyaan


JAKARTA–Mantan Ketua MPR Amien Rais akhirnya memenuhi panggilan Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kemarin.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) ini diperiksa sebagai saksi kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoaks ) penganiayaan Ratna Sarumpaet. Dengan didamping ratusan PA 212 dan putra pertamanya Ah-mad Hanafi Rais, Amien men jalani pemeriksaan selama enam jam dimulai dari pukul 10.10 dan baru berakhir pukul 14.10WIB. Setelah menjalani pemeriksaan, Amien me nyebut kan dirinya dihargai dan dimuliakan oleh penyidik. Amien juga mengaku dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik. Namun, menurut dia, semua pertanyaan itu tidak berteletele, apalagi menjebak.

“Jadi, itu demikian smooth , bagus, dan pertanyaannya itu straight. Tidak muter-muter, apalagi menjebak. Terima kasih sekali,” kata Amien Rais di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, kemarin. Bahkan di sela-sela penyidik an, Amien mengaku sempat di berikan waktu untuk ber istirahat dan makan siang. Se jumlah makanan juga ditawarkan penyidik mulai dari gudeg, nasi timbel, nasi jamblang, hingga ayam kampung. “Jadi ingin tahu, siang tadi makan gudeg, ayam kampung, kemudian ditan tang bawa nasi jamblang, nasi timbel ya. Tapi, kalau terlalu banyak, tidak bagus ya. Jadi itu saja,” ujarnya.

Sikap Amien ini berbalik dengan sebelum menjalani pe meriksaan. Sebelumnya Amien sem pat menilai pemanggilan di rinya dalam kasus ini penuh kejanggalan. Sebab pe mang gilan dirinya tercatat pada 2 Ok tober 2018. Padahal Ratna Sarum paet ditangkap pada 4 Oktober 2018. “Saya sampaikan ke pada masyarakat Indonesia, saya tadi malam lihat Bapak Irjen Setyo Wasisto menyatakan bahwa saya dipanggil ber da sarkan keterangan Ratna Sa rumpaet. Ini videonya, ini nanti Anda cari sendiri. Ini kita lihat surat panggilan untuk saya tertanggal 2 Oktober ya,” ungkap Amien.

Selain itu, alasan pe manggilan dirinya karena keterangan Ratna adalah akal-akalan. Sebab setelah ditangkap pada 4 Ok tober 2018, polisi baru me - minta keterangan Ratna. Senada diungkapkan Ahmad Hanafi Rais. Dia menilai ada nuansa politis dibalik pemang gilan ayahnya sebagai sak si. Dia pun menduga ada ke - cenderungan kesaksian ini sengaja dilakukan untuk meng gagal kan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Pilpres 2019 se hingga nanti akan menjadi pas lon tunggal. “Jadi, sentimen otoritasisme ini halus dan kita harus waspadai,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kabid Hu mas Polda Metro Jaya Kom - bes Pol Argo Yuwono menga takan, jika tanggal 2 Oktober 2018 kasus ini sudah naik ke penyidikan atas dasar laporan polisi. “Tanggal 2 sudah naik ke penyidikan, sudah ada laporan polisi. Jadi dasarnya jangan pe - nang kapan Bu Ratna Sarumpaet. Tanggal 2 itu sudah muncul LP (laporan polisi),” katanya. Karena itu, menurut dia, semua sudah sesuai dengan prose dur. Dia menyebut semua pro ses telah dilalui seba gai mana mestinya oleh penyidik. Dalam kasus ini, selain Amien Rais, polisi juga telah me meriksa Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal pada Selasa (9/10).

Selain keduanya, polisi juga berencana memanggil be berapa tokoh nasional, seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Fadli Zon, Rachel Maryam, Dahnil Anzar Simanjutak, serta tokoh lainnya. Selain memeriksa Amien Rais, pada saat bersamaan kemarin polisi juga memeriksa Rat na Sarumpaet. Peme rik sa an itu dilakukan keseluruhan. Kabid Dokkes Kombes Pol Umar Shahab mengatakan pe me rik sa an ini merupakan per min taan pe nyidik. Namun, dia enggan me rinci pemeriksaan apa saja yang dilakukan itu. Se bab itu ada lah rahasia antara pa sien dan dok ter. “Kita periksa ber da sarkan permintaan pe nyi dik, hasil juga kita serahkan ke penyidik, bukan konsumsi publik dan kita hampir periksa semua tahanan rutin,” kata Umar.

Menurut dia, pemeriksaan Ratna Sarumpaet berjalan baik dengan hasil memuaskan. Dia juga mengungkapkan, Ratna mengakui sering mengonsumsi obat antibiotik. Fungsinya untuk apa? Umar enggan me n jelaskan. “Ya obat kalau dia sakit pe rut. Ya namanya bekas luka - kan harus dilakukan pe me riksaan. Habis luka itu daripada kena infeksi, minum antibiotik, kalau sakit kasih obat anti sakit,” ujarnya. Sementara itu, di sela-sela pemeriksaan Amien Rais, ke ma rin, ribuan massa dari Per sau daraan Alumni (PA) 212 melakukan aksi unjuk rasa di luar gerbang Polda Metro Jaya. Mereka mengecam pemang gil an Amien Rais oleh Polda Metro Jaya.

Sekretaris Jenderal PA 212 Ustadz Bernard Abdul Jabbar menyebut, ada 500 hingga 1.000 massa akan mengawal pemeriksaan Amien Rais. Menggu nakan mobil komando, ribuan massa kemudian ber teriak meminta polisi bersikap objektif. Menjelang siang, aksi dihentikan. Ribuan massa ini kemudian salat berjamaah di ruas Jalan Jenderal Sudirman. Setelah salat berjamaah, massa kemudian meninggalkan Polda Metro Jaya.

Yan yusuf/kiswondari