Edisi 11-10-2018
Polri Anggap Gunawan Mempermainkan Hukum


JAKARTA –Polri mem persoalkan pengajuan berulang kali praperadilan oleh pengusaha gula, Gunawan Jusuf.

Tindakan Gunawan ini dinilai telah mem - permainkan hukum. Wakil Direktur Tindak Pi dana Ekonomi Khusus Bareskrim Kombes Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menilai, Gu nawan Jusuf sedang mem per - main kan hukum dengan mendaf tar dan mencabut guga tan nya berkali-kali dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Gunawan merupakan bos Sugar Group Company itu kembali mendaftarkan gugatan praperadilan terkait surat perintah penyidikan yang dikeluarkan Bareskrim untuk ketiga kalinya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa (9/10).

Menurut Daniel, ada keko songan hukum karena tidak ada aturan beberapa kali praper adilan boleh dicabut pe mohon. “Ini ada kekosongan hu kum, kok boleh begitu. Coba tanya ke ketua PN, kok (mainmainkan) hukum,” kata Daniel di Jakarta, kemarin. Meski demikian, pihaknya tetap memproses laporan kasus dugaan penggelapan dan pen cucian yang dilaporkan peng u sa ha Toh Keng Siong pada Agus t us 2016 itu. “Tersangka belum di tetapkan. (Gunawan Jusuf) baru mau dipanggil,” ung kap nya. Komisioner Komisi Ke polisian Nasional (Kompolnas) Poeng ky Indarti mengatakan, Kompolnas sebagai pengawas fungsional berharap agar Polri tetap melanjutkan penyidikan kasus ini.

Menurut dia, per mo - honan dan pencabutan pra per - adilan berkali-kali bisa ber - implikasi pada pendapat ha - kim yang menganggap pe mo - hon tidak serius dengan per - mo hon annya. “Meski KUHAP tidak mengatur, tetapi kasus seperti ini terjadi dan polisi te - tap harus profesional dan mandiri,” ujar nya. Sementara itu, mengenai pencabutan permohonan praper adilan berkali-kali, mantan Hakim Agung Gayus Lumbuun mengatakan, peristiwa seperti ini memang sering terjadi. Dia berharap Mahkamah Agung (MA) bisa menerbitkan aturan demi mencegah hal-hal seperti ini terjadi lagi pada kemudian hari.

“Sema (Surat Edaran Mah - kamah Agung) atau Perma (Per aturan Mahkamah Agung) di ha - rapkan bisa diterbitkan un tuk mengatur adanya kepastian hukum demi kelancaran proses peradilan sebelum adanya revisi hukum terkait adanya pen ca - but an dan pengulangan peng - aju an praperadilan ini,” ujar nya. Juru Bicara Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur membenarkan Gu na - wan Jusuf mengajukan kembali gugatan praperadilan untuk ketiga kali terhadap proses pe - nyidikan Bareskrim Mabes Pol - ri. “Permohonan praperadilan teregistrasi Nomor: 124/Pid. Pra/2018/PN Jkt.Sel tanggal 9 Oktober 2018,” ungkap Achmad.

Diketahui sebelumnya, Guna wan Jusuf dan rekannya Iwan Ang serta PT Makindo men cabut permohonan gugatan praperadilan terhadap Bares krim Mabes Polri di PN Jakarta Selatan untuk kedua ka linya sesaat sebelum sidang perdana digelar pada Senin (8/10).

M yamin




Berita Lainnya...