Edisi 11-10-2018
Sidang PK, Irman Gusman Beberkan Tiga Bukti Baru


JAKARTA - Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta yang menjatuhkan vonis 4,5 tahun penjara atas kasus suap pengaturan impor gula.

Dalam mengajukan PK, Irman mengakui memiliki tiga bukti baru. “Ada tiga novum yang kami ajukan untuk PK,”kata Irman seusai men ja - lani sidang PK di Pengadilan Tipikor, Jakarta, kemarin. Kuasa hukum Irman, Lilik Setyadjid, menjelaskan bahwa tiga novum tersebut adalah fakta hukum dari pernyataan terpidana dalam kasus kuota impor gula yang juga pemilik CV Semesta Berjaya, Memi. “Yang menyatakan tidak pernah ada pembicaraan dengan pemohon PK (Irman Gus - man) terkait pemberian uang Rp100 juta yang diterima Irman sehingga pemohon PK tidak mengetahui akan diberi uang oleh Memi,”ungkapnya.

Novum selanjutnya adalah fakta kedatangan Memi pada September 2016 bukan untuk memberikan uang kepada Irman, melainkan untuk meng - hadiri undangan pernikahan. “Dapat dikatakan pemohon PK tidak menerima uang yang berhubungan atau ber ten tangan dengan jabatannya selaku ketua DPD,”ungkap Lilik. Adapun untuk novum ketiga berupa surat perintah setor tertanggal 8 Juni 2016 terkait kuota impor gula Bulog yang menyebutkan Perum Bulog menyetujui penjualan gula da - lam operasi pasar CV Semesta Berjaya 1.000 ton, bukan 3.000 ton.

“Dapat disimpulkan Perum Bulog hanya menyetujui penjualan gula dalam operasi pasar yang akan dilakukan CV Semesta Berjaya perusahaan mi lik Memi dan Xaveriandy Su tanto sebanyak 1.000 ton bu kan 3.000 ton,”urai Lilik. Atas novum itu, penasihat hukum Irman me - minta Mahkamah Agung (MA) menerima permohonan PK Irman dan mem bebaskannya dari tun tu t an jaksa.

Sindonews