Edisi 11-10-2018
Hong Kong Bangun Rumah di Pulau Buatan


HONG KONG –Chief Exe cu tive Hong Kong Carrie Lam ber janji meredam krisis peru mah an kronis di kota itu dengan menambah suplai tanah me lalui reklamasi, pembangunan kembali proyek-proyek, serta alo kasi lebih banyak ruang untuk perumahan pu blik.

Naiknya harga real estate mem buat Hong Kong menjadi kota dengan risiko gelembung terbesar, menurut Indeks Gelem bung Real Estate Global UBS. Kondisi ini pun membuat ma rah banyak warganya. Mes ki harga rumah pribadi mulai stabil, turun untuk pertama kali dalam 29 bulan pada Agus tus, satu apartemen seluas 60 meter persegi di pulau Hong Kong bulan itu masih diban de rol USD 1,38 juta. Carrie Lam saat pidato ke bijakan tahunan kemarin menjelas kan, keterbatasan lahan men jadi prioritas utama pemerintahannya. “Perbaikan ke hi dup an dan pembangunan eko no mi serta infrastruktur trans por tasi masyarakat kita ter gan tung pada sumber daya la han, tanpa semua strategi atau re ncana itu, semua hanya omong kosong,” kata Lam di kutip kantor berita Reuters.

Dia menjelaskan, program re klamasi akan mengem bangkan pulau buatan dengan total wi layah sekitar 1.700 hektare da lam 20-30 tahun men da tang. Tujuannya menyediakan 400.000 unit perumahan dan mengakomodasi sekitar 1,1 ju - ta orang. Kota itu akan mempercepat berbagai studi untuk meng u - bah lahan tidur dan lokasi lain yang layak, termasuk gedungge dung koperasi pegawai sipil un tuk perumahan. Pemerintah juga berencana menerapkan skema pem ba - ngun an ulang lahan swasta de - ngan para pengembang dan peng gunaan kembali gedungge dung industri untuk peru - mah an transisi.

Hong Kong ingin menambah jumlah apar - te men yang layak huni dengan mengalokasikan lebih banyak la han baru untuk perumahan pu blik, termasuk menaikkan ra sio perumahan publik pada la - han yang baru dikem bang kan menjadi 70% dari 60%. Para pengamat menyata kan sebagian besar langkah yang disoroti dalam pidato Lam itu sudah diketahui pu blik. Hong Kong membentuk gugus tugas untuk suplai lahan pada 2017 dan mulai proses kon sultasi pada lima bulan ta hun ini. “Kebijakan lahan dan peru - mah an tidak memberi kejutan be sar apapun,” kata Thomas Lam, direktur eksekutif firma konsultan properti Knight Frank.

Lam menyatakan mem bu - tuh kan beberapa tahun bagi banyak langkah pemerintah un - tuk menambah suplai lahan. Suku bunga rendah, suplai pe rumahan terbatas, dan be sar nya aliran modal dari para pem beli China daratan, telah mendorong harga perumahan naik 165% dalam satu dekade. Kondisi ini memicu peringatan dari se jumlah lembaga tentang risiko gelembung aset.

Muh shamil



Berita Lainnya...