Edisi 11-10-2018
170 Perwakilan Santri Presentasikan Gagasan


YOGYAKARTA - Rangkaian Hari Santri 2018 diisi dengan Muktamar Pemikiran Santri Nusantara melalui tema “Islam, Kearifan Lokal dan Tantangan Kontemporer” di kompleks Krap yak, Yogyakarta.

Muktamar untuk pertama kalinya yang berlangsung hingga 12 Oktober itu menjadi ajang para pemikir pesantren untuk menuangkan gagasan ilmunya d alam beberapa bidang isu. Sebanyak 170 perwakilan pe ngurus pesantren, maha siswa, akademisi, peneliti akan memaparkan presentasi pe mi kiran mereka di kompleks Pe santren Al-Munawwir dan Ali Maksum, Krapyak. “Dua bulan sebelum - nya, dalam call for paper ada lebih dari 1.000 abstrak paper yang masuk ke meja pa ni tia, namun yang terseleksi ha nya sekitar 170 paper ,” kata Di rektur Pen didikan Diniyah dan Pondok Pesantren Direktorat Jen deral Pendidikan Islam Ke menterian Agama (Kemenag) Ahmad Zayadi di Yogyakarta kemarin.

Pembukaan muktamar ini diawali dengan orasi kebu da yaan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin selaku pembicara kunci, lalu di lanjutkan tiga panel yakni Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Ka maruddin Amin, Duta Besar Inggris Muazzam Malik, Director Official Leiden University Marrio Ballen, ulama dari Universitas Al Azhar Syekh Bilal Mahmud Ghanim dan ulama Ma’had Ali Ibrahimy KH Afifuddin Mu - hadjir. Malam Kebudayaan Pesan - tren juga diisi pembacaan puisi oleh Gus Hilmy, Romahurmuzy, Abidah El Khaliqie, Sosiawan Leak, Helvy Tiana Rosa, Candra Malik, Inayah Wahid, Ha bib urrahman El-Shirazy.

Penyanyi mu sik religi Veve Zulfikar, komika Dzawin, serta rapper santri Ikhsan dan Danang. Tak ketinggalan paduan suara theme song Hari Santri unjuk gigi menampilkan aksinya. Acara juga dimeriahkan Festival Serban & Pegon Kiai di Lapangan Ali Maksum Krapyak. Festival ini hendak menam pilkan kepada masyarakat umum tentang beraneka macam benda bersejarah yang biasa dipakai oleh orang-orang pesantren, dan juga me ma merkan kitab-kitab karya kiai pesantren yang berbahasa pegon atau lokal.

MILC Bekali Lulusan Tiga Bahasa Asing

Sementara itu, Kemenag mem bangun gedung Madrasah International Language Centre (MILC) di kompleks Madrasah Aliah Negeri (MAN) Bantul. MILC dirancang sebagai pusat ba hasa untuk membekali lulus - an madrasah dengan tiga ba - hasa asing yakni Arab, Inggris, dan Mandarin. Peletakan batu pertama pem bangunan MILC ini di la ku - kan oleh Menag Lukman Hakim Saifuddin, kemarin. Menag meng apresiasi langkah Kantor Kementerian Agama DIY yang berhasil menginisiasi lembaga yang secara khusus memberikan kemampuan ba ha sa asing tershadap siswa ma drasah.

Menurut Menag pem bangunan MILC tersebut me rupakan terbosan Kanwil Ke menag yang bekerja sama dengan dunia usaha yang peduli ter ha - dap dunia pendidikan. “Le mb a - ga ini diharapkan mampu mem - bekali siswa madrasah dengan kemampuan bahasa asing se - bagai bekal berkarier setelah lulus,” jelasnya. Menag Lukman Hakim Saif - uddin menyebut konsep pusat bahasa ini akan terus di ma - tangkan sehingga bisa menjadi con toh daerah lain. “Kita ada 324.000 madrasah. Kenyataan di masyarakat bisa jauh lebih besar. Ini menjadi model ma - drasah punya pengembangan bahasa asing,” terangnya.

Kepala Kanwil Kemenag DIY Muhammad Lutfi Hamid me - nyebut MILC merupakan pusat bahasa dan budaya. “MILC merupakan integrasi dari pe ngem - bangan bahasa dan juga tahfidz Alquran di mana keduanya merupakan fondasi dasar bagi lulusan madrasah yang berdaya saing,” jelasnya. Menurut Lutfi, selain me - nyiapkan lulusan madrasah yang siap berkompetisi di tingkat internasional.

Lutfi berharap siswa madrasah yang ikut belajar di MILC sudah siap belajar ke luar negeri sebagai international students. Pihaknya menargetkan setiap tahun ada 50 siswa yang belajar di MILC dari semua madrasah di DIY.

Ainun najib