Edisi 11-10-2018
Asrama Dinas LH Rusak Diterjang Angin Kencang


JAKARTA - Puluhan rumah di asrama karyawan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Semper Barat, Cilincing, Jakarta Utara, rusak diterjang angin kencang kemarin.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Mes ki be gitu, umumnya ke ru sak an terjadi pada atap bangunan rumah. Bah kan, akibat angin kencang tersebut, beberapa bangunan ada yang nyaris roboh. Ketua RT 02/03 Semper Barat, Nofan Suwardiana menu turkan, peristiwa ini terjadi ketika warga tengah beristi rahat. Saat itu, angin bertiup cukup kencang se hing ga meng empaskan sejumlah atap rumah warga. “Saya pas kejadian lagi di depan gang dekat gapura, lagi bawa motor. Tibatiba angin mutar kencang banget,” tutur Nofan.

Selain menerbangkan atap rumah, kata dia, angin kencang yang berlangsung selama tiga menit juga memorak-porandakan barang-barang milik warga, mulai penanak nasi, setrika, hingga cucian ikut terbawa. “Ada sekitar 10 rumah yang rusak, lima di antaranya rusak parah,” katanya. Menurut dia, warga yang mengalami kejadian itu tidak bisa berbuat banyak. Mereka hanya bisa terdiam menyak si - kan angin menghancurkan bangunan rumahnya. “Barang-barang milik war ga itu kemudian ditemu kan 50 meter dari lokasi. Meski meng - alami kerusakan, sejumlah warga masih memilih untuk tidak mengungsi dan tetap menempati rumahnya,” ucap nya.

Lurah Semper Barat Ben - hard Sihotang mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembangunan kembali rumah yang rusak. Puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sa - rana Umum (PPSU) dikerah - kan membantu merapikan puing-puing bangunan ber - sama warga. “Warga secara swadaya di ban tu Dinas LH dan pihak ke - lurahan membeli sejumlah bahan bangunan. Sudah lima ba ngunan yang sudah selesai. Di - targetkan perbaikan selesai 2–3 hari ke depan,” kata Benhard. Benhard menambahkan, dari hasil pengawasannya, rumah rusak parah terjadi di empat bangunan. Selain atap yang beterbangan, angin juga me morak-porandakan isi ba - ngunan. Beberapa barang warga hilang ditiup angin.

Kepala Bagian Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko me negaskan, angin yang terjadi di Semper Barat bu kan - lah angin puting beliung. Se - bab, bila puting beliung, angin yang berembus disertai hujan lebat. Sementara saat kejadi - an, cuaca kala itu cerah. “Saya belum memastikan penyebab peristiwa angin kencang, tapi kalau dari cirinya bukan puting beliung,” kata Hary. Menurut analisisnya, kata dia, peristiwa yang terjadi itu disebabkan turbulensi atau kecepatan aliran udara. “Bisa juga karena arah pergerakan angin yang berubah dengan cepat. Turbulensi disebabkan adanya perubahan arah angin yang tiba-tiba, yaitu ketika arah angin berubah men dadak, baik secara horizontal maupun vertikal dalam jarak yang dekat,” kata Hary.

Hary melanjutkan, fe nomena turbulensi merupakan fenomena alamiah yang sering terjadi. Saat itu, angin yang datang berada di lingkung sempit. “Skalanya sangatsangat lokal. Kalau bangunan nonpermanen atau semi permanen, maka dapat dimung - kin kan akan terdampak,” tutup Hary.

Yan yusuf





Berita Lainnya...