Edisi 11-10-2018
Depok Setop Bangun Gedung Bertingkat


DEPOK - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menghentikan sementara atau moratorium izin pembangunan gedung bertingkat di kawasan Margonda Raya.

Kebijakan ini untuk mengurangi kepadatan di daerah tersebut. Anggota Komisi A DPRD Kota Depok Hamzah mengata - kan, dengan moratorium itu, maka untuk sementara izin mendirikan bangunan (IMB) di kawasan protokol Depok di hen - tikan. Moratorium ini akan ber - laku sampai 2020 mendatang ketika Peraturan Daerah (Per - da) Rencana Tata Ruang Wi la - yah (RTRW) yang baru di sah - kan. “Kami sudah memberikan rekomendasi pada saat pari - purna 2015 bahwa kawasan Margonda sudah sangat padat sehingga perlu dilakukan pembatasan pemberian izin gedung bertingkat,” katanya.

Penghentian pemberian izin bangunan bertingkat di Margon da, kata dia, karena Mar - gon da menjadi satu-satunya wilayah favorit masyarakat dan pusat bisnis. Segala jenis ke - giatan ada di kawasan itu mulai dari niaga, pendidikan, kuliner, dan hunian. “Bertumpuknya pusat kegiatan di sana menjadikan pe rgerakan manusia dan ken da - raan pun hanya terpusat di Margonda. Hal inilah menyebabkan Margonda menjadi sangat padat dan macet. Di sisi lain, pemerataan pem bangunan harus dilakukan se - hingga izin untuk bangunan bertingkat di kawasan itu terpaksa disetop,” kata dia.

Dia menjelaskan, reko mendasi moratorium ini me ru pakan hasil kajian Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13/2013 yang sudah direvisi pada 2015. Dalam revisi itu dikeluarkan rekomendasi agar tidak mengeluarkan IMB bagi pem ba - ngunan gedung bertingkat. Misalnya, izin untuk apartemen, mal, pusat belanja, dan gedung bertingkat lainnya. “Revisi perda itu sudah di - pansuskan dan dipari pur nakan. Artinya harus dijalankan oleh pihak dan dinas terkait untuk tidak mengeluarkan izin IMB,” ujarnya. Hanya saja, sejak reko men - dasi dibacakan dalam pari purna 2015 lalu, kata dia, ternyata masih ada pembangunan gedung bertingkat.

Padahal jika ke putusan tertinggi dewan ada - lah paripurna, maka reko men - dasi yang dibacakan seharusnya menjadi landasan dan dipatuhi. “Saat ini nyatanya masih ada pembangunan. Harapannya saat ketok palu perda RTRW 2020 nanti, ya sudah tidak ada la gi izin yang dikeluarkan. Saat ini masih moratorium,” ujar nya. Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan raperda RTRW saat ini masih digodok. Salah satunya membahas soal penataan di kawasan Margonda dengan melibatkan tim pe na - taan termasuk pakar dan akademisi. Idris mengakui, ka wasan Margonda memang padat de ngan adanya pusat per be lan - jaan, apartemen, dan lainnya.

“Ini sesuai amanat pe me rintah untuk dibentuk tim ka jian. Merekalah yang akan melihat dan merekomendasi terakhir, apa kah di Jalan Mar gonda Raya ini masih layak di bangun apar temen atau tidak,” katanya. Pembatasan apartemen di kawasan Jalan Raya Margonda merupakan hasil survei dan kajian. Salah satu alasan di - lakukan penghentian IMB di Mar gonda karena kawasan itu sudah sangat padat. “Kema cet - an dan kepadatan arus lalu lintas di ruas Jalan Margonda Raya yang terjadi hampir setiap hari, apalagi pada akhir pekan Sabtu dan Minggu, juga menjadi salah satu hasil survei serta kajian penghentian perizinan tersebut,” katanya.

Kepala Bidang Aset Badan Keuangan Daerah (BKD) dan Aset Kota Depok Dheni Wahyu berharap dilibatkan pada pem - bahasan raperda RTRW yang dilaksanakan pada 2020. Dia menilai hal itu sangat penting khususnya untuk penetapan site plan di Kota Depok. “Kalau site plan ini kan jelas dan tidak bisa main-main. Kalau ada pengembang nakal misalnya, kalau melanggar apa yang sudah ada di site plan , maka bisa berurusan dengan hukum. Apalagi kami juga sudah bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kota Depok. Mereka setiap saat bisa membantu kami jika ada pengembang nakal yang melanggar site plan ,” katanya.

Dia menyebut, Jalan Margonda Raya yang memiliki panjang 4,89 kilometer itu memang telah terbangun deretan apartemen. Sejumlah apartemen itu antara lain Margonda Residence 1 hingga 5, Apartemen Taman Melati 1 dan 2, Atlanta Residence, Saladdin Mansion, Grand Zam-Zam Tower, Evencio Apartemen, Park View Condominium, Female Apar tement, dan rumah susun yang dibangun Kementerian BUMN, yakni Transit Oriented Deve lopment (TOD) Pondok Cina.

R ratna purnama



Berita Lainnya...