Edisi 11-10-2018
Jalur LRT Jabodebek Segera Tersambung


BEKASI – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menarget kan light rail transit (LRT) Jabodebek beroperasi pertengahan 2019.

Progres pem b a ngun an moda trans portasi berbasis rel itu sekitar 46%. Hampir se luruh jalur sudah tersambung dan siap diuji coba tahun depan. Panitia Pembuat Komitmen (PPK) Direktorat Jenderal Per keretaapian Kemenhub Jumar di mengatakan, jalur yang be lum terbangun hanya tersisa 500 meter di wilayah Jakarta dan sisanya di Bekasi. “Pem bangunan sedang dikebut. Mu - dah-mudahan pertengahan tahun depan bisa digunakan,” ujarnya, kemarin. Menurut dia, LRT me ru pakan salah satu proyek strategis nasional untuk menekan beban kemacetan di jalan raya. Di Jawa Barat, LRT melintasi lima dae rah, yakni Depok, Kota Bo - gor, Ka bupaten Bogor, Kota Bekasi, serta Kabupaten Bekasi.

“De pok sudah seluruhnya. Bogor ju ga demikian, kemudian di Ko ta Bekasi tinggal be - berapa saja seperti halnya di Kelurahan Ja kasampurna masih ada sekitar 32 bidang lagi. Kami harapkan bulan ini se - gera dibayarkan, termasuk ju - ga di Kabupaten Bekasi,” ung - kap nya. Meski menjadi lokasi pa ling ujung, Kabupaten Bekasi me miliki peranan penting karena menjadi lokasi pem ba ngunan depo LRT. “Perbaikan kereta la lu semua kereta kan pulang nya ke sini (Kabupaten Bekasi). LRT juga kan tidak ada ma sinis nya oto matis peng - awasannya dari Jatimulya,” kata Jumardi. Pembangunan depo LRT di Jatimulya menjadi salah satu prioritas pengerjaan. Meski ada keterlambatan, Ke men hub te lah membuat beberapa ske na rio pengoperasian awal lintas Ci bubur, Taman Mini, dan Ca wang.

“Dipusatkannya nanti di Depo LRT Jatimulya, Tambun Selatan,” ucapnya. LRT bakal dibangun se panjang 44 kilometer yang m elin - tasi lima wilayah Jabar dan Ja - karta. Untuk membangun LRT dibutuhkan lahan seluas 14 hek tare. Salah satu pem be bas - an lahan terbesar berada di Jati mulya, Kabupaten Bekasi, yang saat ini memasuki tahap mu sya warah. “Anggaran Rp600 miliar sudah disiapkan dan kami ber harap akhir bulan ini mulai di la kukan pembayaran,” katanya.

Menurut Jumardi, progres pembebasan lahan telah sesuai prosedur. Masyarakat yang sebelumnya sempat menolak pem bebasan lahan kini telah me nerima tahapan pem be basan lahan dan memasuki peng - hitungan tim appraisal. Dalam musyawarah ter sebut, sebanyak 48 pemilik bangun an telah menyetujui ben - tuk penggantian berupa uang. Selanjutnya dalam 14 hari tim appraisal akan menentukan ni lai yang dibayarkan. “Nilai ini se benarnya bukan ganti rugi, melainkan nilai wajar karena sebenarnya lahan masyarakat ini tanahnya milik PT Adhi Kar ya, tapi kami tetap mengganti,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengadaan Ta - nah Badan Pertanahan Nasio - nal (BPN) Kabupaten Bekasi Agus Susanto mengatakan, to - tal ada sekitar 562 bidang ta - nah yang dibebaskan di Jati - mulya. Jumlah itu terbagi atas 200 bi dang tanah milik ma sya - rakat dan 362 milik PT Adhi Karya yang ditempati warga. “Dari jumlah tersebut, seba - nyak 117 bidang sudah di se pa - kati dan siap dibebaskan tanah milik ma syarakat,” ucapnya. Sementara sisanya masih proses. Meski demikian, BPN me nargetkan prosesnya ram - pung pada November.

Setelah nilainya keluar kemudian disepakati nilai tersebut, akan diaudit Badan Pengawasan Keuanga n dan Pembangunan (BPKP) terlebih dahulu. “Jika ti dak ada masalah, kami langsung bayarkan karena lahannya sa ngat dibutuhkan untuk pem ba ngun an LRT,” ujar Agus.

Abdullah m surjaya

Berita Lainnya...