Edisi 11-10-2018
Pengarusutamaan Mitigasi Bencana


Setiap elemen bangsa hendaknya dibekali dengan pengetahuan bencana, sehingga dapat bersinergi dalam penerapan mitigasi bencana dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Duka yang ditimbul an akibat gem pa bumi yang mengguncang Lom bok bebe - rapa waktu lalu belum hi lang dari ingatan kita. Penanganan pas cagempa di Lombok juga belum se penuhnya rampung. Tidak berselang lama gempa bumi yang disusul tsu na mi dan likuefaksi kembali menimpa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Kekuatan gempa 7,4 SR meluluh lan tak kan dan menimbulkan kerugian yang j auh lebih besar dari gempa bumi di Lombok. Badan Nasional Penang gu langan Bencana (BNPB) melalui tim Damage and Loss Assess ment mencatat kerugian yang diakibat kan oleh gempa dan tsunami di Palu dan Dong gala, Sulawesi Tengah kurang le bih mencapai Rp10 triliun.

Tren kejadian bencana di Indo ne sia setiap tahunnya selalu meningkat, hal ini juga di karenakan rekaman dan catatan ke bencanaan di Indonesia se makin mem baik, BNPB mencatat dari ta hun 2003-2017 se tidaknya telah ter jadi 21.166 ke jadian bencana. Pada 2017 saja BNPB men catat 2.372 ke jadi an bencana yang di do mi nasi oleh ban jir, longsor, dan angin puting beli ung. Dari sekian banyak kejadian ben ca na yang telah terjadi dan dampak yang ditimbul kan oleh bencana ter sebut, seperti ma - sih banyaknya kor ban jiwa dan kerusakan in frastruktur, terlihat bahwa masyarakat kita belum siap dalam menghadapi ke mung kin an-kemungkinan bencana dan dam pak yang akan terjadi.

Peran peme rintah dalam mitigasi dan edukasi ben ca na masih dirasa kurang. Bisa dikata kan bahwa Indonesia masih belum si ap dalam implemen tasi mitigasi ben cana, baik dari praben cana, saat ben ca na, dan pascabencana. Koordinasi dan kolaborasi sangat dibu tuhkan da lam pengurangan risiko bencana, per lu adanya upaya capacity building yang fo kus pada pengetahuan dan ke si ap sia ga an masyarakat, sehingga ma syarakat meng - ikuti dan bereaksi se cara cepat dan tepat.

Teknologi Bencana

Dengan semakin berkembang dan maju nya bidang teknolog i, Indonesia se har us nya sudah b erpik ir tentang op ti ma lisasi pemanfaatan ilmu pe nge tahuan dan tek nologi keben ca na an dengan cara melibat kan perguruan tinggi, akademisi, swasta, dan ma sya ra kat d alam rangka membangun si ner gi yang positif dengan pe mer intah un tuk menjawab tantangan penang gu l anga n risiko bencana yang lebih baik. Seharusnya dengan potensi SDM dan SDA yang sudah dimiliki oleh Indonesia saat ini, teknologi sis tem peringatan dini yang akurat dan mudah dim engerti oleh masyarakat su dah da pat di tera pkan de ngan baik.

Inovasi teknologi sudah saatnya di terap kan, Indonesia dengan segala un sur kelembagaan dan instansi yang ada seperti BNPB, Lapan, BMKG, LIPI, BPPT, per gu ru - an tinggi, dan swas ta seharusnya sudah dapat mem bangun sistem pemantauan po - tensi ben cana secara nasional yang memiliki resolusi ting gi, dengan cara me ning - katkan kerapatan sensor, satelit dan kua litas jaringan, sehingga po ten si bencana bisa terpetakan dan terukur dengan akurat. Permasalahan kru sial yang juga p er lu menjadi perhatian kebijakan na sional adalah pemeliharaan per alat an pemantauan bencana dan per ingat an dini.

Pembentukan pusat da ta untuk menaungi semua ins - tansi yang mempunyai berbagai data tentang kebencanaan dan terintegrasi se cara na sional, dapat menjadi l angkah taktis ya ng perlu dilakuk an oleh pe me r intah untuk dapat dikembangkan ke depannya. Perlu adanya kemitraan dengan lem - baga lain terkait, termasuk dari masya ra kat untuk memperoleh data yang rinci mengenai kerentanan dan keterpaparan suatu bencana. Kola b o ra si, konektivitas, dan big data mem bu tuhkan beragam pro duk ilmu dan pe ngetahuan, tidak hanya hard science na mun juga soft science yang dapat di - mengerti, jelas dan dapat dila ku kan.

Tantangan Bersama

Indonesia memiliki keaneka ra gam an hayati, potensi sumber daya alam, wilayah laut dan pesisir yang luas, serta posisi geografi yang sangat baik . Kondisi demikian perlu dikelola de ngan baik dan secara berke lan jut an. Sudah saatnya kita bersin kro - ni sa si dengan irama hidup yang cepat ka - rena kemudahan informasi dan ke ma juan teknologi. Bukan sa atnya lagi un tuk l engah, waktu merupakan ko mo ditas yang pa ling mahal, sehingga bu daya buang-buang waktu seperti cara ker ja yang berteletele, rantai biro krasi yang panjang, pro sedur yang berbelit-belit dan perizinan yang ber putar-putar perlu dihilangkan di semua tingkatan.

Pengarusutamaan mitigasi ben ca na perlu dilakukan secara masif untuk men dorong kemandirian bangsa di bi dang bencana. Perlu adanya per siap an impact based forecasting, risk based,dan risk based war ning menuju di saster ready nation. Bebe ra pa hal yang mesti ditingkatkan oleh peme rin tah Indonesia dalam persiapan meng atasi kebencanaan adalah ke ter sedi aan informasi d an Early Warning Sys tem, kerj a sama internasional, dan strategi penanggu langan risiko ben ca na nasional dan lokal.

Tantangan Indonesia dalam pengarusutamaan mitigasi bencana ada lah menjamin adanya kecepatan, ke te patan dan akurasi Early Warning Sys tem, ser ta menjamin bahwa semua in formasi sampai ke semua ele men ma syarakat dan memotivasi peneri ma informasi tersebut untuk ber tin dak si gap, cepat, cerdas dan patuh.

Jika ini di terapkan dengan baik, tentu pembangun an di segala bidang secara berkelanjutan yang aman dengan ter ca painya Smart Disaster Risk Reduction merupakan suatu keha rusan yang akan diperoleh negara ini.

Surya Gentha Akmal
Peneliti Pusat Studi Bencana LPPM-IPB









Berita Lainnya...