Edisi 11-10-2018
Mandiri-Jasa Marga Terbitkan KIK-Dinfra


BALI–PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) dan perusahaan anak Mandiri Sekuritas & Mandiri Manajemen Investasi bekerja sama dengan PT Jasa Marga (Persero) Tbk menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-Dinfra).

Alternatif pembiayaan infrastruktur melalui pasar modal ini bisa dimanfaatkan perusahaan di bidang infrastruktur untuk mendapatkan sumber pendanaan efektif dengan biaya yang terukur.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, produk investasi yang pertama kali diluncurkan ini rencananya akan menyasar investor lokal dan internasional. ”Inisiatif ini juga akan membantu pendalaman pasar keuangan domestik melalui penambahan produk investasi berbasis proyek infrastruktur,” kata Kartika di sela-sela IMFWorld Bank Group Annual Meeting 2018 di Bali, kemarin.

Dia mengatakan, KIKDINFRA akan segera diperdagangkan di pasar modal dengan target pengumpulan dana mencapai Rp1,5 triliun. Adapun pengumpulan dana melalui reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) yang mencapai Rp3 triliun akan memberikan tambahan belanja modal kepada PT Jasa Marga (Persero) Tbk.

Menurut Kartika, langkah ini merupakan implementasi komitmen Bank Mandiri Group mendukung perusahaan-perusahaan di bidang infrastruktur untuk memenuhi aspirasi pemerintah mengakselerasi pemenuhan infrastruktur di Indonesia.

Saat ini Indonesia perlu menginvestasikan dana sebesar USD1.231 miliar untuk memenuhi kebutuhan pembangunan infrastruktur agar mampu menopang pertumbuh an ekonomi di kisaran 5,5%.

Sementara alokasi belanja negara untuk infrastruktur juga terus meningkat secara signifikan dari Rp86 triliun pada 2010 menjadi lebih dari Rp400 triliun rupiah pada APBN 2018. Adapun dukungan perbankan ke proyek infrastruktur juga meningkat tajam dengan kualitas terjaga baik.

”Jika pada 2010 pembiayaan perbankan baru Rp121 triliun, maka nilai tersebut tumbuh hampir 18% per tahun hingga Rp378 triliun pada akhir tahun lalu,” katanya. Dia memaparkan, Bank Mandiri telah menyalurkan pembiayaan langsung yang signifikan ke sektor infrastruktur hingga mencapai hampir 24% dari total portofolio kredit perseroan.

Pada akhir semester I/2018 nilainya mencapai Rp165,8 triliun dari total komitmen Rp255,3 triliun yang su dah diberikan ke proyekproyek infrastruktur. ”Penyaluran itu naik 23% secara yoy,” ungkap dia.

Adapun subsektor yang memperoleh pembiayaan infrastruktur Bank Mandiri antara lain kelistrikan Rp36,8 triliun, transportasi Rp39,3 triliun, migas dan energi terbarukan Rp24,1 triliun, konstruksi Rp18,3 triliun, serta telekomunikasi Rp17,5 triliun.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani menuturkan, skema pembiayaan Dinfra menyerupaipembiayaanekuitasRDPT. ”Itu mirip RDPT jadi equity limited funding. Jadi bisa equity bisa debt, jadi bisa setoran modal, bisa saham, dan bisa setoran utang.

Gabung jadi satu,” ungkapnya. Menurut dia, skema pendanaan ini pertama kali di Indonesia dan rencananya akan diterapkan untuk pembiayaan pembangunan Tol Gempol- Pandaan.

”Rencananya kita di Gempol- Pandaan, Jawa Timur. Tapi ini masih izin dulu. Masih banyak jalannya. Awal tahun nanti kita launching. Banyak yang harus disiapkan. Implementasinya awal 2019,” ungkapnya.

kunthi fahmar sandy