Edisi 11-10-2018
PLN Belajar Pemanfaatan Geotermal ke Selandia Baru


JAKARTA– PT PLN (Persero) bersama ITB dan UPN melakukan kunjungan ke Selandia Baru untuk menjajaki kerja sama pengembangan teknologi geotermal.

Di negara itu, delegasi PLN yang dipimpin Direktur Human Capital Management Muhamad Ali mengunjungi sejumlah instansi seperti perusahaan engineering Jacobs dan Geo Institute.

Kunjungan tersebut merupakan penjajakan program beasiswa dan pendidikan lanjutan untuk memperdalam ilmu panas bumi. Selain itu, juga ditujukan untuk melakukan riset bersama dan program internship.

”Indonesia memiliki potensi geotermal terbesar di dunia, sedangkan Selandia Baru memiliki pengalaman terbaik di bidang geotermal. Menjadi program pemerintah untuk memanfaatkan peluang ter sebut,” ungkap Ali dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Jacobs adalah perusahaan engineering yang fokus kepada geothermal power mulai dari studi awal, eksplorasi, eksploitasi, operasi, dan manajemen reservoir, yang sudah berskala global. Pihak Jacobs menyambut baik keinginan PLN dengan ITB dan UPN untuk melakukan joint research maupun program magang tersebut.

Selain Jacobs, PLN, ITB, dan UPN, juga membuat kesepakatan dengan Geo Institute untuk melakukan joint research dual degree di bidang studi geotermal, terutama fokus pada eksploitasi dan manajemen reservoir.

Bidang studi lain yang dinilai cocok bagi PLN adalah Master of Energy yang fokus pa da renewable dan keekono-mian. Selain itu, PLN juga mengunjungi Electrical and Computer Engineering (ECE) Auckland University untuk menindaklanjuti nota kesepahaman terkait kerja sama penelitian ataupun kemungkinan double degree untuk bidang studi power system/smartgrid.

Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Kerajaan Tonga Tantowi Yahya menyambut baik rencana kerja sama tersebut. Selanjutnya Tantowi akan berkoordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan agar ada payung hukum mengenai program magang mahasiswa ke Selandia Baru.

”Saya sangat mendukung program magang ini, salah satu programnya adalah magang di pembangkit geotermal Wairakei yang akan dilaksanakan pada musim panas (sekitar Desember), dan bagi pegawai atau mahasiswa yang mengikuti program magang akan diberi insentif oleh perusahaan tersebut,” ungkap Tantowi.

yanto kusdiantono