Edisi 11-10-2018
The Duck King Incar Ekspansi ke Tiga Negara


JAKARTA – PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK) sebagai pengelola jaringan restoran chi nese food di Indonesia, The Duck King, resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Direktur Jaya Bersama Indo, Dewi Tio mengatakan, perseroan menawarkan 513,33 juta lem bar saham dengan harga Rp505 persaham melalui mekanisme Penawaran Umum Perdana Saham atau Initial Public Offering (IPO). Dengan demikian DUCK akan mem peroleh dana segar sekitar Rp259,23 miliar.

“Nilai tersebut setara dengan 40% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO,” kata Dewi di Jakarta, kemarin. Menurutnya, IPO saham perseroan ini mendapatkan respons positif masyarakat.

Karena tercermin dari kelebihan permintaan (over subscribe) yang mencapai lebih dari 80 kali. Hal ini terjadi terutama di sebabkan kinerja keuangan perusahaan yang baik dan harga penawaran saham menarik.

“Sesuai dengan prospektus, kami akan mengalokasikan 80% dana hasil IPO untuk ekspansi bisnis, membuka gerai baru, dan merenovasi gerai yang ada. Sedangkan sisanya sebesar 20% untuk modal kerja,” ujar Dewi.

Adapun gerai baru yang akan dibuka pada sejumlah kota besar di Indonesia antara lain di wila yah Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan. Selain itu, Jaya Bersama Indo juga akan berekspansi ke luar negeri dengan menyasar pasar baru di tiga negara ASEAN.

“Dengan diperolehnya dana dari IPO ini, kami berencana melakukan ekspansi bisnis dengan membuka cabang di luar negeri, seperti di Vietnam, Kamboja, dan Myanmar,” ujar Dewi.

Pada 2017, DUCK membukukan kenaikan pendapatan 23,4% dari Rp436 miliar pada 2016 menjadi Rp538 miliar pada 2017. Adapun EBITDA naik 118,2% dari Rp62 miliar pada 2016 menjadi Rp134 miliar pada 2017.

heru febrianto