Edisi 11-10-2018
Eksperimen Enrique


CARDIFF–Mencari komposisi terbaik tim menjadi fokus utama Luis Enrique saat Spanyol melakoni laga uji coba melawan Wales di Principality Stadium, dini hari nanti.

Juru taktik berusia 48 tahun tersebut bakal kembali memberikan kesempatan kepada pemain muda. Sejak menggantikan posisi Julen Lopetegui pada 9 Juli lalu, Enrique terus berupaya membangun kekuatan baru La Furia Roja .

Terlebih setelah tersingkir di babak 16 besar Piala Dunia 2018. Itu sebabnya, dia membuka peluang bagi setiap pemain yang dianggap layak membela tim nasional. Uniknya, pada laga uji coba melawan Wales dan laga UEFA Nations League kontra Inggris, Selasa (16/10) dini hari, dia hanya membawa satu pemain dari tim yang pernah ditanganinya, Barcelona.

Enrique hanya memanggil Sergio Busquets untuk mengawal lini tengah. Sementara Jordi Alba dikesampingkan lantaran Enrique lebih memilih bek Wolverhampton Wanderers Jonathan Castro Otto.

Dalam skuad Enrique justru lebih banyak yang mewakili Real Madrid dengan empat pemain, termasuk Nacho dan Dani Cebal los. Sementara Atletico Madrid diwakili tiga orang, sama seperti Chelsea.

Menurut Enrique, siapa pun yang dipanggil merupakan pemain terbaik Spanyol sehingga di harapkan mampu memberikan kontribusi. Terbukti, dia tidak segan-segan memanggil kiper debutan untuk menghadapi Wales. Meski punya penjaga gawang sekelas David de Gea (Manchester United) dan Kepa Arrizabalaga

(Chelsea), Enrique berniat menurunkan Pau Lopez (Real Betis) sebagai starter. Jika benar, itu akan jadi laga perdana pemain berusia 23 tahun tersebut ber sa ma Portugal. “Untuk komposisi pemain, Cesar Azpilicueta bisa bermain sebagai bek kanan. Jonny juga bisa.

Itulah mengapa saya me manggil mereka. Saya tidak ingin berbicara mengenai pemain yang tidak ada di dalam tim. Itu bukan lah sesuatu yang tabu. Tapi, saya memilih tidak memb icara kan nya,” ungkap Enrique, dilansir timesnownews.

Ada alasan mengapa Enrique ingin melakukan eksperimen. Pasalnya, setelah Wales, Negeri Matador akan menghadapi Inggris di UEFA Nations League. Tuju annya agar para pemain uta manya berada dalam kondisi bugar.

Maklum, dia ingin kembali mengalahkan The Three Lions . Sebelumnya, Spanyol menang 2-1 atas Inggris di Wembley Stadium, Minggu (9/9). “Laga uji coba memberikan saya opsi untuk mencoba banyak hal. Itu sesuatu yang saya ingin kan.

Tapi, laga penting bagi kami adalah laga kedua UEFA Nations League melawan Inggris,” tutur Enrique. Di pihak berbeda, Wales men jamu Spanyol dengan kondisi kurang bagus setelah kalah 0-2 dari Denmark saat laga pertama UEFA Nations League, Minggu (9/9).

Selain itu, The Dragons kemungkinan tidak diperkuat bintang utamanya, Gareth Bale, yang mengalami cedera paha saat Madrid tumbang 0-1 dari Deportivo Alaves, Sabtu (6/10). Kendati demikian, absennya Bale diyakini tidak terlalu merisau kan Pelatih Wales Ryan Giggs.

Dia justru akan mengoptimalkan permainan kolektivitas tim. Di bawah komando Giggs yang banyak mem promosi kan pemain muda ke dalam skuad membuat FA Wales begitu antusias.

Giggs beserta armadanya diizinkan menggunakan Principality Stadium saat melawan Spanyol. Itu penampilan pertama mereka di stadion berkapasitas 74.500 penonton tersebut sejak 2011.

Karena itu, Giggs bertekad membalas kepercayaan dengan membawa timnya meraih hasil bagus. Spanyol menjadi bagian dari persiapan Wales jelang laga UEFA Nations League melawan Republik Irlandia, Rabu (17/10) dini hari.

“Saya mewarisi skuad dengan semangat juang hebat dan bagai mana cara mereka bermain. Jelas saya berbeda dengan pelatih sebelumnya. Saya memiliki cara tersendiri mengenai cara bermain tim yang saya inginkan. Tapi, saya senang ka rena pe main mampu menjalankan instruksi dengan baik,” ucap Giggs.

alimansyah