Edisi 11-10-2018
Pesona T-XX Interceptor


ROYAL Enfield membuat gebrakan di ajang Kustomfest 2018 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, 6-7 Oktober 2018.

Perusahaan motor ter tua di dunia ini menghadirkan motor kustom terbaru berbasis Royal Enfield Interceptor INT 650 yang diberi nama T-XX Interceptor. Adalah Thrive Motorcycle yang dipercaya untuk meng ubah tampilan Royal Enfield Interceptor 650 yang baru-baru ini diluncurkan di Santa Cruz, Amerika Serikat terse but.

Hasilnya? Luar biasa keren. T-XX Interceptor benar-benar menjadi primadona para penggila kustom yang datang ke ajang tersebut. Thrive Motorcycle menggunakan DNA roadster dan mesin Interceptor 650 GT yang digabungkan dengan ciri khas Royal Enfield yang anggun, andal, dan menyenangkan untuk dikendarai.

T-XX Inter ceptor juga dibekali mesin inti 650 berpendingin udara yang diterapkan dengan gaya istimewa. Meng usung gaya berkendara retro yang santai dan menyenangkan, digabungkan dengan visi kreatif yang futuristik, kustomi sasi ini menghasil kan gambaran gaya berken dara tahun 60-an yang indah ke masa kini.

Komponen berspesifikasi tinggi dipasangkan pada bodi berbahan aluminium yang dibentuk dengan tangan, kemudian ditambahkan teknologi yang memberikan keseimbangan pada karya seni ini secara harmonis. T-XX dilengkapi dengan suspensi monokok dan velg 17 inci dibalut ban Pirelli Diablo Supercorsa 120/70/17 di roda belakang dan 150/70/17 di roda depan.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari program Royal Enfield untuk mendukung builder kustom di Indonesia, memberi kesempatan bagi para builder untuk mengembangkan kreativitas mereka, serta untuk menginspirasi builder Indonesia lainnya dan para peminat motor roda dua,” ujar Country Manager Royal En field Indonesia Irvino Edwardly.

Sekilas, T-XX Interceptor sangat berbeda dengan tampilan aslinya, Royal Enfield Interceptor INT 650. Ubahannya memang sangat ekstrem. “Kami hanya mempertahankan 30%, sisanya 70% dirombak semua,” kata Co-Founder & Partner Thrive Motorcycle Erlangga Djojosaputro.

Adapun yang diganti mulai tangki, jok, setang kemudi, spedometer, lampu dan masih banyak lainnya. Semuanya dibuat lebih simpel. Misalnya spedometer dibuat hanya satu. Proses kustomisasi berlangsung tiga bulan.

T-XX Interceptor bisa selesai cepat karena pembuatan konsep kustom, termasuk semua komponennya, sudah disiapkan sebelum Interceptor 650 GT tiba ke Indonesia. “Kita intens berkoordinasi dengan Royal Enfield tentang spesifikasi motornya seperti apa.

Sehingga saat tiba di Indonesia, kita tinggal masang,” paparnya. Bahan aluminium dan stainless steel yang dipakai membuat berat motor menjadi berkurang 20% daripada sebelumnya. Dia mengaku bersyukur bisa selesai tepat waktu dan memenuhi ekspektasi dari Royal Enfield.

T-XX Interceptor merupakan kreasi motor kustom ke-20 dari Thrive Motorcycle. Sayangnya, dia enggan menyebutkan biaya yang dihabiskan untuk menyulap Interceptor 650 GT menjadi T-XX Interceptor itu.

“Kami tak bisa menyebutkan soal biayanya,” katanya diplomatis. Di ajang Kustomfest 2018 ini, Royal Enfield juga memamerkan hasil dari REBUILD Challenge, terdiri dari empat motor kustom yang diciptakan berdasarkan konsep dari DGS, Lemb Inc, Daritz Design dan Kedux Garagesemuanya adalah builder Indonesia.

“RE-BUILD Challenge diadakan untuk mendorong para builder kustom Indonesia agar terinspirasi oleh desain simpel dari sepeda motor Royal Enfield yang merupakan kanvas sempurna untuk motor kustom,” kata Ade Sulistioputra, Managing Director PT Distributor Motor Indonesia, dealer resmi Royal Enfield Indonesia.

Beberapa tahun belakangan ini, pihaknya sudah melihat karya-karya menakjubkan dari para builder kustom Indonesia. Selama Kustomfest 2018 , Royal Enfield menggelar zona Test Ride di mana pengunjung dapat merasakan pengalaman mengendarai berbagai motor Royal Enfield, dari Classic 350 hingga Himalayan.

Selain itu, Royal Enfield juga menyediakan zona Live Sketch. Di sini pengunjung yang tertarik dengan kustomisasi sepeda motor bisa mengekspresikan kreativitas mereka yang akan dituangkan dalam bentuk sketsa oleh artis gambar di booth Royal Enfield.

Menurut Irvino Edwardly, Indonesia adalah negara yang sangat kaya budaya sehingga dapat menjadi sumber ide dan inspirasi para penyuka motor kustom. “Kami sangat bangga melihat bahwa para builder Indonesia memilih sepeda motor kami sebagai kanvas untuk mencurahkan ide dan pikiran mereka secara unik dan berbeda,” sebutnya.

dwi sasongko