Edisi 11-10-2018
Sewa Alat Berat Crane Tumbuh Pesat


PASAR penyewaan alat berat crane diprediksi tumbuh pesat selama 2018-2022. Hal ini didorong oleh dua mesin pertumbuhan, yakni geliat sektor konstruksi di tengah maraknya proyek infrastruktur pemerintah dan booming harga komoditas.

“Pertumbuhan pasar crane selama 2014-2017 terbilang rendah karena hanya dimotori sektor konstruksi dan migas dengan kontribusi masingmasing 58% dan 24%,” kata analis UOB Adrianus Bias Prasuryo, dalam laporan riset, belum lama ini.

Dia mencatat, pasar penyewaan crane Indonesia lebih seksi daripada Thailand. Ini terlihat pada nilai pasar dan jumlah unit yang tersedia. Total populasi crane di Indonesia mencapai 4.652 unit. Ada empat kategori pemain rental crane di Indonesia.

Pertama, pemain asing, antara lain Mammoet dan Sarens, yang merupakan pemain nomor satu dan dua dunia, lalu Tat Hong, pemain terbesar di ASEAN yang berbasis di Singapura.

Kedua, pemain lokal murni, seperti PT Superkrane Mitra Utama Tbk, Lemo Crane.

Ketiga, pemain lokal kecil, terutama di segmen noncritical , seperti Rimasa, Indo Crane, dan CHS. Terakhir, perusahaan yang tak hanya menyewakan mobile crane , seperti Berdikari dan Grant Surya.

anton c