Edisi 11-10-2018
Akses Digital Tekan


DALAM perhelatan Asian Healthcare Leadership Summit 2018, menghadirkan berbagai inovasi di bidang layanan kesehatan.

Salah satunya situation WeDoctor. Untuk diketahui, setiap tahun rumah sakit atau klinik di China melayani sekitar 8 miliar pasien. Mereka ingin mendapatkan akses kesehatan yang mumpuni.

Sayangnya, membludaknya pasien menyebabkan pasien di China butuh waktu bisa hingga dua minggu untuk sekadar konsultasi dengan dokter. Adapun bagi kaum marjinal, bertemu dokter adalah hal yang mahal. Solusinya adalah dengan mengubah konsultasi konvensional ke digital.

“Kami menghubungkan dokter dengan pasien, dan layanan kesehatan,” kata pendiri sekaligus CEO WeDoctor Group China Jerry Liao dalam Asian Healthcare Leadership Summit 2018 belum lama ini di Singapura.

Kendala ini dapat diatasi dengan cara tersebut. Bahkan, akses digital juga bisa menjangkau masyarakat di daerah terpencil. “Platform ini mengoneksikan 240.000 dokter dengan 160 juta pengguna/pasien, serta 2.700 rumah sakit besar dan medium, serta 15.000 apotek,” kata Jerry.

Sebagai hasilnya, sebanyak 50 persen konsultasi medis bisa dilakukan di rumah. Adapun 35 persen dirujuk ke klinik, dan sebanyak 15 persen pasien barulah dirujuk ke rumah sakit besar. “Jadi, pasien tidak perlu ke rumah sakit karena konsultasi bisa dilakukan lewat digital.

Nantinya ada layanan rekam medis sehingga dokter bisa menegakkan diagnosis dari situ. Selain dokter umum, juga ada dokter spesialis,” kata Jerry. Ia menambahkan, untuk masyarakat di daerah terpencil, ada klinik mobile atau mobil klinik yang bisa menjangkau pelosok daerah.

Platform kesehatan ini diinisiasi oleh Jerry Liao dan timnya pada tahun 2010. WeDoctor mengoperasikan empat segmen bisnis utamanya, yaitu WeDoctor Healthcare, WeDoctor Cloud, WeDoctor Insurance , dan WeDoctor Pharma . Terdapat sekitar 27 juta pengguna aktif setiap bulannya.

Asian Healthcare Leadership Summit (AHLS ) 2018 yang diselenggarakan oleh idsMED Group, pada 21-22 September lalu di Resort World Sentosa Singapura itu, dihadiri setidaknya 500 peserta.

Director Marketing Communications RCM, Logistics, Consumer Experience PT IDS Medical Systems Indonesia, M Ata Ur Rahim, mengatakan, kegiatan ini merupakan ajang berbagi pengalaman soal kepemimpinan, inovasi bidang kesehatan, sekaligus meningkatkan jaringan dengan berbagai praktisi bidang kesehatan dari negara lain.

Atta mengatakan, teknologi ini telah membawa perubahan banyak cara menangani pasien, serta meningkatkan layanan kesehatan kepada masyarakat. Menanggapi soal platform WeDoctor , Aat mengatakan, inovasi tersebut berhasil menekan angka kunjungan ke rumah sakit atau klinik di sana. “Sebanyak 50%,” imbuh Ata. Dia berharap konferensi itu bisa menambah wawasan bagi para praktisi kesehatan dari berbagai negara.

sri noviarni