Edisi 11-10-2018
The 29 Buatan Kromworks Jadi The Best Kustom Bike Show Kustomfest 2018


KROMWORKS, rumah modifikasi dari bilangan Ciputat, Tangerang Selatan, kembali menyabet gelar The Best Kustom Bike Show Kustomfest 2018 lewat motor bertajuk The 29.

Ini merupakan ke menangan kedua setelah pada tahun lalu meraih gelar yang sama. Lewat The 29, Andhika Pratama seolah membuktikan kerja keras dan ketelitian tak mungkin bisa dikesampingkan.

Builder muda ini mencetak sejarah di Kustomfest dengan meraih dua gelar The Best Kustom Bike Show dua tahun berturut-turut. “Penjurian sangat sengit, bahkan beberapa juri internasional sempat berdiskusi masuk aliran apakah ini, ada yang sepakat cafe racer, neo cafer racer, ada yang bilang boardtrack dan lain-lain.

Tapi apalah artinya itu semua, yang penting karyanya luar biasa,” kata Lulut Wahyudi, Director Kustomfest, saat peng umuman pemenang. Sama seperti karyanya yang lain, semisal The Stone dan Tosan Adji, The 29 dibuat handmade .

Mayoritas materialnya menggunakan stainless steel dengan bubuhan bahan lain seperti kuningan sebagai aksen. “Temanya ialah cafe racer , tapi saya ingin buat cafe racer yang berbeda dari yang ada selama ini.

Kita tahu selama ini cafe racer seperti apa, fairing , ban besar dan lain-lainnya. Saya justru berusaha lepas dari pakem itu,” tutur Andhika. Motor garapan Andhika ini memang begitu mencuri perhatian sampai-sampai juri dan skateboarder veteran Steve Caballero penasaran untuk melihat lebih dekat motor tersebut saat Kustom Show dilaksanakan.

“Sangat detail dan unik sekali. Begitu menakjubkan,” ucap Steve Caballero. Keahlian pria kalem ini merancang motor bertema cafe racer memang sudah tidak diragukan lagi. Tiga tahun lalu ia membuat cMatchless 1953 misalnya, juga pernah merebut yang terbaik di ajang Cafe Racer Day Kustomfest 2015 .

Saat itu motor garapannya menang dipilih oleh Geoffrey Baldwin dari media Return of the Cafe Racers Australia. Selain itu mendapat Cherryís Companyís Pick berupa helm yang diserahkan langsung oleh Koichiroh Kurosu.

Balik ke The 29, Andhika mengaku butuh waktu 6 bulan menyelesaikan motornya. Pengerjaannya cukup panjang karena hampir tiap parts yang menempel handmade sehingga perlu diperhatikan satu per satu.

“Selain interpretasi saya soal cafe racer , saya sengaja buat pakai basis H-D Softail Evolution buatan S&S karena jarang cafe racer basisnya H-D. Motor ini ber-cc 1.500 (96 ci), jadi bisa bayangkan tenaganya seperti apa,” katanya.

wahyu sibarani