Edisi 12-10-2018
Gempa Rusak Ratusan Rumah di sumenep


SUMENEP – Gempa berkekuat an 6,3 Skala Richter (SR) yang mengguncang wilayah Situbondo pada Kamis dini hari se kitar pukul 01.57 WIB menimbulkan korban jiwa dan kerusakan materi.

Tercatat tiga orang meninggal dunia dan 24 lainnya terluka. Bencana ter se - but juga mengakibatkan ratusan rumah rusak. Daerah terdampak paling pa rah adalah Kabupaten Sumenep di Pulau Madura. Di daerah ini setidaknya ada dua ke camatan mengalami kerusakan paling parah, yakni Kecamatan Gayam dan Nanggungan. Ke - ma rin Gubernur Jatim Soe karwo telah meninjau ke lapangan bersama Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Arif Rachman. Selain Situbondo dan Su menep, gempa dengan episentrum di koordinat 7,47 LS dan 114,43 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 55 km arah timur laut Kota Situbondo dengan kedalaman 12 km ini juga di rasakan sejumlah besar wilayah Jatim dan Bali.

“ Di Kecamatan Gayam, di temu kan 100 rumah rusak ringan, 80 rumah rusak sedang, dan 30 rumah rusak berat. Yang paling parah di Desa Pram ba nan Kecamatan Gayam. Di Ke camatan Nunggunung ada 36 rumah rusak,” ujar Luki Her mawan kemarin. Berdasar pantauan di la pa - ngan, gempa banyak meng aki - batkan rumah roboh dan re tak. Tiga korban meninggal aki - bat tertimpa bangunan yang ro - boh. Korban tidak bisa me nye la - mat kan diri karena saat gem pa tidur pulas. Adapun korban ter - luka sebagian besar meng alami luka pada kepala dan pa tah tu - lang. Korban sudah men jalani pe ra wat an di klinik setem pat. Untuk merawat para kor ban, Gubernur Soekarwo sudah me - ngirim tim medis.

Mereka terdiri dari dokter ortopedi dan dokter bedah yang berasal dari RSUD Dr Soetomo. Mereka akan m e na - ngani korban luka-luka tidak di rumah sakit se tempat, me lain - kan di tenda ben cana yang sudah disiapkan. Pemprov Jatim juga sudah me ngirim bantuan lo gis - tik ke lo kasi korban gempa. Bukan hanya itu, Soekarwo juga berjanji segera mem ba - ngun kembali rumah warga yang rusak akibat gempa ter se - but. Rumah itu akan dibangun sedemikian rupa agar bisa ta - han terhadap gempa. “Kami ha - rapkan dalam tiga minggu su - dah pulih kembali. Apalagi tidak ada infrastruktur vital yang meng ganggu perekonomian war ga,” ujar Soekarwo seti ba - nya dari meninjau lokasi gempa di Sumenep di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan kemarin.

Sementara itu, walaupun gun cangan gempa juga di ra sa - kan di Bali, kondisi tersebut di - pastikan berpengaruh ter ha - dap pelaksanaan Pertemuan IMF-World Bank. Ketua Pe lak - sana Harian Panitia Nasional Pertemuan IMF-World Bank 2018 Susiwijono Moegiarso me negaskan tidak ada kepala ne gara yang membatalkan ke - ha dirannya ke Bali. “Hari ini bah kan ada 5 kepala negara yang dijadwalkan datang ke Ba - li,” katanya di Nusa Dua. Panitia sudah meyakinkan dam pak gempa Situbondo tidak membahayakan. Hal ini di la ku - kan dengan mengirimkan pe - san tentang informasi gempa di Situbondo kepada delegasi.

“Gempa bumi 6.0 telah me - ner jang 158 Km barat laut Nusa Dua, Bali. Kami telah menerima informasi bahwa gempa bumi tidak menyebabkan kerusakan signifikan atau gangguan apa pun pada pertemuan. Pihak ber wenang telah mengon fir - masi bahwa tsunami belum di - hasilkan. Tidak ada tindakan tambahan yang diperlukan saat ini. Kami akan terus memantau dan memberikan pembaruan lebih lanjut jika diperlukan,” demikian isi email tersebut. Di Bali, getaran gempa Si tu - bo ndo dirasakan cukup kuat ham pir di semua tempat.

Gempa juga menimbulkan sejumlah kerusakan, di antaranya di Ka bupa ten Jembrana dan Bule leng. Kerusakan cukup banyak terjadi di Jembrana, kabupaten yang berada di bagian Bali barat atau paling dekat dengan Si tu bo n do. “Ada 27 titik yang meng alami kerusakan baik rumah, tempat ibadah maupun fasilitas umum,” kata Kepala BPBD Jem brana I Ketut Eko Susilo Artha Permana.

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 14 Hari

Badan Nasional Pe nang gu - langan Bencana (BNPB) me mu - tuskan masa tanggap da rurat penanganan gempa dan tsu - nami Sulawesi Tengah (Sul teng) diperpanjang selama 14 hari. Dengan demikian, tanggap da - rurat tetap berlangsung hing ga 26 Oktober nanti. Kepu tus an tersebut diambil dengan per tim - bangan masih banyak ma sa lah yang harus diselesaikan di la pa ngan, seperti pemenuhan kebu - tuh an dasar pengungsi, perbaik - an sarana dan prasarana, pem bangunan hunian sementara, pe - na nganan medis, perlindungan sosial, pembersihan puing bangun an , dan lainnya. Berdasarkan data BNPB, hingga kemarin korban di la por - kan sebanyak 680 orang, Sedangkan korban meninggal yang ditemukan sejauh ini men - ca pai 2.073 orang.

“Maka diper - lu kan kemu dah an akses agar pe - nanganan le bih cepat. Eva kuasi telah se lesai, namun jika masih ada war ga yang mencari korban, kita imbau tidak me la kukan pen - ca rian karena jena zah rusak dan sudah menim bul kan penyakit,” ujar Kepala Pu sat Data, Infor - masi, dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di kantor BNPB di Jakarta kemarin. Selain memperpanjang ma - sa tanggap darurat, dalam rapat koordinasi kemarin, BNP juga memutuskan menambah wak - tu pencarian dan evakuasi kor - ban sehari karena masih ada ang gota masyarakat mencari ang gota keluarga mereka yang hilang. Sebelumnya, rapat koor - dinasi 8 Oktober lalu disepakati evakuasi harus sudah dihen tikan 11 Oktober kemarin karena pertimbangan-pertimbangan medis, psikologi, dan agama.

“Besok (Jumat hari ini) su - dah betul-betul harus berhenti. Pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban akan berakhir pada Jumat (12/10). Evakuasi resmi dihentikan Jumat be sok,” tandas Sutopo. Terkait relokasi kawasan ra - wan likuefaksi seperti Balaroa dan Petobo, pemerintah hingga kemarin masih mencari tempat yang aman. Sekretaris Badan Geologi Kementerian ESDM An tonius Ratdomopurbo men - je laskan, ada sejumlah kriteria yang dikedepankan dalam pe - mi lihan alternatif lokasi.

Kriteria dimaksud antara lain lokasi harus bebas dari an caman bahaya (baik patahan aktif, likuefaksi, longsor, tsunami, banjir, dan mikrozonasi tinggi gempa bumi), bukan sempadan pantai, sempadan sungai, tidak berada di kawasan lindung atau ka wasan lain dengan ke le rengan lebih dari 15%, memiliki akses yang cukup baik ke sumber air, serta penguasaan tanah hak guna usaha (HGU) atau hak guna bangunan (HGB) telah habis. Berdasar hasil identifikasi sementara ada lima lokasi al ternatif yang tersebar di tiga ke camatan. Tempat dimaksud adalah satu lokasi seluas 79,30 hek - tare di Kecamatan Palu Barat, dua lokasi di Kecamatan Sigi Biromaru seluas 200 hektare dan 217 hektare, serta dua lo ka si di Kecamatan Palu Timur s e luas 57 hektare dan 99,63 hek tare.

Antonius menambahkan, ber dasarkan Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggu langan Bencana, Pemerintah Daerah, rencana rekonstruksi ju ga wajib memperhatikan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai salah satu bentuk membangun lebih baik.

Lukman hakim/ miftachul chusna / binti mufarida







Berita Lainnya...