Edisi 12-10-2018
Malaysia Bebaskan Tahanan Uighur


KUALA LUMPUR - Malaysia membebaskan 11 pria Muslim Uighur yang ditahan setelah melarikan diri dari penjara di Thailand tahun lalu.

Para Uighur itu kini diterbangkan ke Turki. Langkah ini meng abai kan permintaan China agar Malaysia menyerahkan mereka ke Beijing. Langkah Malaysia ini diperkirakan bisa memperburuk hubungan dengan China yang telah keruh sejak Mahathir Mohamad menjadi perdana menteri (PM). Mahathir telah membatalkan sejumlah pro yek yang ditangani peru sa ha anperusahaan China senilai lebih dari USD20 miliar. “Kejaksaan Malaysia men cabut berbagai dakwaan pada Uighur itu atas dasar kema nu siaan dan mereka tiba di Turki se te lah meninggalkan Kuala Lumpur pada Selasa (9/10),” ungkap penga cara para Uighur, Fahmi Moin, dikutip kantor berita Reuters.

Fahmi menambahkan, “Berbagai dakwaan itu dicabut karena majelis jaksa agung sepakat dengan permintaan dari pihak kami.” Departemen Imigrasi, Kemen terian Dalam Negeri dan kantor Kejaksaan Agung Ma - lay sia belum memberikan komen tar atas laporan itu. Kemen terian Luar Negeri (Kem lu) China juga belum me res pons. Para pria Uighur itu ditahan dan didakwa masuk Malaysia secara ilegal setelah melarikan diri dari penjara pada No vember lalu. Mereka membuat lubang di dinding penjara dan m enggunakan selimut sebagai alat memanjat turun. Pada Februari lalu, Reuters melaporkan Malaysia men dapat tekanan besar dari China untuk mendeportasi para pria Uighur tersebut. Sejumlah organisasi Barat meminta Malaysia tidak mengirim para Uighur itu ke China.

Beijing menuduh para mi litan dari minoritas Uighur meren cana kan serangan ke mayoritas Han China di wi la yah Xinjiang dan lokasi lain. China pun dituduh melakukan banyak pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang, me nyiksa para ta hanan Uighur, serta mengontrol ketat kebebasan beragama dan budaya Uighur. Beijing me nyangkal tuduhan tersebut. Selama beberapa tahun, ratus an hingga ribuan Uighur telah melarikan diri dari ke ru suhan di Xinjiang dengan me la ku kan perja lanan berisiko me lalui Asia Teng gara ke Turki. Para Uighur di Ma laysia itu ba gian dari kelompok lebih dari 200 orang yang ditahan di Thai land pada 2014. Meski mereka meng iden tifikasi dirinya sebagai warga Turki dan meminta dikirim ke Turki, lebih dari 100 orang dipaksa kembali ke China pada Juli 2015 hingga memicu ke - caman internasional.

Pada Februari, Malaysia menyatakan memper tim bang kan permintaan China mengeks tradisi 11 pria itu. Sebelumnya, Malaysia mengi rim sejumlah tahanan Uighur ke China. Penahanan itu dila kukan saat Malaysia mendekati China di era mantan PM Najib Razak. Namun, kini Mahathir sangat tegas dalam mendukung Uighur melawan penganiayaan di China.

Muh shamil



Berita Lainnya...