Edisi 12-10-2018
Polisi Bongkar Penjualan Bayi via Instagram


SURABAYA - Unit Jatanras Pol restabes Surabaya berhasil membongkar praktik jual-beli bayi via Instagram. Bayi-bayi itu dijual oleh para pelaku dengan harga Rp15 juta.

Ada empat tersangka yang berhasil ditangkap. Mereka adalah Larisa alias Ica, 22, warga Jalan Bulak Rukem, Surabaya, dan Alton Phinandita Prianto, 29, warga Jalan Sawunggaling Jemundo, Sidoarjo. Dua tersang ka lain masing-masing Ni Ke tut Sukawati, 66, warga Lam - bing Badung, Bali dan Ni Nyoman Sirait, 36, warga Jalan BR Sangging, Badung, Bali. Ica merupakan pelaku yang menjual bayi, sedangkan Alton adalah admin akun Instagram Lembaga Kesejahteraan Ke - luarga (@konsultasihatiprivat). Akun ini digunakan sebagai sarana untuk menjual bayi. Ketut bertindak sebagai bidan sekaligus perantara, sedangkan Nyoman berperan sebagai orang yang mengadopsi bayi.

“Kami sudah tetapkan empat tersangka. Modus kejahatan ini adalah konsultasi masalah ru - mah tangga,” ungkap Ka polda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan di Polrestabes Surabaya kemarin. Para tersangka ini diduga sudah tiga kali menjual bayi seharga Rp15 juta. Akun Ins tagram Lembaga Kesejahte raan Kelua rga (@konsultasi hatiprivat) sendi ri diikuti sebanyak 661 followers. Ter sangka mencari dan mengambil semua foto dari internet. Di akun tersebut, pe ngelola mem bantu para ibu yang memiliki bayi hasil hubungan gelap. Selain itu, akun itu juga memfasilitasi para ibu yang ingin menjual anaknya karena tidak sanggup membiayai.

Dari para followers itu, Alton lantas menghubungkan di antara me reka yang bermasalah dengan calon adopter (pembeli bayi). Salah satunya Ica yang menjual bayinya berusia 11 bulan seharga Rp15 juta. Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, pasal yang dikenakan ke pa da tersangka adalah Pasal 83 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya paling singkat tiga tahun dan paling 15 tahun penjara,” katanya.

Lukman hakim






Berita Lainnya...