Edisi 12-10-2018
Revolusi Industri 4.0 Diyakini Tingkatkan Peluang Pekerjaan


JAKARTA - Hasil survei yang dilakukan di negara ASEAN menunjukkan bahwa pemuda Indonesia optimistis Revolusi Industri 4.0 akan mening katkan peluang pekerjaan.

Staf Ahli Mendikbud Bidang Inovasi dan Daya Saing Ananto Kusuma Seta mengatakan, pemuda Indonesia me - miliki tingkat positif tinggi bahwa Revolusi Industri 4.0 akan membawa peluang lebih besar pada jumlah pekerjaan. Bahkan, persentasenya me le - bihi Singapura yang anak mu - danya pesimistis bahwa tren industri 4.0 akan menggerus lapangan pekerjaan di sana. “Anak muda Indonesia 54% optimistis bahwa Revolusi 4.0 akan menciptakan peluang baru bagi ekonomi Indonesia. Ini aset luar biasa. Yang me na - rik bahwa Singapura pesi mis - tis. Hanya 31% yang jawab 4.0 akan meningkatkan jumlah pekerjaan,’’ katanya pada Se - minar Nasional TIK Pus tek - kom Kemendikbud di Jakarta kemarin.

Ananto memaparkan sur vei yang bersumber dari World Economic Forum (2018) Sur - vey ASEAN Youth Bullish about Impact of Technology on Jobs. Kata dia, pertanyaan dari survei itu hanya tiga, yakni apakah 4.0 meningkatkan jumlah peker - jaan, menurun kan, atau malah tidak memiliki dampak sama sekali ke jumlah pekerjaan. Dikutip dari laman we - forum yang dipublikasikan pa - da 11 September, Indonesia ber ada di peringkat kedua, se - mentara Filipina di tingkat per tama (60%), Vietnam ketiga (51,5%), Malaysia (45,5%), Thailand (45,2%), dan Singapura (31,2). Ananto melanjutkan, pemu da Indonesia juga opti mis - tis sebab banyak bermunculan startup-startup yang sukses menuai sukses. Contohnya, kata dia, Gojek yang kini men - jadi startup unicorn. Apa yang dilihat anak-anak Indonesia, memang ada jenis pekerjaan yang mati tapi ada pekerjaan baru yang muncul.

Di lokasi sama, Ketua Umum PB PGRI Unifah Ras yidi mengatakan bahwa fungsi guru harus bergeser ke arah berlainan. Guru yang se be lumnya sebagai sumber belajar harus berubah menjadi mentor, fasilitator, motivator, ins pirator pengembang imajinasi serta team work yang di bu tuhkan di masa depan,’’ jelasnya. “Guru harus lebih cakap dalam mengubah pelajaran yang membosankan dan tidak inovatif,” tegasnya.

Neneng zubaidah






Berita Lainnya...