Edisi 12-10-2018
Baru 30% Kuota Honorer Daftar CPNS


JAKARTA –Kurang dari empat hari batas pendaftaran seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang berakhir 15 Oktober mendatang, ternyata belum banyak tenaga eks kategori dua (K2) yang mendaftar.

Bahkan dari perkembangan data terakhir baru sekitar 30an% yang menuntaskan bahwa pendaftaran seleksi. Seperti diketahui, honorer K2 menjadi salah satu formasi khusus yang dibuka pemerintah dalam CPNS tahun 2018 ini. Hingga kemarin setidaknya terdapat 4.146.047 orang yang telah membuat akun pen daftar an. Sementara 2.572.891 orang lainnya telah menun taskan pendaftaran. “Untuk formasi khusus tenaga honorer eks K2 akun pelamar yang sudah dibuat sebanyak 6.510 orang. Sementara yang sudah selesai mendaftar 4.834 orang,” kata Kepala Biro (Karo) Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Mohammad Ridwan saat dihubungi di Jakarta, kemarin.

Dia pun tidak tahu secara pasti apa yang menjadi penye - bab belum banyak tenaga honorer yang menuntaskan pendaftaran. Namun, dia menduga bahwa persoalan teknis dan kurang pemahaman bisa men jadi faktor. Menurutnya, BKN saat ini sering menerima keluhan dari para tenaga honorer dalam hal proses pendaftaran. “Kami memang hari-hari ini memang membantu temanteman honorer karena terus terang saja tingkat literasinya masih berada di bawah pelamar umum. Mereka tidak mau baca,” ungkapnya. Selain itu, dia mengatakan banyak tenaga honorer yang menyerahkan segala urusan pendaftaran kepada operator di sekolah.

Sementara data yang diberikan kurang lengkap, sehingga terjadi salah-salah. Dia mengatakan sempat mem bantu tenaga honorer dari Mojo kerto dan semua berjalan lancar karena semua per syaratan dipenuhi. “Kemarinkitalihatdansu dah kami bantu. Monggo dibaca lagi. Kan mereka guru dan tenaga kesehatan literasinya harusnya di atas kita,” tuturnya. Lebih lanjut, Ridwan mengakui adanya kelambatan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) melakukan verifikasi. Para pe - lamar tenaga honorer memang diawajibkan untuk melakukan verifikasi apakah sejak tahun 2013 masih bekerja di instansi yang sama atau tidak. “Karena kita tidak tahu sete - lah 2013 apakah mereka masih mengajar di sana atau tidak. Karena itu, verifikasi menjadi salah satu syarat. Tapi kalau bagi mereka yang terus menerus bekerja, di sana jangan BKD meng - hambat,” tegasnya.

Dia menambahkan, ada BKD yang tidak melakukan updating datatenagahonorernya. se hingga banyak yang sudah ber pen - didikan S-1 pada 2013 tidak ter - catat. “Banyak yang bisa me - nunjukkan sudah S-1. Masalah - nya, BKD tidak meng-update data terakhir. Kalau tenaga ke - sehatan kan D- jadi tidak ada kesulitan,” ungkapnya. Dia pun masih belum dapat memastikan jika formasi khu - sus honorer tidak terpenuhi. Namun yang pasti tidak akan ada formasi khusus honorer ke formasi umum. Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwa - ningsih menyebut minimnya tenaga honorer yang mendaftar dibatasi dengan atu - r an yang ada, terutama berkaitan dengan tentang ijazah.

“Sebenarnya banyak juga minat dari honorer yang usia 35 ke bawah, namun de - ngan ada aturan berijasah S-1 di tahun 2012. Akhirnya banyak data yang tidak valid karena pada saat verifikasi di tahun 2012 masih banyak yang belum dilapor kan BKD ke BKN. Pada hal sebenarnya me reka sudah S-1,” jelasnya. Titi mengaku telah menerima keluhan sulit nya melakukan pendaftar an CPNS. Setidaknya se kitar 40-an tenaga honorer di Banjarnegara terkendala dengan hal-hal tersebut. “K-2 guru usia 35 ke bawahan dan sudah S-1 di tahun 2012, namun tidak bisa mendaftar dengan keterangan ijasah tidak valid. Diurus ke BKD katanya suruh mengurus ke BKN. Dan dari BKN katanya diambil dari data BKD. Jadi pusing kan kalau begitu,” ungkapnya.

Sebelumnya, Deputi bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen pan- RB) Setiawan Wangsa atmaja mengatakan honorer K2 yang bisa mengikuti CPNS adalah tenaga pendidik dan kesehatan yang memenuhi syarat. Setiawan mengatakan honorer K2 harus terdaftar di dalam database BKN.

Dita angga

Berita Lainnya...