Edisi 12-10-2018
BTN Lelang Rumah Sitaan 12.326 Unit Senilai Rp1,8 Triliun


JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persro) Tbk (BTN) melelang sebanyak 12.326 unit rumah sitaan senilai Rp1,8 triliun.

Rumah sitaan tersebut telah didaftarkan dalam portal www.rumahmurahbtn.co.id untuk menarik minat pembeli. Direktur BTN Nixon Napitupulu mengatakan, sejak diluncurkan pada 9 Februari 2018 lalu, jumlah peminat rumah lelang dari portal www.rumahmurahbtn. co.id milik perseroan semakin meningkat.

Per September 2018 tercatat sebanyak 6.430 peminat yang mengikuti lelang rumah agunan BTN, sementara total hunian yang terjual sebanyak 563 unit dengan nilai keseluruhan sebesar Rp139,4 miliar. Hunian yang berlokasi di Bekasi, Depok, Serpong, Semarang, Purwakarta, Jambi, Balikpapan, dan Makassar, menjadi favorit para peserta lelang.

”Pelelangan agunan dari KPR atau KPA yang macet merupakan salah satu upaya kami memperbaiki kualitas kredit perseroan dan lewat portal rumahmurahbtn, lebih efektif menarik peminat,” ujar Nixon di Jakarta, kemarin.

Nixon mengungkapkan, dari rumah sitaan yang didaftarkan di portal tersebut, jumlah terbanyak berada di Medan, Sumatera Utara mencapai 826 unit; disusul Bekasi, Jawa Barat, sebanyak 767 unit; dan Manado, Sulawesi Utara, serta Ma - kassar, Sulawesi Selatan, masing-masing sebanyak 785 unit dan 700 unit.

Sementara di kota lain, seperti Bandung, Semarang, Padang, dan Tasikmalaya sebanyak 250-500 unit. ”Rumah-rumah tersebut dijamin sudah aman dari masalah, karena legalitas lengkap dengan pengikatan hak tanggungan dan sebelumnya sudah dicek oleh Badan Pertanahan Nasional sehingga aman kalau mau dijual kembali oleh pemenang lelang,” kata Nixon.

Menurut Nixon, BTN sangat serius menjual rumah-rumah sebagai aset kredit yang bermasalah kepada masyarakat sebagai salah satu upaya korporasi dalam memperbaiki kualitas kredit.

”Upaya kami mendapat respons positif dari masyarakat terbukti dengan banyaknya rumah terjual dan masyarakat yang berminat membeli melalui portal online disiapkan BTN untuk jual beli rumah second tersebut,” katanya.

Dalam proses pelelangan dan memuluskan legalitas rumah sitaan, BTN menggandeng Dirjen Kekayaan Negara, pengadilan negeri, kejaksaan, dan para agen properti.

Nixon me negaskan, penjualan rumah sitaan atau agunan dari kredit yang macet merupakan upaya BTN memangkas non performing loan (NPL) tahun ini yang ditargetkan bisa ditekan di bawah 2,5%.

Untuk memangkas NPL, kata dia, BTN melakukan sejumlah restrukturisasi kredit, menggaet para investor untuk membeli agunan dari kredit macet, dan mengembangkan mobile platform di bidang penagihan dengan fokus mempermudah proses penagihan. ”Posisi kami masih on track menuju target tersebut, karena itu kami terus meningkatkan kinerja dari portal rumahmurahbtn,” kata Nixon.

rakhmat baihaqi