Edisi 12-10-2018
BCA Siap Genjot Penyaluran KPR


JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyiapkan strategi menggenjot penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR) di tengah tren kenaikan suku bunga.

Salah satunya dengan menggelar BCA Expo 2018 yang diharapkan dapat mendorong minat segmen milenial memiliki hunian dibandingkan traveling. EVP of Consumer Credit Business BCA Felicia M Simon mengakui, saat ini tren suku bunga sedang mengalami kenaikan mengikuti kenaikan suku bunga acuan BI.

Perawal Okto ber tahun ini suku bunga KPR di BCA sudah mencapai 6,88% yang telah mengalami dua kali kenaikan dari level 6,58% dan sebelumnya di level 5,88%. Namun hingga akhir tahun nanti pihaknya belum menetapkan suku bunga KPR akan di level berapa.

“Tren suku bunga akan naik ke depan. Karena itu, kami menarik segmen milenial dengan suku bunga fix yang khusus. Ini cocok untuk para milenial dengan gaji yang tetap,” ujar Felicia di Jakarta, kemarin.

Dalam BCA Expo 2018, pihaknya menawarkan KPR di Perumahan Sinar Mas Land dengan suku bunga fix dua tahun pertama sebesar 4,24% eff. pa dan bunga fix tahun ketiga se be sar 6,25% eff. pa serta diskon asuransi jiwa 20%.

“Kami opti mistis dengan memasang tar get minimal minat KPR men ca pai Rp200 miliar pada acara ini,” katanya. Dia menjelaskan, strategi meningkatkan minat KPR di masyarakat dengan mengombinasikan harga rumah yang terjangkau, biaya down payment lebih rendah karena kebijakan LTV, dan juga bunga KPR spesial.

Strategi ini diyakini akan meningkatkan minat masyarakat khususnya segmen milenial yang cenderung apatis membeli rumah. Hal ini karena pendapatan sebagai karyawan kantor masih terbatas sehingga lebih memilih mengeluarkan uang untuk traveling .

“Kami menggandeng developer untuk bersama-sama menarik segmen milenial. Mereka juga khawatir karena segmen milenial kurang berminat mem beli rumah. Karena itu, kami juga turut mendukung dengan suku bunga khusus,” katanya.

Sementara itu, CEO Residential Sinar Mas Land Herry Hendarta menjelaskan, BCA merupakan salah satu mitra penting untuk memberikan kesempatan besar bagi masyarakat dalam memiliki tempat tinggal.

Pihaknya senantiasa bekerja sama dan berinovasi dengan institusi perbankan di Indonesia untuk bisa menghadirkan kemudahan akses terhadap kepemilikan rumah khususnya bagi pekerja usia muda.

“Kami berusaha memberikan akses bagi para millenial untuk memiliki rumah impian mereka di hunian Sinar Mas Land yang modern dan strategis dengan fasilitas lengkap.

Kami berharap para generasi milenial ini mampu membangun masa depan mereka ber sama Sinar Mas Land,” katanya. Direktur BCA Finance Petrus Karim mengatakan, un tuk menggenjot KKB, target mobil yang terjual nanti sebanyak minimal 2.500 unit atau dengan nilai mencapai Rp1 triliun.

Target ini juga lebih tinggi dari gelaran BCA Expo se belumnya. “Mobil target mi nimum 2.500 unit atau Rp1 triliun. Lebih tinggi dari tahun lalu,” kata Petrus. Petrus menegaskan, BCA Expo menawarkan suku bunga lebih rendah di pasaran.

Padahal s aat ini tren tingkat suku bunga cenderung naik. “Promo BCA Expo yang lalu di 5,88%. Sekarang 4,24%, bahkan mobil 3,99 % dengan tenor dua dan tiga tahun,” ujarnya.

Bancassurance

Dalam kesempatan berbeda, BCA juga meluncurkan produk bancassurance hasil kerja sama dengan AIA, yakni Proteksi Penyakit Kritis Maksima (PRIMA). Direktur BCA Suwignyo Budiman mengatakan, memiliki jiwa dan raga yang sehat me rupakan dambaan hidup semua orang.

Meski demikian, gang guan kesehatan atau penyakit yang menyerang tubuh memang tidak bisa diprediksi. “Oleh sebab itu, BCA bersama AIA mengambil langkah dengan menawarkan solusi proteksi jiwa dan penyakit kritis yang saat ini semakin mahal biayanya,” papar Suwignyo.

Presiden Direktur AIA Financial Ben Ng mengatakan, kemitraan strategis AIA dan BCA sudah terjalin lebih dari 10 tahun. Hal ini merupakan rencana strategis AIA dalam memperkuat jalur distribusi bancassurance.

Peluncuran PRIMA dilandasi atas kesamaan visi kedua perusahaan dalam menghadirkan solusi perencanaan keuangan dan proteksi yang komprehensif. “Melalui kemitraan dengan BCA, kami berharap dapat membuka akses inklusi asuransi jiwa yang lebih luas serta mengedukasi ma syarakat akan pentingnya memiliki perencanaan keuangan jang ka panjang, termasuk proteksi penyakit kritis,” tegas Ben.

Chief Marketing Officer AIA Financial Lim Chet Ming menambahkan, PRIMA memberikan perlindungan terhadap 60 kondisi penyakit kritis mayor (termasuk kanker dan serangan jantung) serta tindakan bedah angi oplasti, premi terjangkau mulai dari Rp300.000 dengan masa pembayaran premi yang bisa dipilih, yaitu 10 atau 20 ta hun, dan manfaat nilai tunai.

“Na sabah akan men dapat perlindungan hingga seumur hidup, premi yang dibayarkan juga tetap berdasarkan usia masuk dan tidak berubah sepanjang masa pembayaran,” kata Lim Chet Ming

hafid fuad