Edisi 12-10-2018
Perbankan Biayai Proyek Tol Trans Sumatera


BALI - Sindikasi perbankan antara lain PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) turut membiayai proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Terbanggi Besar-Kayu Agung yang hak pengelolaannya dipegang oleh PT Hutama Karya (Persero).

Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, bentuk kontribusi BNI terhadap pembiayaan sindikasi tersebut adalah dengan memberikan kredit investasi (KI) dengan maksimum kredit sebesar Rp2,45 triliun.

Dari total nilai investasi pembangunan yang mencapai Rp13,57 triliun, sebesar Rp9,16 triliun (67,53%) dibiayai secara sindikasi perbankan. Menurut dia, jalan tol trans Sumatera ruas Terbanggi Besar- Kayu Agung memiliki panjang total 189,2 km terdiri atas ruas dukungan pemerintah (viability gap fund ) sepanjang 83 km dan ruas yang dibangun oleh Hu tama Karya sepanjang 106,2 km dengan masa konsesi selama 40 tahun yang juga dipegang oleh Hutama Karya.

“Progres pekerjaan konstruksi jalan tol ini per Agustus 2018 telah mencapai 75,11%, dan diproyeksikan akan beroperasi secara komersial pada Oktober 2019. Dalam pembiayaan sindikasi perbankan ini, BNI ditunjuk sebagai Joint Man dated Lead Arranger and Bookrunner (JMLAB) bersama dengan Mandiri, CIMB Niaga, PT Sarana Multi Infrastruktur, dan BRI.

Selain itu, BNI juga berperan sebagai agen escrow atau penampungan,” ujar Putrama dalam siaran persnya kemarin. Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (Bank Mandiri) juga menyalurkan kredit investasi berskema sindikasi kepada Hutama Karya sebesar Rp2,04 triliun untuk pembangunan ruas Tol Terbanggi Besar, Lampung Tengah-Kayu Agung, Sumatera Selatan, sepanjang 185 km.

Nilai itu meliputi 22% dari total kredit sin di kasi dari lembaga keuangan da lam negeri sebesar Rp9,17 triliun. Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Royke Tumilaar mengatakan, selain kredit sindikasi, Hutama Karya juga mendapatkan fasilitas CDS sebesar Rp5,2 triliun untuk memastikan keberlangsungan proyek tersebut.

“Keikutsertaan Bank Mandiri dalam sindikasi ini meng indikasikan konsistensi perseroan dalam mendukung sinergi antar-BUMN pada program-program strategis pemerintah, khususnya dalam per cepatan penyediaan infra struktur utama,” kata Royke saat penandatanganan perjanjian kredit di Bali, kemarin.

Perseroan memiliki komitmen kuat dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur penting, seperti pembangunan jalan tol dan pembangunan ban dara maupun pelabuhan laut.

Untuk itu, Bank Mandiri me miliki produk-produk pem bia yaan yang bisa diman faatkan, termasuk pada tahap pembebasan lahan, pembangunan konstruksi, maupun tahap peng operasian.

Dia mengatakan, Mandiri bersama perusahaan anak Man diri Sekuritas dan Mandiri Manajemen Investasi berkerja sama dengan PT Jasa Marga (Per sero) Tbk menerbitkan Kontrak Investasi Kolektif Dana Investasi Infrastruktur (KIK-DINFRA).

“Ini akan segera diperdagangkan di pasar modal dengan target pengumpulan da na mencapai Rp1,5 triliun,” kata Royke. Adapun pada kesempatan lain, emiten BUMN ini memberikan fasilitas kredit tran saksi khusus senilai Rp2,5 triliun kepada PT Indonesia Infra struk tur Finance.

Royke meng ung kapkan fasilitas kredit tran saksi khusus ini bertenor 3 (tiga) tahun. Selain itu, Bank Mandiri juga memberikan fasilitas kredit jangka pendek senilai Rp500 miliar ber tenor 1 (satu) tahun serta fasilitas treasury line sebesar USD100 juta dengan jangka waktu fasilitas selama 5 (lima) tahun sejak penandatanganan.

“Dukungan Bank Mandiri ter hadap Indonesia Infrastruktur Finance merupakan imple men tasi dari keseriusan Bank Man diri mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalu pembangunan infrastruktur,” ujarnya. Untuk keseluruhan sektor infrastruktur, kata dia, Bank Mandiri telah mengucurkan pem biayaan senilai Rp165,8 triliun hingga Juni 2018.

Dari nilai tersebut, Rp39,3 triliun dialokasikan untuk pembangunan transportasi, termasuk bandara dan pelabuhan, Rp36,8 triliun untuk pembangkit lis trik, Rp24,1 triliun untuk proyek migas dan energi terbarukan, Rp18,3 triliun untuk sek tor jalan tol dan konstruksi, serta sisanya untuk pembangunan telematika, perumahan dan fasilitas kota, serta sektor lainnya.

hatim varabi/ kunthi fahmar sandy