Edisi 12-10-2018
Superkrane Incar Kontrak Baru USD100 Juta


JAKARTA - PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN), perusahaan penyewaan krane terbesar di Indonesia, mengincar kontrak baru sebesar USD100 juta hingga 2021.

Kontrak itu berasal dari beragam sektor, seperti migas, infrastruktur, dan pertambangan. ”Saat ini kami sudah mengantongi kontrak USD40 juta dari dua perusahaan migas dan pertambangan.

Jumlah ini ditargetkan terus bertambah hingga tiga tahun ke depan dan menjadi motor pertumbuhan pendapatan,” kata Direktur Utama Superkrane Yafin Tandiono Tan di sela pencatatan saham (listing) Superkrane di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, kemarin.

Tahun ini pendapatan Superkrane ditargetkan mencapai Rp600 miliar atau tumbuh sekitar 25% dari tahun 2017 lalu sebesar Rp480 miliar. Sedangkan hingga September 2018 pendapatan perseroan sudah menyentuh Rp452 miliar.

Seperti diketahui, Superkrane melepas 300 juta saham atau setara 20% melalui penawaran umum perdana (initial public offering /IPO). Harga pelaksanaan IPO Rp700 per saham sehingga perseroan meraup dana Rp210 miliar.

Perseroan akan menggunakan 50% dana hasil IPO untuk membayar uang muka (down payment /DP) c rane baru, 25% untuk membayar utang, dan sisanya untuk modal kerja. Saat ini Superkrane memiliki 90 crane berkapasitas angkut di bawah 100 ton, 31 unit berkapasitas 100-199 ton, dan 28 unit berkapasitas 200-750 ton.

”Selain itu, kami juga memiliki scissor lifts dan man lifts 85 unit, lalu telehandlers, forklift, excavator, reachstacker 14 unit, dan truk muliaxle 19 unit,” ujarnya. Yafin mengatakan, perseroan menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) Rp600 miliar pada 2017 dan 2018.

Seluruh dana capex dialokasikan untuk membeli crane dan alat berat lainnya. Direktur Pemasaran dan Operasi Superkrane, Lina menambahkan, perolehan dana IPO akan menunjang peluang bisnis penyewaan c rane seiring dengan gencarnya proyek infrastruktur pemerintah yang meningkat dan preferensi dari para kontraktor.

”Superkrane akan terus berupaya untuk bisa memenuhi permintaan dari repetitive customer, dan optimistis dari IPO ini dapat meraih new customer dengan branding yang semakin dikenal masyarakat,” ujarnya.

heru febrianto