Edisi 12-10-2018
Alarm Garuda Nusantara


JAKARTA– Kekalahan dari Arab Saudi menjadi alarm bagi tim nasional U-19 yang sebentar lagi tampil di Piala Asia.

Pada fase grup, skuad Garuda Nusantaraakan menghadapi dua tim asal Timur Tengah yang selama ini menjadi lawan menyulitkan bagi timnas Indonesia. Arab Saudi mengekspos kelemahan utama Nurhidayat dkk dalam laga uji coba di Stadion Wibawa Mukti Cikarang.

Dalam pertandingan yang berakhir 2-1 untuk kemenangan tim tamu tersebut, skuad Garuda Muda kembali kesulitan menghadapi tim dengan keunggulan postur. Dua gol Arab Saudi tercipta akibat kelengahan barisan pertahanan Indonesia.

Gol pertama Abdullah Alhamdan pada menit le-37 dicetak dari luar kotak penalti setelah mendapatkan ruang melepaskan tembakan jarak jauh. Alhamdan memastikan kemenangan setelah sepakan dari titik putih tidak mampu dibaca penjaga gawang M Riyandi.

Arab Saudi mendapat hadiah penalti setelah Asnawi Mangkualam Bahar melaku - kan pelanggaran di area terlarang. Tidak hanya itu, skuad Garuda Nusantarajuga tidak mampu mengaplikasikan taktik permainan dengan baik.

Transisi dari bertahan ke menyerang tidak berjalan dengan baik, termasuk skema serangan balik yang dibangun dari sayap. Selain itu, masalah penyelesaian akhir juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan Indra Sjafri sebelum Piala Asia bergulir pada 18 Oktober mendatang.

Dia menyatakan masih banyak catatan perbaikan yang harus dilakukan sebelum tim benarbenar siap untuk mengarungi fase grup A. “Secara keseluruhan pertandingan tadi anak-anak bermain bertahan serta masih banyak melakukan pelanggaran tidak penting.

Kami juga harus memperbaiki sektor penyerangan. Transisi juga masih perlu kami perbaiki dari bertahan ke menyerang. Saat serangan balik harus lebih cepat lagi,” kata Indra. Pernyataan pelatih asal Sumatera Barat ini cukup beralasan.

Di Grup A, Indonesia akan menghadapi dua tim dengan karakter permainan yang mirip dengan Arab Saudi. Tim asal Timur Tengah Qatar dan Uni Emirat Arab diprediksi akan menjadi lawan berat timnas U-19 untuk merebut tiket ke babak gugur.

Satu tim lainnya, yakni Taiwan. Tiket ke fase knock-out menjadi harga mati bagi skuad Garuda Nusantara. Pasalnya, mereka dibebankan target tinggi, yakni lolos ke semifinal untuk mengamankan satu tiket otomatis ke putaran final Piala Dunia U-20 Polandia, tahun depan.

“Masih ada waktu. Positifnya, pemain memperlihatkan mental yang baik dan percaya diri untuk menyamakan kedu dukan. Mudah-mudahan di laga selanjutnya bisa lebih baik lagi,” katanya. Indra juga menjelaskan belum bisa menurunkan striker Egy Maulana Vikri dalam pertandingan tersebut.

Dia beralasan pemain yang kini membela Lechia Gdansk itu mengalami jetlag dan tengah melakukan recovery. Dia diprediksi sudah bisa dimainkan saat menghadapi Yordania, besok. Kelemahan timnas dalam laga melawan Arab Saudi diakui gelandang Syahrian Abimanyu.

Pemain Sriwijaya FC itu menilai dirinya dan rekan-rekannya masih banyak kekurangan dan harus segera diperbaiki. “Masih banyak yang perlu kami perbaiki dari kerja sama tim hingga individual. Laga uji coba tadi bagus untuk pelajaran bagi kami.

Yang pasti, setelah laga ini kami bakal lebih kuat dan siap secara mental, taktik, dan individu rekan-rekan timnas U-19,” katanya. Sebelumnya, Indra sudah mengerucutkan jumlah skuadnya menjadi 23 pemain untuk didaftarkan ke AFC.

Tercatat, hanya ada satu wajah baru yang dipanggil, yakni Indra Mustafa dari Persib Bandung. Indra mengatakan 23 nama yang diboyong ke Piala Asia merupakan hasil pemantauan dan penilaian tim pelatih. Menurut dia, pemain tersebut sesuai kebutuhan tim dan strategi yang diterapkan.

“Kami optimistis dengan skuad ini mampu meraih prestasi di Piala Asia. Kami punya target lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2019. Raihan tersebut bisa kita raih dengan lolos ke semifinal. Butuh kerja keras dan semangat menolak menyerah,” tandasnya.

abriandi





Berita Lainnya...