Edisi 12-10-2018
Powerlifting Belum Sumbang Emas


JAKARTA– Cabang olahraga powerlifting Indonesia tidak kunjung menyumbangkan medali emas di Asian Para Games 2018.

Dua atlet Merah Putih Sriyanti dan Ni Nengah Widiasih masing-masing hanya mendapatkan perak dan perunggu saat tampil di Balai Sudirman, kemarin. Sriyanti yang turun di kelas lebih dari 86 kg hanya menjadi yang terbaik kedua dengan angkatan terbaiknya 118 kg.

Pencapaian itu kalah dari atlet Korea Selatan Hyunjung Lee yang meraih emas dengan angkatan terbaik 118 kg. Meski sama-sama mencatat rekor 118 kg, atlet Indonesia dan atlet Korea Selatan berbeda dari segi berat beban yang diangkat dalam tiga kali kesempatan.

Pada kesempatan pertama, Sriyanti mengangkat beban seberat 114 kg, sedangkan Hyunjung 115 kg. Lalu, pada kesempatan kedua, Sriyanti dan Hyunjung sama-sama mengangkat beban 118 kg.

Pada kesempatan terakhir, beban yang diangkat oleh keduanya kembali mengalami per bedaan. Sriyanti mengangkat beban 123 kg, sedangkan Hyunjung 124 kg. Namun, keduanya tidak mampu mengangkat beban tersebut dengan baik sehingga dinyatakan gagal.

Walaupun sama-sama gagal, Hyunjung sudah lebih dulu unggul karena berat beban yang diangkat pada kesempatan pertama lebih besar dari berat beban yang diangkat Sriyanti. Sementara perunggu diraih Adeline Ancheta dari Filipina dengan angkatan terbaik 107 kg.

“Saya merasa kurang puas karena tidak bisa mendapatkan emas. Apalagi, kalahnya karena beda angkatan saja. Peluang untuk mendapatkan emas sebenarnya sangat besar. Tapi, ada kesalahan teknis.

Jadi, angkatan saya yang ketiga itu terlalu cepat. Padahal, bisa saya kuasai karena buru-buru saja,” ujarnya. Sementara itu, Ni Nengah harus puas dengan medali perunggu di kelas kurang dari 86 kg putri.

Dia hanya mampu mengangkat beban 95 kg atau kalah dari atlet Korea Selatan Youngsun Lee yang mengangkat beban 107 kg. Medali emas diraih atlet asal China Feifei Zheng yang berhasil mengangkat beban 135 kg, sekaligus menjadi rekor baru APG.

Ni Nengah tetap mengaku cukup puas meski hanya mendapatkan perunggu. Pasalnya, ini merupakan medali keduanya di APG 2018. Sebelumnya, dia juga mendapatkan medali perak saat turun di kelas 41 kg putri, Minggu (7/10).

Apalagi, APG 2018 merupakan pertandingannya yang keempat selama menjadi atlet powerlifting. “Saya dapat perunggu dulu di ajang yang sama, PON Kali - mantan Timur, saya ikut dan dapat perunggu di sana.

Dapat emas di Riau dan PON 2016 emas juga di Bandung,” ucap Ni Nengah. Dengan hasil itu, atlet powerlifting Indonesia belum juga mendapatkan medali emas sepanjang pergelaran APG 2018. Sampai saat ini pasukan Merah Putih di cabor tersebut baru me nyumbangkan empat perak dan dua perunggu.

raikhul amar




Berita Lainnya...