Edisi 12-10-2018
Aktris Asia Semakin Diperhitungkan


DI industri film Hollywood, aktris Asia memiliki sterotipe tersendiri. Namun, bintang Crazy Rich Asians , Constance Wu, berhasil mengatasi stereotipe tersebut dan membuktikan bahwa layak diperhitungkan.

Perempuan bernama lengkap Constance Tianmin Wu ini lahir pada 22 Maret 1982 di Richmond, Virginia, Amerika Serikat. Orang tua Wu berimigrasi dari Taiwan ke Amerika Serikat. Ayahnya adalah seorang pofesor biologi dan genetika di Virginia Commonwealth University.

Sementara ibunya adalah seorang programmer komputer. “Kakek dan nenek dari pihak ayah sangat miskin. Mereka bekerja sebagai petani bambu, dan tidak memiliki kesempatan untuk mendapatkan pendidikan sehingga mereka tidak dapat membaca dan menulis,” ujar Wu, seperti dilansir V ogue.com .

Sejak kecil, Wu sudah tertarik pada dunia akting. Karena itulah, pada usia 12 tahun dia ikut komunitas teater lokal di New York. Dia pun sempat menempuh pendidikan seni di Sekolah Tinggi Douglas S Freeman.

Dia pun berpartisipasi dalam program enam bulan selama sekolah menengah di Lee Strasberg Theater and Film Institute. Wu kemudian lulus dari Universitas Negeri New York di Purchase’s Conservatory of Theatre Arts dengan gelar sarjana seni rupa dalam bidang akting pada tahun 2005.

Di New York, Wu mendapat peran di panggung dan film independen. Dia membuat debut layarnya dengan peran pendukung di Stephanie Daley pada 2006. Dia juga mendapatkan peran pendukung di film Year of The Fish .

Di televisi, dia muncul dalam episode Law & Order: Special Victims Unit, Torchwood, dan Covert Affairs . Dia juga memiliki peran yang berulang sebagai Laudine Lee di serial ABC One, Life to Live pada tahun 2007. “Saya kemudian pindah ke Los Angeles pada tahun 2010.

Saya mendapatkan peran di Sound of My Voice yang disutradarai oleh Brit Marling,” ujar Wu. Sejak 2012, Wu telah membintangi serial web EastSiders yang mendapat pengakuan kritis.

Dari serial ini dia meraih dua seri Penghargaan Indie, pada tahun 2014 dan 2016 untuk penampilannya. Pada tahun 2014 Wu berpartisipasi dalam Skenario Sundance Screenwriters ‘Lab yang disutradarai dua sutradara Asia-Amerika, yakni Yung Chang dan Christopher Yogi.

Dari proyek ini, Wu pun mulai menyadari kesempatan unik untuk mendukung sesama penggiat perfilman asal Asia di Hollywood. Nama Wu kian populer pada tahun 2014. Dia mendapatkan peran sebagai ibu muda imigran Jessica Huang di sitkom keluarga ABC Fresh Off the Boat .

Serial televisi ini berkisah tentang sebuah keluarga Taiwan yang pindah dari Washington DC dan menyesuaikan diri dengan kondisi baru di Orlando, Florida. “Banyak sekali orang berpikir tentang budaya Asia sebagai dunia mitos, bukan orang modern dengan pekerjaan modern dengan masalah modern, dan alat modern,” ujar Wu.

Menurut Wu, orang Asia sangat kurang terwakili, terutama di industri hiburan Hollywood. Menurut statistik pada 2016, 52 persen film dan acara televisi di Hollywood tidak menampilkan karakter Asia sama sekali.

Menurut Wu, hanya satu persen aktor Asia yang memegang peran utama. Menurutnya, di industri perfilman, orang-orang Asia sering digambarkan sebagai kutu buku yang canggung secara sosial.

“Orang Asia juga memiliki stereotipe sebagai orang yang lembut, tipe yang patuh, dan saya bukanlah salah satu dari hal-hal ini,” ujar Wu. Kehebatan Wu sebagai orang Asia yang berkarier di Hollywood baru benar-benar menonjol setelah memerankan Rachel Chu di film komedi romantis Crazy Rich Asians.

Film arahan sutradara Jon M Chu ini menjadi film berdana besar yang seluruh pemerannya keturunan Asia. “Saya tertarik pada Rachel karena dia sangat berani dan berjuang untuk halhal yang penting baginya,” ujar Wu.

Film yang berdasarkan novel yang ditulis oleh Kevin Kwan ini berhasil duduk di peringkat pertama daftar film terlaris (box office ) di Amerika Serikat. Totalnya, film ini sudah mendapatkan pemasukan sekitar USD117 juta (Rp1,7 triliun) di Negeri Paman Sam tersebut dan total USD137 juta (Rp2 trilun) di seluruh dunia.

“Film ini memberi setiap orang Asia kesempatan untuk memiliki titik awal di mana orang tidak menganggap mereka satu hal, di mana mereka tahu ada orang-orang Asia yang unik dan berbeda di seluruh dunia,” kata Wu.

Perolehan ini membuat Crazy Rich Asians jadi salah satu film terlaris dan tersukses dari Warner Bros Pictures. Film ini pun berhasil mengulang kesuksesan film The Joy Luck Club yang diproduksi tahun 1993 silam.

“Saya ingin mengangkat film ini dari komedi romantis standar ke sesuatu yang lebih mendalam. Film ini mengangkat cinta, konflik, keluarga, dan kelas sosial,” ujar Wu.

dwi nur ratnaningsih



Berita Lainnya...