Edisi 12-10-2018
Komunitas Para Ibu Zaman Now


BERTEPATAN pada Hari Komunitas Nasional, Blibli.com meluncurkan komunitas Sahabat Ibu Pintar.

Komunitas tersebut sebagai pemersatu antara semua ibu dan calon ibu yang sedang dilanda masalah. Senior Vice President Marketing Blibli.com I Gusti Ayu Fadhar mengatakan, “Pentingnya komunitas yang tetap bagi para ibu.

Kami menciptakan sebuah ruang bagi semua ibu yang bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, senang berkomunikasi dan gaya hidup modern , dan percaya bahwa informasi yang disampaikan bukan berupa opini, namun berdasarkan fakta maupun data yang diperkuat dari ahli dan sumber yang bisa dipertanggungjawabkan,” paparnya.

Nadya Pramesrani MPsi Psi, psikolog keluarga dan pernikahan, dari Rumah Dandelion, menyebutkan, “Manusia sebagai makhluk sosial secara alami pasti akan berkelompok atas dasar kedekatan secara fisik (proximity) maupun kesamaan (similarity ).

Interaksi yang terjadi dalam kelompok tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar seseorang dalam mengatasi permasalahan sehari-hari. Namun, karena dasarnya adalah pengalaman individu, belum tentu apa yang berhasil diterapkan oleh satu orang, berhasil juga diterapkan orang lain,” kata Nadya.

Dilanjutkan Nadya, “Pada era digital perlu pintar dalam memilih komunitas agar informasi yang diterima bukan sekadar dari opini dan pengalaman ibu-ibu lain, tapi juga solusi yang didasari penelitian dari ahlinya.”

Lebih lanjut, Kamidia Radisti, seorang ibu yang dikenal sebagai presenter dan juga penggiat olahraga, menyambut positif terbentuknya komunitas Sahabat Ibu Pintar. “Akhirnya kini hadir komunitas yang sesuai dengan kebutuhan para ibu.

Terus terang sebagai ibu, saya ingin memberikan yang terbaik untuk keluarga dengan rajin mencari-cari solusi pintar via internet seputar parenting, seperti tips pola asuh, perkembangan psikologi anak dan cara terbaik untuk merawat kesehatan anak.”

Sementara, hasil survei terhadap pelanggan Blibli.com menyebutkan, bahwa berbagi pengalaman dengan para ibu lainnya menjadi ketertarikan utama ikut komunitas (sebanyak 73,64% responden), disusul keinginan memperoleh pendapat dari para ahli (72,73%) dan konten/tips informatif (66,36%). “ Carilah komunitas yang memperoleh one stop s olutions , yaitu antihoax content, “ katanya .

mg3