Edisi 14-10-2018
Melakukan Personal Branding Melalui Media Sosial


Media sosial kini bukan hanya untuk berjejaring, juga menjadi ajang menunjukkan profesionalitas diri.

Berinteraksi di media sosial kini tak lagi sebatas hubungan sosial biasa. Namun, kini media sosial sudah digunakan sebagai ajang personal branding. Media sosial seperti Facebook at Work, Google Hire , dan Linkedin, kini semakin menarik bagi kalangan profesional.

Pakar marketing Yuswohadi menjelaskan, personal branding di media sosial bisa dilakukan dengan menunjukkan karya. Karya paling tradisional adalah dalam bentuk tulisan yang sesuai dengan ilmu yang dimiliki.

Kemajuan zaman membuat setiap keahlian dapat dipamerkan di dunia maya, membuat siapa saja bisa melihat dan melirik untuk direkrut. Memamerkan karya sesuai dengan ilmu dan keahlian untuk membangun industri otority atau mengerjakan hal yang memang hanya orang itu yang mengerti.

“Menunjukkan kepakaran seseorang membuat tulisan atau laporan singkat dengan topik yang dikuasa. Kalau konsisten dilakukan selama setahun dua tahun. Otomatis akan terbentuk brand bahwa orang ini ahli di bidangnya,” ujar Yuswohadi.

Memang seperti sudah bekerja membuat konten manajemen untuk diri sendiri. Keahlian dan kemampuan apa yang bisa “dijual” melalui media sosial. Dia menambahkan, dulu tidak memungkinkan karena media massa masih dikuasai oleh media mainstream .

Contohnya, dulu seseorang disebut dengan pakar kalau sudah menulis di surat kabar besar. Kalau sekarang, rutin membuat karya di media sosial yang mudah dibaca orang. Lalu mungkin saja akan terbentuk komunitas atau massa yang memang pengikut media sosial kita.

Bisa jadi akan ada yang menjadi influencer untuk memviralkan buah pikiran kita. Yuswohadi menyebut LinkedIn dapat dimaksimalkan oleh para profesional karena dapat membuat blog sendiri. Hal tersebut menjadi lebih mudah mengenalkan diri juga ditambah memperkaya jaringan.

“LinkedIn itu pertemuan pegawai dengan perusahaan. Perusahaan juga bisa melihat apa yang sering seseorang buat mengenai suatu ilmu yang dikuasainya. Kemungkinan akan menjadikan dia terlihat seperti ahli di bidang tersebut,” jelasnya.

Peluang menjadi lebih terbuka, potensi seseorang terlihat untuk menjadi target karyawannya juga menjadi lebih mudah. Di LinkedIn juga ada corporate blogging , jadi para petinggi perusahaan menulis mengenai pelayanan atau apa pun yang terkait dengan industrinya dia.

Tujuannya, tentu untuk menarik karyawan. Melakukan personal branding di media sosial menurut Yuswohadi, harus dilakukan secara lembut. Dari konten bisa terlihat tidak terlalu terlihat seperti jualan.

Para pegawai baru atau minim pengalaman pun bisa saja melakukan branding diri mereka di media sosial. Karena perusahaan melihat isi yang disampaikan melalui karya dapat menentukan keahlian seseorang.

Linda Lee, Head of Communications, Southeast Asia & North Asia LinkedIn mengatakan, pihaknya ingin membantu anggota komunitasnya untuk dapat memikat para penyedia kerja dengan lebih baik, sekaligus terhubung dengan peluang pengembangan karier yang lebih luas.

“Karena itu, selain menggunakan kata-kata untuk mendeskripsikan diri kita, kami mendorong seluruh anggota untuk berinteraksi secara lebih aktif dengan jaringan dan komunitas di LinkedIn . Dan ingat, menjadi diri sendiri sanggatlah penting demi meningkatkan keberhasilan upaya tersebut,” jelasnya.

LinkedIn juga membagi saran untuk membuat profil LinkedIn lebih menonjol dan dapat memikat perekrut dengan lebih baik. Pertama, bangun profil dengan rasa bangga.

Profil yang lengkap dan yang menampilkan kelebihan secara jelas sangat memudahkan perekrut dalam pencarian mereka. “Tunjukan karakter Anda. Pemilihan kata sangat penting karena itu menunjukkan siapa kita.

Meskipun menggunakan kata-kata yang profesional, lugas, dan langsung tepat sasaran ketika sedang menceritakan prestasi sangat disarankan, tapi jangan ragu untuk menambahkan kata atau kalimat yang dapat menunjukkan karakter unik Anda,” ujar Linda.

Dia pun menambahkan, para profesional dapat menunjukkan gambar, presentasi, hingga video hasil karya yang Anda banggakan, untuk benar-benar menunjukkan bahwa kita kreatif. “Di dunia berlimpah tenaga kerja ini, Anda hanya memiliki waktu 5 hingga 10 detik untuk membuat orang lain tertarik dengan profil Anda,” sambungnya.

Harus juga mengikuti organisasi yang menginspirasi atau yang diidamkan, buat koneksi baru, bergabunglah dengan komunitas grup, dan berpartisipasi ke dalam berbagai diskusi di LinkedIn . Dengan menjadi aktif, perekrut akan tahu bahwa seseorang ahli di bidangnya.

Fitur LinkedIn memang disediakan untuk menjadi personal branding bagi profesional. Sebut saja blog, pengguna dapat membuat blog, menuliskan pemikirannya, dan memublikasikannya di LinkedIn . Slideshare untuk memublikasikan presentasi mereka tentang suatu topik.

“LinkedIn learning untuk member premium. Di sana bisa belajar banyak sekali topik informasi. Video tentang topik tertentu yang dibawakan oleh profesional terkemuka di dunia,” ungkap Linda. Dia mengatakan, LinkedIn juga mengumumkan LinkedIn Power Profiles 2018 di Indonesia.

Pada tahun keduanya, program ini menampilkan Pimpinan Terbaik (Top Leaders) dan Profesional Muda (di bawah 30 tahun), serta profesional dalam sumber daya manusia (human resource ) dan pemasaran (marketing) serta kategori baru yaitu social impact (dampak sosial).

LinkedIn Power Profiles merupakan anggota LinkedIn yang telah berinvestasi untuk membangun identitas profesional mereka di LinkedIn sehingga mendapat tingkat kunjungan paling tinggi di bidangnya masing-masing selama satu tahun ini.

Sementara itu, platform pencari tenaga lepas freelancer.com semakin diminati. Di Indonesia, sekitar 1,1 juta pengguna bergabung dalam ekonomi freelance yang sedang bangkit ini dengan kategori pekerjaan paling banyak permintaannya adalah Graphic Design, Photoshop, Data Entry, Logo Design, dan Excel.

Helma Kusuma, Communications Manager, Asia Freelancer.com menjelaskan ketika para profesional membuka akun di Freelancer.com , mempercantik dan melengkapi profil mereka, mengikuti tes bakat yang diperlukan untuk mendukung skill atau keahliannya di dalam freelancer.com .

“Bagi mereka yang bidangnya desain, bisa memajang/memperlihatkan hasil-hasil desain mereka di fitur showcase dalam platform kami, tujuannya untuk branding bagi mereka sebagai profesional sehingga bisa menarik perhatian para employer yang sedang mencari freelancer ,” ungkapnya.

Para profesional kini juga bisa ikut tergabung dalam platform lokal satu ini, yakni EKRUT. Ardo Gozal, Co-founder, dan COO EKRUT menjelaskan EKRUT adalah sebuah platform yang menyediakan jasa headhunting dan talent marketplace .

Talent marketplace adalah sebuah tempat di mana EKRUT mempertemukan para pemberi kerja dengan pencari kerja secara cepat dan efisien. Dengan menggunakan talent marketplace, perusahaan yang mencari karyawan tidak perlu lagi melakukan job posting dan menunggu berminggu-minggu bahkan bulanan untuk mendapatkan kandidat terbaik untuk perusahaannya.

Hanya dalam hitungan menit setelah daftar, mereka bisa langsung menemukan kandidat berkualitas dan terbaik yang relevan dengan perusahaan. Dan sebagai kandidat atau pencari kerja, mereka dimudahkan dengan hanya perlu daftar sekali dan peluang kerja baru yang akan datang sendiri, tanpa harus apply dan sebar CV ke mana-mana.

Steven Suliawan dan Ardo Gozal yang melahirkan EKRUT pada 10 September 2016 di Jakarta karena mereka saat itu mengalami kesulitan dalam mencari kandidat untuk sebuah lowongan pekerjaan khususnya untuk role yang cukup tinggi.

“Utamanya adalah dalam masalah kecepatan dan kualitas kandidat. Kami melihat banyaknya proses yang tidak efektif dan memakan banyak waktu antara perusahaan dan pencari kerja.

Perusahaan harus menunggu terlalu lama untuk bisa mengajak interview kandidat berkualitas. Pencari kerja harus apply satu-satu atau punya kenalan dengan agencies terlebih dahulu di mana makan terlalu banyak waktu,” tutur Ardo.

Akhirnya mereka membuat sebuah perusahaan dengan tujuan memudahkan dan mempercepat sourcing talent sehingga bisa membantu growth dari suatu company dengan cara menyediakan kandidatkandidat berkualitas yang sudah di-filter sebelumnya dengan waktu yang sesingkatsingkatnya.

ananda nararya