Edisi 14-10-2018
Mengoptimalkan Peran Komunitas


Alfatih Timur, Co-Founder dan CEO KitaBisa.com berbagi kisah inspirasi bagaimana komunitas dapat membantu seseorang mencapai suksesnya dan bisa membantu komunitas lainnya, bagaimana komunitas bisa saling memberdayakan sesamanya.

“Edukasi pasar dan membangun trust ada lah challenge bagi kami. Ya pasti membangun trust di awal, membuat orang percaya sama plat formnya, dan mencari pengguna karena KitaBisa.com bukan seperti e-commerce, di mana orang lebih mudah paham jual beli online,” ungkapnya.

KitaBisa.com, kata dia behavior online -nya belum terlalu banyak kala itu. Orang berdonasi biasanya langsung ke masjid, ke gereja, atau ke keluarga terdekat dan sebagainya. “LinkedIn sangat membantu karena saya bertemu VP Finance saya di LinkedIn .

Dia yang membantu semua keuangan termasuk accounting , lalu juga beberapa engineer via LinkedIn . Kita bisa search custom misal saya ingin cari engineer, tapi yang juga suka dengan isu-isu sosial.

Bisa membantu saya bertemu, bertukar pikiran dengan orang-orang yang memiliki tujuan dan visi yang sama,” paparnya. Alfatih mengatakan, dalam membangun network /jaringan dengan komunitas ada tips dan trik sehingga bisa bermanfaat dalam perjalanan menuju sukses.

“Tips dan triknya mungkin genuinely interested with the people . Jadi bukan hanya kenalan lalu kirim invitation melalui LinkedIn atau attending networking event hanya untuk berbincang-bincang, lebih dari itu, berbagi ceritalah dan berinteraksilah dengan orang yang memang interested sama missions and values kita,” ujarnya.

Menurut dia, lebih berarti membangun komunitas ketika dikelilingi oleh orang-orang yang me mang peduli dengan hal yang sama dan berjuang untuk mewujudkan hal yang sama.

Otomatis komunitasnya akan jadi solid. “Share your pas sions, challenges, and what you think , ini adalah kun ci dalam membangun interaksi dan network ,” kata Alfatih. Membangun jaringan, lanjut Alfatih, adalah hal yang sangat penting.

“Jadi intinya, kita berteman dengan siapa pada masa muda mungkin membantu kita pada masa berikut nya, dan itu membantu bukan dalam konteks misal meminjamkan uang atau lainnya, tapi bagi saya lebih ke semacam social pressure , inspirations ,” sebutnya.

Alfatih merupakan salah satu LinkedIn Power Profile yang terdiri atas beragam latar belakang. LinkedIn sendiri merayakan beragam aspirasi anggota, mulai aspirasi karier hingga membantu sesama sebagai aspirasi sukses orang Indonesia.

Menurut data LinkedIn , hampir separuh orang Indonesia percaya bahwa sukses adalah sebuah perjalanan seumur hidup dan hampir 70% percaya bahwa sukses memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang.

Dan, 68% percaya bahwa ‘pandangan lingkungan sosial terhadap makna sukses’ berdampak positif pada seseorang. Angka tersebut adalah hasil studi “Success” LinkedIn .

anton c