Edisi 14-10-2018
Semangati Sesama Ibu lewat Blog dan Buku


Menulis kini menjadi bagian hidup Grace, terlebih saat ingin mencurahkan perasaan kala mengetahui keadaan Ubi.

Tuhan tidak hanya mem buat nya menjadi seorang ibu yang kuat, tetapi juga memberikan bakat menulis yang mumpuni. Ibu yang terus berkreasi dan menebar manfaat. Blog Grace selalu ramai dikunjungi.

Ia bertransformasi menjadi seorang influencer andal, meski itu tidak sedikit pun mengubah cara berpikir dan menulisnya. Pendapatnya selalu mudah dicerna dan diterima positif, sekalipun menulis mengenai hal kontroversial. Grace selalu berusaha jujur untuk setiap tulisan di blog-nya.

Bukan cuma di blog, aktivitas menulisnya juga dituangkan ke dalam bentuk buku. Antologi Mereka Bicara Fakta (Wajah Sistem dan Regulasi Kesehatan Indonesia) dan Antologi Blogger Cinta Indonesia adalah buku pertamanya yang ditulis bersama penulis lain.

Debut buku Grace yang ditulisnya sendiri ialah Letters to Aubrey (Kumpulan Surat Seorang Ibu untuk Putrinya yang Berkebutuhan Khusus Akibat Terinfeksi Virus Ru bella).

Terakhir, bersama sahabatnya yang juga seorang blogger, Annissa Steviani, perempuan kelahiran Semarang ini menulis buku ber judul Susahnya Jadi Ibu. “Awalnya saya ditawari bikin buku oleh penerbit, lalu saya meng ajak Icha (Annissa).

Soalnya saya pikir bakal lebih kaya dilihat dari sudut pandang dua sisi. Kalau saya ibu rumah tangga yang lebih ba nyak bersama anak. Kalau Icha lebih ke ibu pekerja. Blog Icha juga me narik. Selama ini menulis mengenai pa ren ting juga,” cerita Grace.

Buku Susahnya Jadi Ibu di kemas menarik dengan banyak gambar serta pembahasan yang dibuat poin perpoin. Keduanya memaparkan kejujuran dalam setiap fase yang harus dilewati seorang ibu. “Pesan yang ingin kami sampaikan adalah, tidak perlu berubah karena orang lain.

Sebab, setiap ibu sudah punya jalan masing-masing,” ung kap Grace. Melalui blog dan buku, Grace juga kerap menyemangati sesama ibu. Ia ingin para ibu tidak terlalu meng ikuti gaya pengasuhan yang sering ada di media sosial.

“Kalau ingin cari panutan un tuk dicontoh, tetap kon sul tasi ke dokter. Cari pa nutan bu kan hanya karena dia sosok terkenal. Jangan ikutikutan, lalu ketika ada ma salah dengan anaknya malah figur publik tersebut yang disalahkan,” ujarnya.

ananda nararya