Edisi 14-10-2018
140 Pelukis Sumbang Korban Gempa di Sulteng


Pasar Seni Lukis Indonesia (PSLI) kembali digelar di Surabaya, tepatnya di Gedung JX International Jalan Ahmad Yani.

Event yang sudah memasuki tahun ke-11 itu digelar selama 10 hari, yakni pada 12-21 Oktober. Sedikitnya ada 140 pelukis dari Jawa Timur, Jawa Barat, Kalimantan, dan Bali yang ikut meramaikan kegiatan tahunan ini.

Sebagai bentuk empati, semua pelukis akan mendonasikan separuh dari pendapatan mereka dari even t ini kepada korban gempa di Sulawesi Tengah (Donggala, Palu, dan Sigi). Panitia sudah menyiapkan ruang pamer khusus bagi lukisan yang dilelang dan separuh hasilnya akan disumbangkan.

“Karya yang dilelang untuk korban bencana temanya bebas. Kami tidak membatasi untuk tema tertentu, yang penting ini adalah bentuk empati para pelukis,“ kata Ketua Pelaksana PSLI M Anis. Perhelatan PSLI yang bersamaan dengan Hari Jadi Ke-73 Provinsi Jatim ini sebagian diikuti pendatang baru dan sebagian lagi sudah pernah ikut even t ini sebelumnya.

Setiap pelukis menampilkan belasan karya terbaiknya di even t ini. Mereka menampilkan karya lukis dengan berbagai macam aliran seperti realis, lanskap, dekoratif, surealis, dan abstrak. Selama pameran, penyelenggara menargetkan mampu membukukan nilai transaksi sebesar Rp5 miliar.

Gubernur Jatim Soekarwo saat membuka PSLI Ke-11 ini mengaku sangat mengagumi seni lukis. Menurutnya, seni lukis mampu menghadirkan suasana yang nyaman. Baik di mata, hati, dan pikiran, serta harmoni dalam kehidupan.

Seni lukis adalah bagian dari kebudayaan. Ibarat air jernih, seni lukis yang membasuh berbagai kotoran yang ada. “Seni ini mampu memberikan suasana yang dingin dan nyaman sehingga kehidupan ini berjalan serasi dan harmoni,” katanya.

Dalam kesempatan ini, staf ahli bidang Kebudayaan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Taufiq Rahzen mengatakan, PSLI masuk dalam Top 100 Event Kemenpar yang dipromosikan ke level internasional.

“Keberpihakan Pakde Karwo (panggilan akrab Soekarwo) dalam menggelar even t ini berbuah positif. PSLI mampu menjadi trending topic Indonesia di media sosial Twitter.

Jadi meski di Surabaya, gaung PSL sudah terkenal sampai tingkat nasional. Ini berkat kerja keras dan kerja sama seluruh pihak, khususnya pemerintah dan para pelaku dan pencinta seni,” pungkasnya.

lukman hakim