Edisi 14-10-2018
Ubah Ujian Jadi Pemberi Manfaat


Saat berusia lima bulan, putri sulung Grace Melia, Aubrey Naiym Kayacinta, didiagnosis mengidap sindroma Rubella Kongenital.

Ubinama panggilannya — mengalami tuli dengan kebocoran jantung, pengapuran otak, serta cerebral palsy akibat virus rubella. Setelah enam tahun berjalan, Grace malah bisa menggunakan ujian tersebut untuk menebar manfaat.Melalui Rumah Ramah Rubella, Grace membagikan informasi seputar rubella dan pengasuhan anak berkebutuhan khusus.

Perempuan 28 tahun ini juga giat mengajak para orang tua agar memberikan vaksin kepada anakanak mereka. Vaksin ini diyakini menjadi salah satu cara untuk mencegah penjangkitan virus rubella.

Lantas, apa saja kegiatan Grace di sela-sela tugasnya membesarkan sekaligus memotivasi Ubi untuk terapi? Apa pula kesan yang dirasakannya setelah menjadi penggiat vaksin pencegah virus rubella? Inilah cerita Grace kepada KORAN SINDO.

Bisa diceritakan mengenai Rumah Ramah Rubella yang Anda dirikan?

Dimulai pada 2 Oktober 2013. Awalnya simpel, karena saya bingung tukar sharing informasi dengan siapa untuk menceritakan kasus Ubi. Saya Googling untuk mencari komunitas, tapi tidak ada. Ya sudah, saya pikir mending bikin saja daripada bingung.

Saya sudah aktif menulis di blog mengenai Ubi, sampai menjadi bintang tamu talkshow terkenal di TV. Sudah kenal juga dengan orang tua yang anaknya kena rubella. Ada beberapa orang tua yang saya kenal curhat , mungkin setelah melihat saya di acara TV tersebut. Mereka jadi suka bercerita kepada saya, jadi dekat, dan suka ngobrol . Akhirnya yuk kita bikin komunitas.

Apa saja kegiatannya?

Kegiatan yang kami lakukan terakhir baru saja mengadakan lomba foto anak rubella. Kalau acara seperti itu, offline saja untuk anggota kami. Tapi kalau seminar, baru untuk umum, bisa diikuti masyarakat umum.

Anda kini sering menyuarakan mengenai vaksin. Apa suka-dukanya menjadi aktivis vaksin?

Sukanya ternyata ujian ini bisa saya pakai untuk bermanfaat bagi orang lain. Dukanya kalau bertemu orang-orang yang suka banyak tanya, padahal saya sering menulisnya di blog. Kadang saya jawab di link , tapi masih tanya juga.

Beberapa suka ada yang malas baca, he he he... Setiap hari saya suka dapat per ta nyaan yang sama. Padahal dari dulu, saya selalu lengkap menulis menge nai rubella di blog . Yang membuat gemas adalah mereka yang menyang kutkan masa lalu saya dengan penyakit rubella. Sudah antivaksin, tapi cari bahanbahan untuk mem-bully saya. Gemasnya saya itu, kenapa alasannya tidak masuk akal?

Lantas, jika berhadapan dengan yang antivaksin, apa yang Anda lakukan?

Tidak pernah berdebat karena saya sudah diberi tahu oleh tim komunikasi dari vaksin MR, tidak usah meladeni mereka yang antivaksin karena tidak akan ada habisnya, hanya menguras energi. Kami fokus saja untuk menambah jumlah mereka yang provaksin.

Sejauh mana kepedulian masyarakat Indonesia terhadap vaksin?

Kalau vaksin MR masih jauh dari yang diinginkan, karena ada fatwa belum halal. Sebelumnya sudah banyak anggapan kalau vaksin MR bisa menyebabkan autis, kelumpuhan, anak de mam, dan lain-lain.

Kalau vaksin lain, kepeduliannya su dah lebih baik. Makanya saya heran, vaksin lain yang di wajibkan pemerintah kok masyarakat tidak masalah? Ka lau vaksin MR kenapa? Sulit sekali. Dampak vaksin lain anak juga terkadang demam. Saya sering menyosialisasikan vaksin, semuanya, tapi tidak detail seperti vaksin MR karena saya sudah punya pengalaman.

Apa kabar Ubi?

Baik sekali. Sekarang Ubi lagi belajar berdiri sendiri. Kegiatannya tiga kali seminggu terapi dan sekolah.

Apa pesan Anda untuk orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus?

Terus berjuang. Klise sekali, tapi ya cuma itu yang memang harus kita lakukan untuk anak. Jangan selalu merasa kuat, karena ada kalanya memang kita down. Menangis saja, tidak masalah, tapi habis itu bangkit lagi.

Apa kesibukan Anda sekarang?

Paling ngeblog saja atau diundang jadi pembicara. Ti dak hanya offline , tapi online juga. Seperti kuliah Whats App gitu . Tidak semua saya ambil, lihat temanya juga.

Bagaimana Anda memulai menjadi blogger ?

Dulu sewaktu masih bingung punya channel link mengenai rubella, ya saya tulis saja di blog dan website parenting karena saya sejak kuliah sudah suka menulis. Pada 2014 mulai ada penghasilan dari blog , jadi mulai diseriusi. Blog saya pakai domain menjadi dotcom , lalu dipercantik juga. Karena di blog saya suka bahas parenting , tidak membahas mengenai anak berkebutuhan khusus saja, jadi saya suka dilirik untuk endorse produk segmen family .

Jadi profesi blogger itu menjanjikan ya?

Sangat menjanjikan. Setiap bulan ada saja pemasukan dari blog . Tam bah link , tambah teman, ilmu juga. Seperti kerja, tapi hobi. Dan yang pasti tanpa sering-sering meninggalkan anak.

Apa tips menjadi blogger sukses?

Konsisten dulu mengisi blog -nya. Banyak orang ingin menjadi blogger , tapi maunya dapat iklan saja. Padahal mengisi blog masih jarang. Jadi konsisten saja dulu. Menurut saya juga dari segi tema, usahakan jangan gado-gado, nggak konsisten. Fokus pada satu atau beberapa tema yang masih berkaitan. Kalau saya tentang parenting dan pernikahan.

Apa impian Anda yang belum terwujud?

Saya mau kuliah lagi, sedang menabung nih sekarang. Saya mau ambil jurusan psikologi. Cuma mau belajar saja, tidak ada niat untuk membuat klinik. Sepertinya psikologi memang mendukung apa yang saya kerjakan sekarang.

Banyak yang suka cerita, malah saya yang stres sendiri. Jadi, saya mau belajar psikologi supaya memahami banyak karakter orang dan menerimanya. Banyak yang curhat mengenai pernikahan, karena saya suka menulis mengenai kehidupan pernikahan. Jadi bisa saya bantu dari sisi psikologisnya.

Siapa yang membuat Anda kuat hingga saat ini dan apa yang ingin Anda katakan?

Mama saya. Dulu mama saya sangat galak, tegas, tapi membuat karakter saya kuat seperti sekarang. Suami juga menjadi pendukung terbaik hidup saya. Terima kasih Adit, karena telah mengerti saya, boleh melakukan apa yang saya mau.

Saya tetap punya karya dan jadi diri sendiri. Terima kasih karena kamu tidak hanya melihat saya sebagai ibu anak-anak kamu, tapi tetap sebagai Grace Melia yang dulu.

ananda nararya