Edisi 16-10-2018
Dapat Pendanaan lewat Status Facebook


PLATFORMmassive open online course (MOOC) Indonesia, Arkademi.com, meraih pendanaan seed sebesar USD75.000 dari beberapa investor yang disahkan pada 28 September 2018.

Uniknya, penggalangan investasi ini hanya dilakukan melalui Facebook dalam waktu kurang dari 10 hari. Menurut CEO Arkademi Hilman Fajrian, awalnya dia hanya menargetkan pendanaan USD30.000 yang digalang sejak 25 Agustus-5 September 2018. Hilman kemudian menulis artikel tentang bisnis startup di Blog Arkademi yang di dalamnya diselipkan undangan investasi bagi investor individu dengan investasi minimal Rp100 juta/orang. Artikel tersebut dia bagikan di Facebook dan tersebar dengan luas.

“Ternyata lebih dari 40 orang mengontak saya menyatakan minat berinvestasi di Arkademi. Total investasi yang dikomitmenkan lebih dari USD300.000. Sampai hari ini pun masih ada yang mengontak. Hampir semua orang itu tidak saya kenal secara langsung dan tidak pernah bertatap muka. Minat dan kepercayaan yang begitu besar ini saya anggap sebagai keajaiban,” ujar Hilman yang berkecimpung lebih dari 10 tahun di industri digital. Namun, tidak semua peminat investasi diterima. Hilman menyortir menjadi hanya beberapa dan terkumpul total investasi USD75.000, lebih dari dua kali lipat target yang hendak dikumpulkan. Pencapaian ini, menurut Hilman, adalah sinyal bahwa Arkademi dalam usianya yang belum 1 tahun telah memiliki komunitas dan pengguna yang solid.

Investasi ini digunakan untuk menindaklanjuti hasil validasi Arkademi yang dijalankan sejak Januari lalu. Dari sisi market development , Arkademi kini menargetkan market usaha kursus dan program pendidikan korporasi. Pada aspek teknologi, investasi akan digunakan untuk memperkuat platform dan mengembangkan mobile app , ditambah pengembangan Arkademi Studio sebagai layanan penunjang. Arkademi adalah platform MOOC, di mana setiap orang dan institusi dapat belajar, khu - susnya keahlian dan pen di dik - an nonformal, secara online atau blended . Teknologi yang dibangun Arkademi diorientasikan pada pengalaman be - lajar pengguna dan pengajar. Di Arkademi, setiap orang bisa membuka kelasnya sendiri dengan sangat mudah, lalu mengomersialkannya.

“Kami membangun produk yang memperkaya kecerdasan manusia melalui pendekatan paling relevan dalam pembelajaran berkelanjutan, dengan menyediakan teknologi yang berorientasi pengguna,” papar Hilman. Hilman mengatakan, dalam enam bulan masa validasi, ada 100 mentor individu yang mendaftar untuk membuka kelas online -nya di Arkademi. Namun, hanya sekitar 20% yang berhasil mengaktivasi kelasnya. Fenomena ini, menurut Hilman, karena online learning di Indonesia masih dalam tahapan awal sehingga para penyedia pengajaran, yakni mentor, masih belum mengadopsi teknologi dan menguasai kecakapan dalam membuat pembelajaran online .

Karena itu, para adopter online learning di sisi provider masih memerlukan banyak bantuan dalam merancang, memproduksi, dan memublikasikan kelas online -nya.

Danang arradian