Edisi 17-10-2018
Konsep TOL Serpong Garden Apartment


GRUP pengembang asal Jepang, Creed, menanamkan investasi properti di Serpong Garden Apartment, Kabupaten Tangerang, Banten, melalui kerja sama dengan pengembang nasional, PT Hutama Anugerah Propertindo.

Proyek ini berkonsep transport oriented living (TOL), evolusi desain yang mengacu pada peningkatan kualitas hidup terintegrasi sehingga menciptakan harmoni yang lebih baik. “Keberhasilan dalam memasarkan dua tower hunian di Serpong Garden menjadi salah satu pertimbangan kami untuk ikut serta melalui pola joint venture dengan PT Hutama Anugerah Propertindo,” kata Head of Representative Creed Holdings Pte Ltd Tatsuya Ichinomiya. Tatsuya mengungkapkan, perusahaannya terbentuk pada 1996 dan saat ini sedang berfokus mengembangkan bisnis di wilayah Asia Tenggara dan Bangladesh, termasuk Indonesia.

“Kami memiliki pengalaman dalam membangun hunian yang terintegrasi dengan transportasi. Kami tertarik melihat lokasi Serpong Garden yang dekat dengan Stasiun Cisauk. Kami ingin berbagi pengalaman di sini,” ujarnya. Komisaris PT Hutama Anugrah Propertindo Pingki Elka Pangestu mengemukakan, kemitraan strategis yang dijalin dengan Creed Group Jepang membawa pengalaman baru karena konsepnya bukan lagi transport oriented development (TOD), melainkan ditingkatkan menjadi transport oriented living (TOL).

TOD merupakan satu pendekatan pengembangan kota yang mengadopsi tata ruang campuran dan memaksimalisasi penggunaan berbagai angkutan massal, seperti kereta api massal (mass rapid transit /MRT), kereta api ringan (light rapid transit /LRT), termasuk kelengkapan jaringan pejalan kaki atau pengendara sepeda. “Sementara TOL merupakan evolusi dari seluruh desain yang mengacu pada peningkatan kualitas hidup yang saling terintegrasi, sehingga diharapkan menciptakan harmoni yang lebih baik,” tutur Pingki. Berbeda dengan Jepang, infrastruktur TOD sudah terpasang di sejumlah daerah, seperti Shibuya dan Shinjuku.

Sedangkan di Indonesia, sarana transportasi massal, seperti MRT, LRT, dan kereta cepat, sedang dalam proses pembangunan. “TOL diaplikasikan karena kereta komuter yang melewati Cisauk sudah tersedia, hanya berjarak 25 meter dari lokasi kami. Ke depan, stasiun ini juga akan menjadi intermoda terpadu, setelah hunian kami selesai dibangun,” papar Pingki. Dalam mengaplikasikan TOL, pengembang akan membangun jalan layang yang menghubungkan langsung lokasi apartemen dengan Stasiun Cisauk.

Rendra hanggara