Edisi 17-10-2018
Aktivaku Garap Pembiayaan Perumahan Pekerja Informal


AKTIVAKU, startup fintech peer-to-peer lending baru yang menawarkan pinjaman dengan berbasis properti atau aset tetap, tengah menyasar produk pendanaan untuk perumahan.

Target Market -nya adalah kalangan yang masih kesulitan memperoleh pembiayaan dari perbankan, seperti pekerja kreatif, jasa, pedagang kecil, pekerja tidak tetap, dan lain-lainnya. CEO Aktivaku Ricky Gandawijaya mengutarakan, salah satu fokus utama Aktivaku adalah menjadi perantara untuk mempermudah masyarakat memiliki rumah dengan harga terjangkau. Ter utama, lanjut dia, dari segmen yang mem bu - tuhkan pendanaan, namun belum bisa difasilitasi oleh perbankan seperti pekerja di bidang jasa, pedagang kecil, karyawan kontrak, pekerja lepas dan lain-lainnya.

“Dan untuk mewujudkan hal tersebut, kerja sama terus dilakukan dengan pihak developer seperti Perumnas dan beberapa developer milik BUMN sebagai penyedia perumahan terjangkau,” tuturnya dalam keterangan tertulis yang diterima KORAN SINDO. Dia mengungkapkan, pada 31 Agustus 2018 lalu, Aktivaku sudah me - nandatangani kerja sama dengan Gojek. Karena itu, para mitra pengemudi Gojek nantinya bisa memanfaatkan layanan pendanaan yang dihadirkan oleh Aktivaku untuk memiliki produk-produk pengembang yang telah bekerja sama di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan adanya Aktivaku, maka diharapkan semakin banyak masyarakat Indonesia yang me mi - liki akses untuk mendapatkan pem bia ya - an perumahan dan menurunkan backlog perumahan di Indonesia,” ucap Ricky. Aktivaku didirikan oleh empat orang yang memiliki latar belakang di bidang perbankan, keuangan, dan pasar modal Indonesia. Tujuan hadirnya startup fintech peer-to-peer lending ini adalah untuk men - dukung pemerintah mewujudkan inklusi keuangan melalui penyediaan sarana perantara untuk mempertemukan pendana dan kalangan usaha di luar sistem perbankan secara cepat dan mudah.

Startup fintech yang didirikan oleh Ricky Gandawijaya dan teman-temannya pada pertengahan 2017 ini telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan sejak Januari 2018 dan sudah memulai menyalurkan pendanaan, khususnya kepada kalangan UMKM di Indonesia dalam bentuk project financing .

Rendra hanggara