Edisi 22-10-2018
Pembangunan Kilang Tuban Pindah ke Situbondo


JAKARTA- PT Pertamina (Persero) beren cana memindahkan lokasi pembangunan Kilang Tuban ke Situbondo, Jawa Timur.

Pemindahan lokasi kilang dari Tuban ke Situbondo lantaran terkendala kepemilikan lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Memang ada masalah lahan sehingga muncul opsi un - tuk mengubah lokasi apakah tetap di Tuban atau di Si tubondo,” ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mi neral (ESDM) Arcandra Tahar di Jakarta, kemarin. Menurut dia, Pertamina telah menyampaikan opsi pemin dahan tersebut kepada Kemen terian ESDM sehingga untuk saat ini pihaknya sedang meng evaluasi rencana tersebut.

Bahkan dalam waktu de - kat, pihaknya akan memanggil Pertamina menindaklanjuti ren cana pemindahan lokasi kilang tersebut. Hal itu sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam memacu pembangunan kilang di dalam negeri. “Kami serius membangun ki lang. Bahkan kami telah mem berikan fasilitas kepada Per tamina dan mereka sedang bekerja keras,” kata dia. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan, melalui koordinasi dengan Kementerian Keuangan pada awal nya Pertamina dengan KLHK menggunakan skema tukar lahan. Adapun lahan KLHK akan ditukar dengan aset Pertamina. Hal itu me - mung kinkan karena izin prin - sip dengan skema KSP berakhir pada 14 Maret 2018.

Namun, jika izin prinsip tidak setujui, Per tamina menyiapkan ren - cana lain, yaitu memindahkan pembangunan Kilang Tuban ke lahan PTPN di Situbondo de ngan luas mencapai 807 ha. Pertamina juga sudah me la - ku kan kajian awal dan me nya - ta kan layak lahan itu di gu na - kan sebagai alternatif lokasi ki - lang Tuban. Hasilnya, luas la - han sesuai kebutuhan kilang. Ini karena kedalaman laut 35 meter dan hanya 3,5 meter dari pantai sehingga sangat tepat untuk penerimaan minyak men tah lewat kapal VLCC3. Status PTPN sebagai BUMN ini bisa mempercepat peng alih - an kepemilikan.

Per ta mina dan PTPN akan mem per siapkan pem buatan nota kesepahaman yang prosesnya dikoor di na si - kan Kementerian BUMN. La - han itu juga jauh dari per mu - kim an penduduk se hingga ge - jo lak sosial minim. In fra struk - tur pendukung, se perti Tol Pro - bowangi, Bandara Ba nyu wa - ngi, Terminal Bahan Bakar Mi - nyak (TBBM) Ba nyu wangi, dan kawasan industri Wongsorejo pun sudah ter sedia. Adapun Kilang Tuban ren - cananya akan memiliki ka pa si - tas sebesar 300.000 barel per hari. Dengan target beroperasi pada 2024 dan total investasi se besar USD15 miliar.

Kilang Tuban akan dibangun melalui kerja sama antara Pertamina dan Rosneft. Mereka mem - ben tuk perusahaan patungan bernama PT Pertamina Ros - neft Pengolahan dan Petro ki - mia (PRPP) pada November 2016. Pembentukan per usa - ha an patungan itu ditandai de - ngan penandatanganan akta antara PT Pertamina (Persero) melalui anak perusahaannya PT Kilang Pertamina I n ter na - sio nal (KPI) dan Rosneft Oil Company melalui afiliasinya Petrol Complex PTE LTD. Namun, mitra Pertamina da lam membangun kilang mi - nyak itu, yakni Rosneft, ke be - ratan dengan skema bagi hasil dan penyerahan aset pada akhir masa pakai tersebut.

Perusahaan asal Rusia itu ingin ada nya kepemilikan lahan. Anggota Komisi VII DPR Karyada Warnika mendesak pemerintah bersama Perta mi - na serius membangun kilang. Pasalnya, rencana pem ba - ngun an kilang sudah sejak 1996, tapi tidak pernah ber ja - lan. “Rencana pembangunan ki lang ini sejak 1996, tapi sam - pai sekarang tidak jalan, banyak melesetnya. Padahal ke - butuhan kilang sangat men de - sak,” kata dia.

Nanang wijayanto