Edisi 22-10-2018
Pemerintah Tetap Berkomitmen Pesan Kapal dari Dalam Negeri


MALANG - Pemerintah akan mencari win win solution terkait keterlambatan kapal pesanan pe merintah dari usaha galangan kapal nasional.

Hal itu di katakan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi seusai berkunjung ke Malang, Jawa Timur, kemarin. “Pemerintah akan mencari win-win solution terkait ke terlam batan ini. Sebab kami me li - hat pesanan kapal milik pe merintah, terutama Kemenhub ini hanya sebagian kecil, yakni se - ba nyak 26 unit,” jelas dia. Salah satu langkah yang akan diambil, ungkap Menhub, adalah dengan memanfaatkan jalur hukum melalui pengacara negara seperti Jaksa Agung. Namun, meski memanfaatkan jalur hukum, pemerintah tetap berkomitmen memberdayakan galangan kapal nasional.

“Ke - ter lambatan ini jangan dilihat bahwa kita tidak akan pesan ka - pal dari galangan kapal na sio - nal. Sebaliknya, kalau ada ke ter - lambatan, tentu kita cari pe nye - babnya apa, selanjutnya kita la - kukan pembinaan,” tegasnya. Menhub Budi Karya men je - las kan, salah satu alasan ke ter - lambatan berkaitan dengan per soalan pengiriman logistik komponen kapal. “Ini kan efek - nya juga karena nilai dolar yang masih menguat signifikan ter - hadap rupiah. Kami dari sisi pe - merintah akan bersikap pro fe - sional,” katanya. Sementara itu, Ketua Umum Ikatan Perusahaan Industri Ka - pal Indonesia (Iperindo),

Eddy Kurniawan Logam me nga ta - kan, penyelesaian kapal pe san - an milik pemerintah yang ter - sisa dari usaha galangan kapal nasional masih berjumlah 26 unit. Namun, dia memastikan meski terjadi keterlambatan progres penyelesaian rata-rata kapal itu sudah di atas 90%. “Saya kira ini bukan persoalan yang fatal. Sebab memang ada kendala teknis dari sisi pengi - rim an komponen utama yang harus diimpor oleh sejumlah ga - langan kapal,” ujarnya kepada KORAN SINDO di Jakarta, kemarin. Dia memastikan pesanan kapal milik pemerintah yang harusnya sudah dikirim sejak April 2018 bisa selesai dan akan dikirim dalam waktu dekat.

“Da lam waktu dekat akan se - lesai. Kami juga berharap pe me - rintah memaklumi karena ini baru pertama kali,” ungkapnya. Dia menambahkan, ka lang - an usaha galangan kapal na sio - nal akan tetap mengikuti lang - kah dan kebijakan yang di - lakukan terkait keterlambatan tersebut. Seperti diketahui, Kemen - terian Perhubungan mem ba - ngun ratusan kapal perintis dan kapal patroli melalui usaha ga - langan kapal nasional. Kontrak pembangunan dilakukan sejak tahun 2015 melalui anggaran Direktorat Laut Kemenhun se - besar Rp1,4 triliun.

Dalam kurun waktu tersebut, Direktorat Laut Kemenhub telah menyiapkan 100 unit kapal dengan berbagai tipe di antaranya tipe 500 DWT, 200 DWT, 2.000 GT, 1.200 GT, serta 750 DWT.

Ichsan amin