Edisi 23-10-2018
Duel Klasik


MANCHESTER – Duel Manchester United (MU) dengan Juventus di Old Trafford dini hari nanti ibarat mesin waktu yang membawa pencintanya bernostalgia. Reputasi, gengsi, dan rivalitas panjang kedua kubu membuat tensi semakin panas.

Bagi MU, Juve merupakan lawan reguler mereka di kancah Eropa. The Red Devils telah bersua 12 kali. Pertemuan pertama di babak kedua Piala UEFA, Oktober 1976, sedangkan yang terakhir Februari 2003. Dari sisi sejarah pertemuan, kedua tim sangat berimbang. MU dan Juve sama-sama mengemas lima kemenangan, sisanya berakhir imbang. Sangatlah wajar jika kedua kubu saling menghormati satu sama lain hingga saat ini. Sebagai tuan rumah, MU jelas tidak ingin membuang kesempatan meraih kemenangan. Terlebih pasukan Jose Mourinho sedang berada dalam performa menanjak.

MU belum terkalahkan dalam tiga laga terakhir di semua kompetisi. Menurut Ashley Young, MU telah menunjukkan karakter aslinya di dua laga terbaru, yakni kemenangan 3-2 atas Newcastle United, Sabtu (6/10), dan hasil 2-2 kontra Chelsea, Sabtu (20/10). Young menegaskan timnya tidak gentar terhadap siapa pun dan bertekad menjaga konsistensi performa dengan mengalahkan Juve. “Ketika kami kembali ke permainan, kami mampu menunjukkan yang terbaik. Kami harus mengambil inisiatif cepat, terutama ketika bermain di kandang. Performa kami di babak kedua melawan Newcastle dan Chelsea adalah buktinya. Jika terus bermain seperti itu, kami akan mendapatkan hasil bagus,”kata Young, dilansir manutd.com.

Bek Luke Shaw menegaskan MU perlahan telah kembali memiliki mentalitas pemenang yang sebelumnya hilang dan harus dioptimalkan dengan baik. Pemain tim nasional Inggris tersebut mengingatkan rekan-rekannya agar tidak mengulangi kesalahan serupa ketika bermain tanpa gol melawan Valencia. Saat ini, The Red Devilsberada di urutan kedua klasemen sementara Grup H dengan empat poin. MU tertinggal dua poin dari Juve yang menduduki puncak singgasana. “Juve merupakan lawan penting. Sangat penting meraih kemenangan kandang di Liga Champions. Kami harus bermain seperti saat melawan Chelsea dan terus melangkah maju,” paparnya.

Mou kemungkinan menurunkan Anthony Martial sebagai starter. Pemain yang mencetak tiga gol di tiga laga terakhir tersebut akan mendukung Alexis Sanchez dan Romelu Lukaku. Di lini tengah, Juan Mata berkolaborasi bersama Paul Pogba dan Nemanja Matic. The Special Onememang harus memaksimalkan kekuatan terbaik. Pasalnya, Juve datang dengan membawa Cristiano Ronaldo (CR7). Kedatangan CR7 jelas membuat fans dilematis. Maklum, CR7 merupakan pujaan mereka saat bergelimang kesuksesan di periode 2003–2009.

Torehan 455 gol dari 448 penampilannya jelas membuat CR7 disambut sebagai pahlawan. Tapi, pemain asal Portugal tersebut sekaligus menjadi ancaman serius. Sejak kepergiannya, CR7 telah dua kali membobol gawang MU. Belum lagi penampilan CR7 terus menanjak bersama Juve. Dari 10 tampil di semua kom - petisi, dia telah mencetak lima gol bagi La Vecchia Signora. Hal itu turut memengaruhi performa Juve yang belum terkalahkan dalam 11 laga terakhir. Pelatih Juve Massimiliano Allegri menganggap timnya tidak tampil terlalu baik terutama saat ditahan 1-1 oleh Genoa pada lanjutan Seri A, Sabtu (20/10).

Menurutnya, Juve membuang kesempatan untuk menambah gol dan cenderung cepat puas. Allegri menilai laga melawan Genoa menjadi pelajaran penting dan tidak boleh terulang saat menghadapi MU. “Akan berbeda saat berhadapan dengan MU. Mereka bermain untuk menang, begitu juga dengan kami. Genoa bermain baik ketika bertahan maupun menyerang. Saya harus mengatakan bahwa itu adalah contoh pertandingan terbesar yang saya lihat selama menangani Juve,” tandasnya.

Alimansyah