Edisi 23-10-2018
Raikkonen Tunda Pesta Hamilton


AUSTIN – Pembalap Ferrari Kimi Raikkonen membuat kejutan dengan memenangkan balapan di GP Amerika Serikat, Senin (22/10).

Keberhasilan Icemansekaligus menunda ambisi Lewis Hamilton untuk menggelar perayaan menjadi juara dunia Formula One (F1) musim ini. Raikkonen yang mengawali balapan dari grid ketiga berhasil keluar sebagai juara setelah mencatatkan waktu 1 jam, 34 menit, 18,643 detik. Dia unggul 1,281 detik dari pembalap Red Bull Racing Max Verstappen yang berada di belakangnya. Sementara Hamilton harus puas berada di podium ketiga. Bagi Raikkonen, baru kali ini finis terdepan setelah menjalani 113 kali balapan.

Terakhir kali wakil Finlandia itu mendapat kan kemenangan saat GP Aus tralia pada 2013 bersama tim Lotus. Itu berarti dia telah meng akhiri masa suram yang sudah berlangsung lima se tengah tahun. Dengan kata lain, ini merupakan sukses perta ma nya sejak kembali ke Ferrari pada 2014. Kemenangan itu bisa saja menjadi yang terakhir bagi Raik konen. Pasalnya, pembalap berusia 39 tahun itu akan pin dah ke tim Sauber pada musim depan. Bukan rahasia lagi, Sau ber merupakan tim papan ba wah dan sulit meraih keme nang an.

Pasalnya, dalam bebe rapa musim terakhir balapan didominasi tiga tim besar, Mercedes, Ferrari, dan Red Bull. Walau hampir tidak mung - kin lagi jadi juara dunia karena tertinggal 125 poin dari Hamil - ton, Raikkonen masih punya ke sempatan meraih kemenangan berikutnya . Pasalnya, masih ada tiga balapan tersisa sebelum mu - sim ini berakhir, yakni di Meksiko, Brasil, dan Abu Dhabi. Yang jelas, Raikkonen meng aku senang dengan kemenang annya itu. Apalagi, ini sekaligus memutus torehan impresif Ha milton yang sebelumnya terus juara selama empat balapan secara beruntun.

“Kami hanya mencoba memenangkan balapan. Tapi, itu tidak mudah dan tidak semua pembalap bisa melakukannya. Saya pikir kami cukup solid da - lam banyak hal dan saya me mi - liki perasaan yang baik dengan mobil. Kami akan melihat apa yang terjadi di balapan berikut - nya. Tapi, sejauh ini saya tidak mengeluh,” kata Raikkonen, dilansir Crash. Sementara Hamilton sedikit kecewa dengan hasil balapan di Austin. Soalnya, selain gagal me mastikan gelar juara dunia F1 2018, dia tidak mampu me maksimalkan keun - tungan pole potition.

Sialnya lagi, Sebastian Vettel dari Ferrari berhasil finis di posisi keempat. Padahal, riderasal Jerman itu sempat berada di urutan ke-18 pada lap pertama. Semua itu membuat persaingan gelar juara dunia masih berlanjut di GP Meksiko pada pekan depan. Hamilton yang mengantongi 346 poin tetap di atas angin. Karena, dia masih memimpin 70 poin di atas rival terdekatnya, Vettel. Artinya, walaupun Vettel bisa memenangkan GP Meksiko, Hamilton hanya butuh finis minimal di posisi ketujuh untuk memastikan gelar juara dunia untuk kelima kali, melengkapi suksesnya pada 2008, 2014, 2015, dan 2017.

“Saya mengira kami akan bisa tampil lebih bagus. Namun, ini hasil terbaik yang bisa kami raih di GP Austin. Saya tidak percaya strategi kami berakhir seperti ini. Kami harus tetap berusaha untuk lomba berikutnya,” ungkap Hamilton.

Raikhul amar



Berita Lainnya...